bukamata.id – Persib Bandung memasuki hari terakhir bursa transfer Super League 2026/2027 dengan satu pertanyaan yang belum terjawab: apakah Maung Bandung masih akan mendatangkan pemain baru atau memilih bertahan dengan skuad yang sudah dimiliki?
Bursa transfer ditutup pada Rabu (23/9/2026). Hingga batas akhir tersebut, Persib telah merekrut delapan pemain baru, yakni Gabriel Mutombo, Danijel Loncar, Gakuto Notsuda, Balsa Sekulic, Luka Menalo, Mariano Peralta, Sandy Walsh, dan Ragnar Oratmangoen.
Kehadiran delapan pemain tersebut membuat jumlah pemain Persib kini mencapai 29 orang.
Komposisi tersebut akan menjadi tumpuan Persib untuk menjalani musim yang cukup panjang. Maung Bandung harus membagi fokus di empat ajang, yaitu Super League, AFC Champions League Two (ACL Two), ASEAN Club Championship, dan League Cup.
Namun, banyaknya kompetisi membuat kedalaman skuad kembali menjadi bahan pembicaraan.
Tujuh Pertandingan Menanti Persib pada Oktober
Tantangan besar sudah terlihat pada Oktober 2026. Dalam waktu kurang dari sebulan, Persib dijadwalkan menjalani tujuh pertandingan yang tersebar di tiga kompetisi.
Perjalanan dimulai pada 8 Oktober. Persib harus terbang ke Thailand untuk menghadapi Port FC dalam ajang ASEAN Club Championship.
Hanya tiga hari kemudian, Persib sudah harus kembali bermain di Bandung. Dewa United akan menjadi lawan Maung Bandung di GBLA pada 11 Oktober.
Agenda berlanjut ke ACL Two. Pada 14 Oktober, Persib dijadwalkan menjamu The Cong-Viettel di GBLA untuk pertandingan Grup E.
Belum selesai dengan pertandingan kontinental, Persib kembali beraksi di kompetisi domestik. Persik Kediri dijadwalkan datang ke GBLA pada 18 Oktober.
Setelah itu, Maung Bandung harus melakoni dua laga tandang.
Persib akan menghadapi Madura United pada 22 Oktober, kemudian bertandang ke Stadion Pakansari untuk menghadapi Garudayaksa FC pada 26 Oktober.
Dua hari kemudian, Persib kembali bermain di kandang. Melbourne Victory sudah menunggu di GBLA dalam lanjutan ACL Two pada 28 Oktober.
Jika seluruh jadwal tersebut berjalan sesuai rencana, Persib akan menjalani tujuh pertandingan hanya dalam rentang 21 hari.
Risiko Cedera hingga Akumulasi Kartu
Jadwal dengan frekuensi pertandingan tinggi tentu membutuhkan pengelolaan skuad yang cermat.
Mayoritas laga Persib pada Oktober memiliki jeda tiga sampai empat hari. Namun, ada periode yang lebih singkat ketika Persib hanya memiliki waktu dua hari untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya.
Kondisi itu terjadi setelah pertandingan kontra Garudayaksa FC pada 26 Oktober. Persib harus kembali tampil menghadapi Melbourne Victory pada 28 Oktober.
Dalam situasi seperti ini, rotasi pemain berpotensi menjadi kebutuhan. Pelatih bukan hanya harus mempertimbangkan kondisi fisik pemain, tetapi juga mengantisipasi cedera dan akumulasi kartu.
Pengamat Persib, Indra Jaya, menilai komposisi yang ada masih perlu mendapat perhatian jika Persib benar-benar harus menjalani empat kompetisi secara bersamaan.
“Dengan pemain yang ada untuk empat kompetisi ya masih belum dalam skuadnya,” ujar Indra.
Striker dan Kiper Dinilai Masih Perlu Diperhatikan
Indra secara khusus menyoroti dua posisi yang menurutnya masih dapat diperkuat Persib, yakni sektor penyerang dan penjaga gawang.
“Seperti di posisi striker dan kiper Persib harusnya masih mengejar beberapa pemain baru untuk mengisi pos tersebut,” katanya.
Kebutuhan pemain tambahan tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah pemain. Kedalaman skuad juga menyangkut kesiapan pemain pelapis ketika pemain utama harus dirotasi atau absen.
Apalagi Persib memiliki jadwal pertandingan lintas kompetisi yang berdekatan. Kondisi tersebut dapat membuat tenaga pemain terkuras apabila tidak diimbangi rotasi yang memadai.
Persib Harus Segera Menentukan Sikap
Kini, ruang bagi Persib untuk melakukan perubahan skuad semakin sempit karena bursa transfer Super League 2026/2027 resmi memasuki hari penutupan.
Jika tidak ada tambahan pemain, maka 29 pemain yang ada harus dipersiapkan untuk menghadapi seluruh agenda kompetisi musim ini.
Menurut Indra, persoalan bukan hanya kemungkinan munculnya cedera. Hukuman akibat akumulasi kartu kuning maupun kartu merah juga dapat sewaktu-waktu mengurangi jumlah pemain yang tersedia.
“Selain khawatir badai cedera, adanya akumulasi seperti kartu kuning dan kartu merah bisa terjadi kapanpun, menghambat tim ketika ada kejomplangan di skuad Persib,” ujarnya.
Dengan jadwal Oktober yang begitu rapat, Persib kini berada pada fase penting untuk menentukan strategi komposisi skuad. Keputusan pada hari terakhir bursa transfer akan menjadi bagian dari persiapan Maung Bandung menghadapi rangkaian pertandingan panjang di empat kompetisi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








