bukamata.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap lakukan pengendalian harga pangan untuk menjaga inflasi di tengah isu kenaikan harga beras. Upaya ini dilakukan dengan melakukan pasar murah dan Geragakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, Samiran mengungkapkan, beras menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil cukup besar dalam inflasi yakni sebanyak 0,57 persen.
“Dengan berbagai program intervensi yang dilakukan harga beras dapat ditekan dan mulai stabil sejak Oktober 2023. Kita berhasil menahan laju kenaikan harga beras. Beras ada sedikit kenaikan di Oktober tapi tidak setinggi seperti di bulan September,” ujarnya
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, meski inflasi di Kota Bandung cukup rendah, dia tetap meminta agar kenaikan harga barang dan jasa ditekan, agar masyarakat tidak terbebani.
“Angka inflasi sudah bagus. Paling tidak ada dua isu yang harus menjadi perhatian kita bersama yaitu mengendalikan inflasi dan memastikan harga stabil menghadapi hari besar,” ucapnya pada Senin (13/11/2023).
Bambang mengatakan, untuk menstabilkan harga sejumlah komoditas, ada sejumlah langkah, di antaranya pasar murah dan GPM.
“Semuanya harus kita antisipasi agar langkah kita menjadi tepat mengintervensi variabel menyumbang inflasi. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) komoditas pangan terus kita intervensi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Bandung, Erwin Budiana mengatakan, stok beras di aman tersedia hingga akhir tahun 2023.
“Saat ini di stok di gudang Cisaranten Kidul sebanyak 2.700 ton, gudang Cimindi 1.900 ton lalu di gudang Sumedang 1.700 ton,” katanya.
Dirinya juga telah berkolaborasi dengan Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung dan DKPP Kota Bandung untuk melakukan Pasar Murah di 30 kecamatan serta Gerakan Pangan Murah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











