Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rival Sudah Siap Tempur, Persib Masih Tenang: Strategi atau Masalah?

Rabu, 10 Juni 2026 14:45 WIB

Ikut Diperiksa Polisi, Keanu Agl Malah Gandeng Anggota DPR RI di Kasus Hanania Travel! Ada Apa?

Rabu, 10 Juni 2026 14:07 WIB

Siasat Warga Bandung Hadapi Lonjakan Harga Pertamax: Tak Lagi Full Tank hingga Rela Potong Uang Jajan

Rabu, 10 Juni 2026 13:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rival Sudah Siap Tempur, Persib Masih Tenang: Strategi atau Masalah?
  • Ikut Diperiksa Polisi, Keanu Agl Malah Gandeng Anggota DPR RI di Kasus Hanania Travel! Ada Apa?
  • Siasat Warga Bandung Hadapi Lonjakan Harga Pertamax: Tak Lagi Full Tank hingga Rela Potong Uang Jajan
  • Setop Bawa Rivalitas Klub ke Timnas! Pesan Mendalam Rizky Ridho Usai Insiden Beckham Putra
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Korea Selatan vs Republik Ceko: Siapa yang Akan Mengawali Turnamen dengan Kemenangan?
  • Publik Pertanyakan Keaslian Insiden Ricuh Eza Gionino vs Roby Tremonti
  • Dari Teror di Hotel hingga Ribut di Tribun GBK: Rangkaian Intimidasi yang Menimpa Beckham Putra
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siasat Warga Bandung Hadapi Lonjakan Harga Pertamax: Tak Lagi Full Tank hingga Rela Potong Uang Jajan

By Mulki AlbarRabu, 10 Juni 2026 13:56 WIB3 Mins Read
SPBU Jalan Riau di Kota Bandung. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.000 per liter menuai beragam respons dari masyarakat. Sejumlah pengguna kendaraan di Bandung mengaku keberatan dengan lonjakan harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter tersebut.

Dhani (54), seorang pengemudi ojek online asal Bandung, berharap pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih cukup berat sehingga kenaikan harga bahan bakar akan semakin membebani warga.

“Kalau bisa jangan naik. Ekonomi masyarakat sekarang lagi terjepit. Kalau naik ya tambah susah,” kata Dhani saat ditemui di SPBU Jalan Riau di Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi membuat masyarakat beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite. Akibatnya, antrean di SPBU dikhawatirkan akan semakin panjang.

Dhani juga berharap pemerintah lebih terbuka sebelum mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM.

Baca Juga:  Siap-siap! Gaji ke-13 Cair Juni 2026, Intip Bocoran Nominal untuk Pensiunan dan ASN

“Kalau mau menaikkan harga BBM atau kebutuhan pokok, sebaiknya ada pemberitahuan dan pembahasan yang jelas dulu kepada masyarakat,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Rena (20), warga Cimahi. Ia mengaku terkejut dengan kenaikan harga Pertamax yang dinilai cukup tinggi dalam satu waktu.

“Lebih ke kaget sih, karena naiknya lumayan jauh dari sekitar Rp12 ribuan jadi Rp16 ribuan. Jadi terasa banget bebannya,” ucapnya.

Meski tetap menggunakan Pertamax, Rena mengaku harus mengurangi jumlah pembelian BBM setiap kali mengisi kendaraan.

“Biasanya isi penuh, sekarang paling Rp30 ribu sampai Rp50 ribu saja. Itu juga sudah sangat mengurangi uang jajan,” katanya.

Amanda (20), mahasiswa asal Bandung, juga berharap pemerintah tidak terus menaikkan harga BBM.

“Kalau naik jangan terlalu tinggi. Mungkin masih bisa diterima kalau Rp13 ribu atau Rp14 ribu, tapi kalau langsung sampai Rp16 ribu cukup berat,” ujarnya.

Baca Juga:  Update Harga BBM Pertamina 1 Juni 2026: Kabar Baik untuk Pengguna Diesel, Pertamax Turbo Mengalami Kenaikan

Warga berharap pemerintah dapat mencari solusi agar harga BBM kembali stabil sehingga tidak semakin membebani pengeluaran masyarakat, terutama di tengah naiknya berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Di sisi lain, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak serta merta membuat seluruh pengguna beralih ke bahan bakar yang lebih murah. Sejumlah konsumen lainnya mengaku tetap memilih Pertamax karena alasan kualitas dan perawatan mesin kendaraan.

Sakti (18), seorang pelajar SMA di Bandung, mengaku tetap menggunakan Pertamax meskipun harga BBM tersebut mengalami kenaikan signifikan.

“Kalau menurut saya sebenarnya tidak masalah karena harga minyak dunia juga sedang tinggi. Memang naiknya cukup besar, jadi mungkin banyak yang keberatan,” kata Sakti saat diwawancarai di SPBU Wastukencana di kota Bandung pada hari Rabu (10/6/2026).

Ia menegaskan tidak berencana beralih ke Pertalite karena kendaraan yang digunakan sudah terbiasa menggunakan Pertamax.

“Kalau saya tetap Pertamax. Memang minimalnya pakai itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertalite Diganti Pertamax Green 92, Dirut Pertamina: Harga Sama tapi Kualitas Lebih Baik

Hal serupa disampaikan Sofwanudin (41), seorang karyawan asal Indramayu. Menurutnya, kenaikan harga memang tidak menyenangkan, namun kebutuhan kendaraan membuatnya tetap membeli Pertamax.

“Kalau menurut saya mau tidak mau tetap harus beli. Saya tetap pakai Pertamax seperti biasa,” katanya.

Sofwanudin mengaku memilih Pertamax untuk menjaga kondisi mesin kendaraan agar tetap optimal dalam jangka panjang.

“Ya karena untuk menjaga mesin saja,” ucapnya.

Meski demikian, ia tetap berharap pemerintah dapat menurunkan kembali harga BBM ke level sebelumnya.

“Kalau bisa harganya kembali seperti semula,” tuturnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun kenaikan harga Pertamax memicu keluhan dari masyarakat, sebagian pengguna masih mempertahankan pilihannya karena mempertimbangkan kualitas bahan bakar dan dampaknya terhadap performa kendaraan. Namun, mereka berharap harga BBM dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani pengeluaran sehari-hari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BBM Non Subsidi Berita Ekonomi Harga Pertamax Naik Info BBM Pertalite Pertamax SPBU Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?

Raffi Ahmad Terseret Kasus Blueray Cargo, KPK Ungkap Fakta Sebenarnya

Buntut Kisruh Aplikasi PCMB, Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar Dicopot

Video Viral THM Karawang Berbuntut Panjang, TNM Disegel dan Tiga Orang Jadi Tersangka

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Link Full Video Cut Salwa Jadi Buruan Netizen, Benarkah Ada Rekaman Asli?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.