Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan

Sabtu, 28 Maret 2026 14:48 WIB

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sabtu, 28 Maret 2026 11:25 WIB
Timnas Indonesia

Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi

Sabtu, 28 Maret 2026 11:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh
  • Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram
  • Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an
  • Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perjuangan dan Prinsip, Jalan Hidup Bos Koi Hartono Soekwanto

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 12:22 WIB2 Mins Read
Hartono Soekwanto
Bos Koi Hartono Soekwanto. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kesuksesannya sebagai pengusaha yang disegani, Hartono Soekwanto menyimpan filosofi hidup yang dalam dan menyentuh. Dalam sebuah perbincangan, pria yang dikenal sebagai Bos Koi ini mengungkapkan nilai-nilai hidup yang menjadi kompas dalam perjalanan karier dan spiritualnya.

Bagi Hartono, memberi adalah sumber kebahagiaan yang sejati. “Ada kegembiraan dalam memberi, ada sukacita dalam memberi. Membuat orang lain bahagia itu ibadah,” ujarnya kepada awak media, Senin (4/8/2025).

Namun lebih dari itu, Hartono menekankan pentingnya kerja keras untuk membangun nama baik. Ia mengutip pepatah Tiongkok yang menyebut bahwa nama besar harus diperjuangkan, sementara “muka” atau kehormatan adalah bentuk penghargaan dari orang lain.

“Nama harus kita kejar, supaya orang lain menghargai kita dengan memberi muka,” kata Hartono tegas.

Baca Juga:  Kisah Viral dr Mangku Sitepoe, Dokter Senior yang Tetap Mengabdi dengan Tarif Berobat Rp10 Ribu

Filosofi ini ia tanamkan kepada anak-anaknya, agar tidak hanya hidup nyaman dalam warisan, tetapi memiliki nilai juang dan harga diri. Hartono sendiri bukan orang yang lahir dari kekurangan—ia berasal dari keluarga berkecukupan. Namun, demi menemukan jati diri, ia memilih meninggalkan kenyamanan.

“Saya tinggalkan semua. Saya naik motor, ngelesin Bahasa Inggris, kerja apa aja. Dikasih mobil tapi nggak mampu beli bensin,” kenangnya.

Salah satu momen yang paling membekas dalam perjalanan hidupnya adalah ketika ia harus membeli ban bekas seharga Rp50.000 agar bisa menghadiri wawancara kerja di Jakarta.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif, Bocah Kelas 4 SD Asal Tasikmalaya Jualan Sayur Keliling Demi Keluarga

“Bapaknya kayaknya udah meninggal dan sekarang bannya udah nggak ada. Cuman saya masih ingat kayaknya diterusin anaknya. Jadi tiap ganti ban baru, saya bilang ke supir saya, kirimkan ke sana. Sampe orangnya kaget, ada yang ngirim ban,” ucapnya haru.

Bagi Hartono, kenangan itu bukan sekadar romantisme masa lalu, tapi juga bentuk syukur dan penghormatan pada orang-orang yang pernah membantunya.

“Kita sudah di atas, kasarnya sudah menuju atas, sudah berkecukupan, kita masih ingat doa-doanya orang yang berkekurangan itu bagaimana. Itu kita selalu ingat. Kita bisa di atas, kita pernah di bawah,” jelasnya.

Baca Juga:  Padel, Olahraga Raket Modern yang Kian Digemari di Bandung

Hartono percaya bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang pintar atau beruntung, tapi juga mereka yang tidak lupa daratan.

“Sudah S1, bukan berarti berhasil. Itu baru start di angka 5. Karena ternyata saya pikir saya udah lulus sekolah, itu saya udah punya segalanya, saya pinter segala. Ternyata saya bodohnya luar biasa.”

Kini, filosofi hidup itu menjadi pegangan utama Hartono dalam bekerja dan berinteraksi: kerja keras, rendah hati, menghargai sesama, dan tidak melupakan jasa orang lain. “Itu prinsip. Orang yang membukakan jalan buat kita, sekecil apa pun, harus kita ingat,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bisnis koi Bos Koi filosofi hidup Hartono Soekwanto kerja keras Kisah Inspiratif motivasi pengusaha nama baik tokoh inspiratif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan

Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis

Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram

Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.