bukamata.id – Langit Asia terasa begitu tinggi bagi Persib Bandung. Kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/26 membuat langkah Maung Bandung di kompetisi level Asia berada di ujung tanduk.
Bermain di Ratchaburi Stadium, Thailand, Rabu (11/2/2026), tim asuhan Bojan Hodak harus menerima kenyataan pahit. Dua gol Tana serta satu lesakan Gabriel Mutondo Kupa membuat wakil Thailand itu pulang dengan keunggulan nyaman.
Kini, situasinya sederhana tapi berat: Persib wajib menang dengan selisih minimal empat gol pada leg kedua jika ingin lolos ke perempat final.
Prediksi Suram: 8 Persen untuk Persib
Media analisis sepak bola berbahasa Inggris, Footy Rankings, memunculkan proyeksi peluang lolos untuk wilayah timur ACL 2. Hasilnya tak terlalu menggembirakan bagi Bobotoh.
“Proyeksi wilayah timur ACL 2, peluang lolos ke perempat final,” tulis Footy Rankings di media sosial X, Jumat (13/2/2026).
“Ratchaburi 92 persen, Persib Bandung 8 persen.”
Angka tersebut menggambarkan betapa curam jalan yang harus didaki Persib. Secara matematis, peluang itu memang masih ada. Namun secara statistik dan performa leg pertama, Ratchaburi berada di posisi yang jauh lebih aman.
Sebagai perbandingan, di pertandingan lain babak 16 besar, CAHN dari Vietnam membantai Tampines Rovers 4-0. Footy Rankings bahkan hanya memberi peluang 1 persen untuk Tampines dan 99 persen bagi CAHN. Artinya, peluang Persib masih sedikit lebih baik—meski tetap tergolong tipis.
Misi Empat Gol di GBLA
Harapan Persib kini bertumpu pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Bermain di hadapan ribuan Bobotoh bisa menjadi energi tambahan yang tak ternilai.
Bojan Hodak menyadari betul bahwa performa timnya di leg pertama belum mencerminkan level terbaik.
“Tentu saja di kandang kami harus tampil lebih baik. Ini sepak bola. Dalam sepak bola, semuanya mungkin terjadi,” tegas Bojan Hodak.
Pelatih asal Kroasia itu menolak menyerah sebelum 90 menit terakhir dimainkan. Ia percaya sepak bola kerap menghadirkan kejutan, terutama ketika faktor kandang berbicara.
“Dan tentu saja mereka selalu memberi kami energi tambahan. Kami tidak tampil sesuai level yang seharusnya.”
“Saya pikir kami masih punya 90 menit lagi,” tandasnya.
Faktor Jadwal dan Kebugaran
Persib memiliki waktu sekitar tujuh hari untuk mempersiapkan leg kedua. Sementara itu, Ratchaburi masih harus menjalani pertandingan domestik di Liga Thailand akhir pekan ini. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebugaran tim tamu.
Namun, keunggulan agregat tiga gol tetap menjadi modal besar bagi wakil Thai League tersebut. Mereka hanya perlu menjaga konsentrasi dan tidak kebobolan banyak untuk memastikan tiket perempat final.
Di sisi lain, Persib dituntut tampil agresif sejak menit pertama. Skema menyerang total hampir pasti menjadi pilihan, meski risiko serangan balik selalu mengintai.
Remontada atau Tamat
Sepak bola Asia pernah menyajikan kisah comeback dramatis. Empat gol bukan hal mustahil, tetapi juga bukan perkara mudah—terlebih melawan tim yang sudah menunjukkan kualitas dan kedisiplinan taktik.
Bagi Bobotoh, kata “remontada” kini mulai bergaung. Semakin kecil peluang, semakin besar harapan akan keajaiban. Tekanan memang ada, tetapi justru dalam situasi seperti inilah mentalitas tim diuji.
Persib harus menemukan kembali identitas permainan terbaiknya: agresif, solid, dan efektif di depan gawang. Kesalahan kecil saja bisa mengubur harapan lebih cepat.
Delapan persen hanyalah angka. Di atas kertas, peluang itu terlihat nyaris mustahil. Namun di lapangan, 90 menit masih menunggu untuk dituliskan.
Jika mampu membalikkan keadaan, kemenangan itu akan menjadi salah satu malam paling bersejarah dalam perjalanan Persib di pentas Asia. Jika tidak, setidaknya Maung Bandung telah berjuang sampai peluit akhir berbunyi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











