Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Strategi ‘Senyap’ Igor Tolic di Bursa Transfer: Persib Bandung Tak Ingin Disalip Rival!

Sabtu, 11 Juli 2026 10:30 WIB

Spanyol vs Prancis di Semifinal! Magis Mikel Merino Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 09:55 WIB

Tangan Dingin Yenny Wahid Diuji! Di Balik Rekor Dunia Panjat Tebing & Misteri Klarifikasi Desak Made

Sabtu, 11 Juli 2026 09:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Strategi ‘Senyap’ Igor Tolic di Bursa Transfer: Persib Bandung Tak Ingin Disalip Rival!
  • Spanyol vs Prancis di Semifinal! Magis Mikel Merino Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
  • Tangan Dingin Yenny Wahid Diuji! Di Balik Rekor Dunia Panjat Tebing & Misteri Klarifikasi Desak Made
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Menjelajahi Surga Kuliner di Kota Hujan: 3 Destinasi “Hidden Gem” yang Wajib Dicoba di Bogor
  • Jangan Sampai Terlewat! PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Resmi Dirilis! GPT-5.6 Bawa Lompatan Besar, OpenAI Kenalkan AI Paling Canggih
  • Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Segera Cair, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerimanya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 11 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action

By Aga GustianaSabtu, 4 April 2026 16:47 WIB5 Mins Read
Viral perekaman foto KTP ODGJ di Temanggung bak shooting film. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah pekarangan rumah sederhana di salah satu desa di Kabupaten Temanggung mendadak berubah menjadi lokasi set yang sibuk. Bukan untuk produksi layar lebar atau konten kreatif selebgram, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang menguras peluh dan kesabaran. Sejumlah pria berseragam dinas tampak pontang-panting. Ada yang memegang laptop, ada yang mengarahkan lensa kamera, dan dua orang lainnya sigap membentangkan kain merah panjang sebagai latar belakang.

Suasananya riuh, persis bak shooting film kolosal yang penuh arahan sutradara. Bedanya, sang “aktor utama” dalam adegan ini adalah seorang warga penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sulit diprediksi gerakannya.

Perjuangan Tim Gempita (Gerakan Melayani Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan) dari Disdukcapil Kabupaten Temanggung ini mendadak viral setelah akun TikTok @wulan_semar dan akun informasi regional mengunggah cuplikan proses perekaman e-KTP jemput bola tersebut. Video itu memotret realita betapa berharganya selembar kartu identitas bagi mereka yang sering terlupakan oleh sistem.

Diplomasi Rokok dan Bujuk Rayu

Mendapatkan foto wajah yang presisi dari seorang ODGJ bukanlah perkara mudah. Dalam video yang beredar, terlihat petugas harus mengikuti ke mana pun target bergerak. Saat target duduk, petugas ikut berjongkok. Saat target berdiri dan berjalan menjauh, tim pembawa kain merah harus berlari kecil menyesuaikan posisi agar latar belakang tetap tertutup warna merah standar pasfoto negara.

Baca Juga:  Modus Jalur Khusus Masuk Akpol, Warga Pekalongan Rugi Miliaran: 'Katanya Bisa Lolos, Ternyata Tipu-tipu'

“Alhamdulillah perjalanan Tim Gempita kali ini mendapat support luar biasa dari kepala desa setempat. Beliau turun langsung mendampingi tim bahkan sangat sibuk membujuk target agar bersedia difoto,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Bahkan, demi mendapatkan atensi sang warga, petugas harus menggunakan metode “diplomasi” khusus. Mulai dari iming-iming makanan hingga sebungkus rokok agar sang warga mau diam sejenak di depan kamera.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Temanggung, Bagus Pinuntun, mengonfirmasi bahwa aksi dalam video tersebut merupakan bagian dari pelayanan rutin bagi penduduk rentan.

“Pencatatan kependudukan yang berwujud KTP itu boleh dikatakan pencatatan kependudukan versi paling sempurna. Dilengkapi dengan bukti yang bersangkutan difoto, sidik jari, kemudian face recognition,” kata Bagus saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).

Mengapa Harus Ribet? Antara Sistem dan Realita Lapangan

Viralnya video ini memicu perdebatan hangat di kolom komentar. Tak sedikit netizen yang mempertanyakan mengapa prosesnya harus se-manual dan se-repot itu. Beberapa bahkan membandingkan teknologi birokrasi Indonesia dengan kecerdasan buatan (AI) yang dianggap bisa memanipulasi latar belakang secara instan tanpa perlu kain merah manual.

Berikut adalah beberapa potongan komentar netizen yang mewakili dua sisi mata uang:

“Salut buat petugasnya, sabarnya seluas samudra. Bayangin kalau yang difoto tiba-tiba ngamuk.”

