Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
deportasi

Krisis Overcapacity Lapas Majalengka: Kapasitas Cuma 86 Orang, Diisi 308 Tahanan

Selasa, 29 September 2026 15:48 WIB
Pemain Timnas Indonesia usai mencetak gol ke gawang Arab Saudi.

Belum Aman! Ini Hitung-hitungan dan Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 29 September 2026 15:38 WIB
Kevin Diks

Drama Indonesia vs Malaysia: Kartu Merah, Teriakan Penonton hingga Target Besar Lawan Bangladesh

Selasa, 29 September 2026 15:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Krisis Overcapacity Lapas Majalengka: Kapasitas Cuma 86 Orang, Diisi 308 Tahanan
  • Belum Aman! Ini Hitung-hitungan dan Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • Drama Indonesia vs Malaysia: Kartu Merah, Teriakan Penonton hingga Target Besar Lawan Bangladesh
  • Gara-gara Cemburu, Suami di Indramayu Aniaya Istri dan Bacok Tetangga Pakai Golok
  • Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Garuda Wajib Pesta Gol di SUGBK!
  • Kasus Influenza A Meningkat di Cimahi, Bed Rumah Sakit Masih Aman
  • UMK Bandung 2027 Mulai Dibahas, Disnaker Bandung Tekankan Upah Layak dan Keberlangsungan Usaha
  • Proyek AI Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Purwakarta Disetop, Sedot Air Setara 6 Desa Sebulan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 29 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siasat Warga Bandung Hadapi Lonjakan Harga Pertamax: Tak Lagi Full Tank hingga Rela Potong Uang Jajan

By Mulki AlbarRabu, 10 Juni 2026 13:56 WIB3 Mins Read
SPBU Jalan Riau di Kota Bandung. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.000 per liter menuai beragam respons dari masyarakat. Sejumlah pengguna kendaraan di Bandung mengaku keberatan dengan lonjakan harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter tersebut.

Dhani (54), seorang pengemudi ojek online asal Bandung, berharap pemerintah meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih cukup berat sehingga kenaikan harga bahan bakar akan semakin membebani warga.

“Kalau bisa jangan naik. Ekonomi masyarakat sekarang lagi terjepit. Kalau naik ya tambah susah,” kata Dhani saat ditemui di SPBU Jalan Riau di Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi membuat masyarakat beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite. Akibatnya, antrean di SPBU dikhawatirkan akan semakin panjang.

Dhani juga berharap pemerintah lebih terbuka sebelum mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM.

Baca Juga:  Lampu Kuning Ekonomi! Rupiah Terkapar Akibat 'Perang', APBN Mulai Terancam?

“Kalau mau menaikkan harga BBM atau kebutuhan pokok, sebaiknya ada pemberitahuan dan pembahasan yang jelas dulu kepada masyarakat,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Rena (20), warga Cimahi. Ia mengaku terkejut dengan kenaikan harga Pertamax yang dinilai cukup tinggi dalam satu waktu.

“Lebih ke kaget sih, karena naiknya lumayan jauh dari sekitar Rp12 ribuan jadi Rp16 ribuan. Jadi terasa banget bebannya,” ucapnya.

Meski tetap menggunakan Pertamax, Rena mengaku harus mengurangi jumlah pembelian BBM setiap kali mengisi kendaraan.

“Biasanya isi penuh, sekarang paling Rp30 ribu sampai Rp50 ribu saja. Itu juga sudah sangat mengurangi uang jajan,” katanya.

Amanda (20), mahasiswa asal Bandung, juga berharap pemerintah tidak terus menaikkan harga BBM.

“Kalau naik jangan terlalu tinggi. Mungkin masih bisa diterima kalau Rp13 ribu atau Rp14 ribu, tapi kalau langsung sampai Rp16 ribu cukup berat,” ujarnya.

Baca Juga:  Skema Baru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT, Bakal Lewat Koperasi Desa?

Warga berharap pemerintah dapat mencari solusi agar harga BBM kembali stabil sehingga tidak semakin membebani pengeluaran masyarakat, terutama di tengah naiknya berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Di sisi lain, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak serta merta membuat seluruh pengguna beralih ke bahan bakar yang lebih murah. Sejumlah konsumen lainnya mengaku tetap memilih Pertamax karena alasan kualitas dan perawatan mesin kendaraan.

Sakti (18), seorang pelajar SMA di Bandung, mengaku tetap menggunakan Pertamax meskipun harga BBM tersebut mengalami kenaikan signifikan.

“Kalau menurut saya sebenarnya tidak masalah karena harga minyak dunia juga sedang tinggi. Memang naiknya cukup besar, jadi mungkin banyak yang keberatan,” kata Sakti saat diwawancarai di SPBU Wastukencana di kota Bandung pada hari Rabu (10/6/2026).

Ia menegaskan tidak berencana beralih ke Pertalite karena kendaraan yang digunakan sudah terbiasa menggunakan Pertamax.

“Kalau saya tetap Pertamax. Memang minimalnya pakai itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Update Harga Emas Hari Ini 14 Mei: Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Berubah

Hal serupa disampaikan Sofwanudin (41), seorang karyawan asal Indramayu. Menurutnya, kenaikan harga memang tidak menyenangkan, namun kebutuhan kendaraan membuatnya tetap membeli Pertamax.

“Kalau menurut saya mau tidak mau tetap harus beli. Saya tetap pakai Pertamax seperti biasa,” katanya.

Sofwanudin mengaku memilih Pertamax untuk menjaga kondisi mesin kendaraan agar tetap optimal dalam jangka panjang.

“Ya karena untuk menjaga mesin saja,” ucapnya.

Meski demikian, ia tetap berharap pemerintah dapat menurunkan kembali harga BBM ke level sebelumnya.

“Kalau bisa harganya kembali seperti semula,” tuturnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun kenaikan harga Pertamax memicu keluhan dari masyarakat, sebagian pengguna masih mempertahankan pilihannya karena mempertimbangkan kualitas bahan bakar dan dampaknya terhadap performa kendaraan. Namun, mereka berharap harga BBM dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani pengeluaran sehari-hari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

deportasi

Krisis Overcapacity Lapas Majalengka: Kapasitas Cuma 86 Orang, Diisi 308 Tahanan

Gara-gara Cemburu, Suami di Indramayu Aniaya Istri dan Bacok Tetangga Pakai Golok

Kasus Influenza A Meningkat di Cimahi, Bed Rumah Sakit Masih Aman

UMK Bandung 2027 Mulai Dibahas, Disnaker Bandung Tekankan Upah Layak dan Keberlangsungan Usaha

Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.

Proyek AI Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Purwakarta Disetop, Sedot Air Setara 6 Desa Sebulan!

Kecelakaan Maut di Cimahi, Pengendara Motor Terlindas Mobil di Jalan Amir Machmud

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.