bukamata.id – Pelatih Persib, Bojan Hodak dibuat geram oleh wasit yang memimpin laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada lanjutan Liga 1 2024/2025 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (16/2/2025).
Laga yang berlangsung sengit itu dipimpin oleh wasit lokal, Muhammad Tri Santoso, sementara pada putaran pertama pertandingan Persib melawan Persija dipimpin oleh wasit asing asal Malaysia, Nazmi Nasaruddin.
Bojan Hodak pun mempertanyakan keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menunjuk wasit lokal untuk memimpin pertandingan tersebut.
Pelatih asal Kroasia ini merasa kepemimpinan wasit asal Yogyakarta itu kurang memadai, karena ada beberapa keputusan yang patut dipertanyakan.
“Pertanyaan pertama saya adalah kenapa pertandingan ini dipimpin oleh wasit ini. Sedangkan ketika di Bandung, pertandingan dipimpin oleh wasit terbaik di Asia Tenggara,” ujar Bojan Hodak, dikutip dari BandungFootball, Senin (17/2/2025).
“Kenapa jika mereka membawa wasit asing di sana (Bandung), kenapa tidak membawa wasit asing ke sini (Bekasi) juga? Laga ini terlalu banyak kesalahan, dan pertanyaan saya kenapa tidak ada wasit asing di sini? Itu saja,” tegas Bojan Hodak.
Disamping itu, Bojan Hodak, menjelaskan bahwa timnya sebenarnya sudah cukup banyak mengancam gawang Persija.
Beberapa peluang dari Ciro Alves, Gervane Kastaneer, dan Tyronne del Pino terbuang sia-sia di babak pertama. Sementara itu, Persija berhasil memaksimalkan peluang menjadi gol lewat kaki Gustavo Almeida (33’) dan Firza Andika (39’).
“Kami bisa memasuki kotak penalti mereka 5-6 kali, tetapi tidak bisa mencetak gol. Sebaliknya, Persija hanya beberapa kali masuk kotak penalti, tapi berhasil mencetak dua gol,” ujar Bojan Hodak.
Di babak kedua, Persib menggencarkan serangan dengan memasukkan David da Silva untuk mengejar ketinggalan.
Keberuntungan mulai berpihak pada tim Maung Bandung setelah Nick Kuipers mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit 52. Semenit sebelum pertandingan berakhir, David da Silva berhasil menyamakan kedudukan dengan gol indah pada menit 70.
“Di babak kedua, kami mencetak dua gol. Mereka juga memiliki beberapa peluang, terutama dari tendangan bebas dan sepak pojok. Mereka punya 6-7 pemain tinggi, tetapi pada akhirnya saya tidak melihat mereka memiliki peluang berbahaya,” lanjut Bojan Hodak.
Persib sekali lagi menunjukkan mentalitas dan karakter tak kenal menyerah.
“Ini bukan pertama kalinya, tim ini juga pernah beberapa kali melakukan comeback setelah ketinggalan 1-2 gol musim lalu. Artinya, para pemain memiliki karakter yang kuat,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










