bukamata.id – Hanya bermodal mikrofon dan suara, seorang pemuda dari Bekasi berhasil menembus salah satu panggung beatbox paling bergengsi di dunia. Pemuda itu adalah Marvel Adolf Sianipar, yang dikenal dengan nama panggung Marvelous.
Di usia 19 tahun, Marvelous tampil di Grand Beatbox Battle (GBB) 2026 yang digelar di Warsawa, Polandia, pada 25 September 2026.
Penampilannya ini istimewa karena Swissbeatbox, selaku penyelenggara, mengonfirmasi bahwa Marvelous adalah beatboxer Indonesia pertama yang tampil di kompetisi tersebut.
Lolos lewat Jalur Wildcard
Tiket ke Warsawa tidak didapat dengan mudah. Marvelous harus lebih dulu melewati jalur wildcard submission, yaitu seleksi melalui video penampilan yang dikirim peserta dari berbagai negara.
Dari seleksi tersebut, penampilan Marvelous masuk empat besar. Hasil itu mengantarkannya langsung ke babak eliminasi kategori Solo Beatbox, di mana ia bersaing dengan beatboxer dari berbagai negara.
Finis di Peringkat 15 dari 22 Peserta
Debut Marvelous di GBB berakhir di babak eliminasi. Ia menempati posisi ke-15 dari total 22 peserta di kategori Solo.
Hasil itu memang belum cukup untuk membawanya ke babak berikutnya. Namun, bagi dunia beatbox Indonesia, kehadirannya di panggung tersebut sudah menjadi tonggak sejarah. Untuk pertama kalinya, nama Indonesia tercatat dalam daftar peserta Grand Beatbox Battle.
Tampil Memakai Batik di Panggung Dunia
Ada satu hal yang membuat penampilan Marvelous berbeda dari peserta lain, yaitu pakaiannya. Di tengah kompetisi internasional, ia memilih tampil mengenakan batik.
Pilihan itu terlihat sederhana, tetapi maknanya besar. Lewat batik, Marvelous memperkenalkan identitas Indonesia kepada penonton dan peserta dari berbagai belahan dunia.
Di atas panggung, ia menunjukkan kemampuannya mengolah suara menjadi ritme dan musik. Pada saat yang sama, ia membawa salah satu warisan budaya Tanah Air ke panggung global.
Terinspirasi Beatboxer Dunia sejak 2018
Perjalanan Marvelous dimulai jauh sebelum ia tiba di Warsawa. Dalam wawancara dengan kanal YouTube Northern Star Creative Culture Media dan Swissbeatbox, ia bercerita bahwa dirinya mulai belajar beatbox sekitar 2018.
Saat itu, ia terinspirasi oleh sejumlah beatboxer yang lebih dulu dikenal di kancah internasional.
“Mulai belajar beatbox sekitar 2018, saya menonton beatboxer seperti Reeps One, Skiller, Zede. Menurut saya mereka sangat keren,” ungkap Marvel, dikutip dari Swissbeatbox, Selasa (3/11/2026).
Sejak itu, beatbox menjadi bagian penting dari perjalanan kreatifnya. Selama bertahun-tahun ia terus berlatih, sampai akhirnya bisa berdiri di panggung yang selama ini hanya bisa ia tonton dari layar.
“GBB Adalah Impian Banyak Beatboxer”
Bagi Marvelous, tampil di Grand Beatbox Battle bukan sekadar soal menang atau kalah. Kesempatan itu adalah pencapaian pribadi setelah bertahun-tahun menekuni beatbox.
“Saya merasa bangga pada diri saya sendiri karena GBB (Grand Beatbox Battle) merupakan impian bagi banyak beatboxer. Jadi saya sangat senang bisa berada di sini,” tuturnya.
Rasa bangga itu wajar. GBB dikenal sebagai salah satu ajang beatbox paling bergengsi, dan untuk tampil di sana, seorang peserta harus mampu bersaing dengan talenta terbaik dari berbagai negara.
Banjir Pujian dari Warganet
Kabar penampilan Marvelous juga disambut antusias oleh warganet. Di kolom komentar akun Instagram @ussfeeds, banyak yang memuji kemampuan teknis sekaligus pilihannya mengenakan batik.
“Pedes banget musicality + teknik nya marvel,” tulis akun @sha***.
“Salut dia pakai batik,” tulis akun @lia***.
Warganet asal Bekasi pun tak mau ketinggalan merayakan prestasi kota mereka.
“GAWWWW, BEKASI LAGI AJA,” tulis akun @erv***.
Ada pula yang mengaku sudah lama mengikuti perjalanan Marvelous. “Marvelous dari dulu emang enak2 beatnya,” tulis akun @her***.
Awal Baru bagi Beatbox Indonesia
Langkah Marvelous di GBB 2026 menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk tampil di panggung dunia. Ia datang membawa dua hal yang lekat dengan dirinya, yaitu kecintaan pada musik dan kebanggaan sebagai orang Indonesia.
Peringkat ke-15 mungkin belum membawanya ke babak final. Namun, jejak pertamanya di Grand Beatbox Battle telah membuka pintu bagi beatboxer Indonesia lain untuk bermimpi lebih besar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









