bukamata.id – Para ilmuwan menemukan spesies misterius di kedalaman 1.000 meter di bawah Laut Karibia. Makhluk ini belum pernah didokumentasikan sebelumnya di wilayah tersebut.
Dengan menggunakan teknologi bawah air yang canggih, peneliti merekam spesies langka yang sulit ditangkap sebelumnya. Hal ini membuat para ahli kagum akan adaptasinya terhadap kehidupan di wilayah jurang ini.
Spesies tersebut bisa beradaptasi dengan sempurna terhadap lingkungan yang ekstrem. Hal ini sekilas gambaran tentang ketahanan hidup di salah satu tempat yang paling tidak ramah di bumi.
Penemuan ini diawali dengan misi berani yang dipimpin oleh organisasi nirlaba Beneath The Waves, bekerja sama dengan Departemen Lingkungan Hidup Kepulauan Cayman.
Mereka menggunakan teknologi bernama deep-sea baited remote underwater video systems (dBRUVS) untuk menjelajahi keanekaragaman hayati dataran abisal di lepas pantai Little Cayman.
Pada saat kamera mencapai kedalaman 1.054 meter, muncul sebuah bayangan yang mengitari umpan dengan gerakan yang disengaja.
Peneliti utama Olivia Dixon menggambarkan momen tersebut sebagai momen yang mendebarkan sekaligus penting.

“Laut dalam merupakan salah satu wilayah yang paling jarang dieksplorasi di Bumi. Memahami bagaimana spesies tersebar di lokasi-lokasi ini sangat penting untuk melindungi hewan dan habitatnya secara bermakna,” ujarnya.
Makhluk itu diidentifikasi sebagai hiu dogfish berkulit kasar (Centroscymnus owstonii). Hewan ini dikenal karena kulitnya yang bertekstur kasar dan sifatnya yang suka bersembunyi, dan ahli bertahan hidup di laut dalam. Adaptasinya memungkinkannya untuk berkembang biak di lingkungan dengan tekanan ekstrem, suhu dingin, dan sumber makanan terbatas.
Penemuan ini sekaligus yang pertama ditemukannya ikan dogfish berkulit kasar yang tercatat di Laut Karibia bagian tengah.
Meskipun sifatnya sulit dipahami, para ilmuwan mampu mendokumentasikan detail penting tentang spesies yang menarik ini.
Penemuan ini juga menimbulkan berbagai pertanyaan menarik tentang distribusi spesies laut dalam. Hiu ini jarang terlihat, sehingga setiap penampakannya menjadi tambahan yang berharga bagi catatan ilmiah.
Dengan mempelajari hiu ini dan hiu-hiu lainnya yang sejenis, para peneliti berharap dapat lebih memahami bagaimana kehidupan berkembang di laut dalam.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











