bukamata.id – Persib Bandung kembali menjadi sorotan dalam bursa transfer jelang Liga 1 musim 2025/2026. Kali ini, klub kebanggaan Bobotoh itu dikaitkan dengan perekrutan gelandang asal Brasil, Hugo Gomes dos Santos Silva atau yang akrab disapa Jaja. Pemain yang musim lalu membela Dewa United itu dikabarkan akan segera merapat ke Bandung.
Kabar kepindahan Jaja dari Dewa United ke Persib makin santer terdengar di kalangan pecinta sepakbola nasional. Dewa United disebut-sebut tidak akan memperpanjang kontrak sang gelandang, membuka peluang besar bagi Maung Bandung untuk mengamankan jasanya.
Musim lalu, Jaja tampil impresif dan menjadi kunci permainan Dewa United yang finis sebagai runner-up Liga 1 2024/2025, tepat di bawah Persib. Ia juga berperan penting saat memperkuat Madura United hingga meraih posisi kedua di musim sebelumnya.
Langkah Persib merekrut Jaja diprediksi sebagai pengganti Tyronne del Pino, yang kontraknya tidak diperpanjang. Selain Tyronne, Maung Bandung juga kehilangan Mateo Kocijan, membuat lini tengah menjadi fokus utama dalam perburuan pemain anyar.
Pengamat Soroti Potensi Transfer Jaja ke Persib
Pengamat sepakbola nasional, Muhamad Rais Adnan, mengaku terkejut dengan keputusan Dewa United melepas Jaja. Dalam sebuah podcast, ia menyebut sang pemain sebagai salah satu gelandang paling komplet di Liga 1.
“Jaja itu bisa jadi gelandang bertahan sekaligus menyerang. Dia juga punya kemampuan membaca permainan dan mengatur tempo, serta memberi suplai bola matang ke lini depan,” ujar Rais.
Hal senada diungkapkan Haris Pardede, pengamat lainnya. Menurutnya, Jaja adalah tipikal pemain yang bisa beradaptasi di berbagai skema permainan.
“Dia bisa dicangkok di mana saja. Cocok dengan banyak sistem,” ujar Haris.
Namun, isu gaji disebut bisa menjadi kendala. Kabarnya, Persib kini lebih berhati-hati dalam mengatur bujet, termasuk membatasi besaran gaji untuk pemain asing.
Persib Bidik Pemain Diaspora, Tapi Harga Jadi Tantangan
Selain Jaja, Persib dikabarkan juga tertarik memboyong pemain diaspora yang membela timnas Indonesia. Namun harga transfer dan gaji tinggi menjadi batu sandungan. Meski begitu, pelatih Bojan Hodak disebut sedang mencoba pendekatan langsung untuk menegosiasikan nilai kontrak.
“Paling tidak bisa turun sedikit lah (harganya),” kata Rais dengan nada bercanda.
Meski tidak jor-joran dalam belanja pemain, Persib tetap memiliki daya tawar tinggi. Stabilitas keuangan dan dukungan fanatik dari suporter menjadi nilai plus tersendiri.
“Kalau di Persib, gaji Rp 1 miliar tapi lancar. Sementara di klub lain bisa dapat Rp 3,5 miliar, tapi belum tentu dibayar tepat waktu. Itu jadi pertimbangan penting,” ujar Haris.
Ia juga menambahkan bahwa fanbase Persib yang terbesar di Indonesia menjadi daya tarik emosional bagi pemain.
“Romantisme bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh tidak bisa diukur dengan uang. Itu kelebihan Persib yang tidak dimiliki semua klub,” pungkasnya.
Dengan segala dinamika ini, menarik dinantikan apakah Jaja akan benar-benar berseragam biru musim depan dan membawa Persib meraih gelar juara yang lebih konsisten.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