“Hari gini masih bawa kain merah manual? Kenapa nggak pakai aplikasi atau AI buat ganti background-nya? Kasihan petugasnya harus lari-lari gitu, kelihatan ribet banget sistem kita.”

“Buat apa sih dipaksain kalau emang susah? Kasihan juga ODGJ-nya kayak tertekan gitu.”

@Kemanusiaan_First: “KTP itu kunci bansos dan BPJS, mending ribet sekarang daripada mereka sakit nggak bisa berobat karena nggak punya identitas. Semangat Pak Kades!”

Menanggapi anggapan bahwa proses tersebut “ribet” atau bisa digantikan dengan teknologi manipulasi gambar, Bagus Pinuntun memberikan penjelasan teknis yang mendasar. Menurutnya, perekaman data kependudukan terikat pada sistem SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) yang terpusat di Kemendagri dengan standar keamanan tinggi.

Baca Juga:  Nekat Pasang Tenda Pernikahan di Tengah Jalan Provinsi, Pemilik Hajat di Majalaya Ketiban Apes

Sistem Face Recognition (FR) memerlukan keaslian data tanpa manipulasi digital berlebih untuk memastikan validitas identitas. Penggunaan kain merah secara fisik memastikan bahwa sistem dapat mendeteksi objek manusia secara kontras tanpa distorsi algoritma yang bisa menyebabkan kegagalan verifikasi di pusat data.

“Alat yang kita gunakan itu ada dua alat. Alat yang sifatnya mobile dan alat sifatnya tidak mobile. Yang dibawa kawan-kawan itu portable. Alat ini spesifik kalau lengkap pasti ada data base, siak, ada iris, ada sidik jari dan lain sebagainya,” tambah Bagus.

Mengejar 80 Persen Presisi Demi Akses Kesehatan

Bagus menjelaskan bahwa untuk penduduk rentan seperti ODGJ atau lansia yang lumpuh, sistem memberikan sedikit fleksibilitas namun tetap mengedepankan akurasi. Jika sidik jari sulit diambil karena kondisi fisik yang sudah rusak atau tidak kooperatif, maka pemindaian iris mata dan foto wajah menjadi tumpuan utama.

Baca Juga:  Link Video Vell TikTok Blunder Diburu Warganet, Pakar Ingatkan Hal Mengerikan yang Bisa Terjadi pada HP Anda!

“Untuk penduduk rentan ini kan tidak bisa diambil semua secara sempurna seperti sidik jari kesusahan, ambil wajahnya juga susah tidak bisa sempurna. Ketidaksempurnaan ini oleh sistem difasilitasi sehingga ketika ngambil, makanya komputer ditenteng terus agar sinyal dan foto pas menyambung,” jelasnya.

Target utama dari keribetan bak shooting film ini adalah mencapai minimal 80 persen presisi foto agar data bisa masuk ke server pusat. Tanpa data yang masuk ke sistem, warga ODGJ tersebut tidak akan pernah memiliki NIK yang aktif. Tanpa NIK, mereka secara otomatis “terhapus” dari daftar penerima bantuan sosial (Bansos) maupun layanan kesehatan gratis melalui BPJS yang dibiayai pemerintah.

Perjuangan di lapangan memang terkadang terlihat melelahkan dan mengundang tawa bagi yang melihat, namun bagi Tim Gempita, ini adalah balapan dengan waktu. Setiap wajah yang berhasil terekam adalah satu nyawa yang kembali mendapatkan hak-hak dasarnya sebagai warga negara.

Maka, meski harus berjongkok di atas tumpukan batu atau berlari membawa kain merah di tengah terik matahari, proses ini tetap dijalani. Karena di balik lembaran kartu identitas yang “ribet” itu, ada jaminan akses kesehatan dan perlindungan sosial yang selama ini tak tersentuh oleh mereka yang rentan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aktor Utama Santai Sebat Bak Shooting Film Berita Temanggung Disdukcapil Temanggung KTP ODGJ Temanggung Rekam KTP Ribet viral hari ini
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menjelajahi Surga Kuliner di Kota Hujan: 3 Destinasi “Hidden Gem” yang Wajib Dicoba di Bogor

Resmi Dirilis! GPT-5.6 Bawa Lompatan Besar, OpenAI Kenalkan AI Paling Canggih

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Cukup Login! Saldo DANA Gratis Rp200.000 Cair Langsung ke Dompet Digitalmu Hari Ini, 11 Juli 2026

Update Kode Redeem FF 11 Juli 2026: Klaim Skin dan Item Eksklusif Sekarang!

Update Bansos 2026: DTSEN Versi 3 Segera Hadir, Cek Status Penerima Anda di Sini

Rayakan Usia ke-6, AstraPay Tancap Gas Perkuat Digitalisasi UMKM di Jawa Barat

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Update Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 6 Juli 2026: Klaim Skin dan Diamond Gratis!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.