bukamata.id – Persib Bandung benar-benar sedang membangun “dinasti” baru di kancah sepak bola nasional. Menjelang musim 2026-2027, manajemen terlihat begitu agresif dalam memperkuat kedalaman skuad. Ibarat sedang merakit superteam, mereka sukses mengamankan tanda tangan Gabriel Mutombo dan Gakuto Notsuda, dua pilar yang kenyang pengalaman di Liga Thailand.
Tak berhenti di situ, suntikan kualitas dari Eropa pun didatangkan melalui Luka Menalo serta mesin gol tajam asal Montenegro, Balsa Sekulic. Namun, masterstroke yang paling mencuri perhatian publik adalah keberhasilan memulangkan bintang Timnas Indonesia, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen, ke tanah air.
Igor Tolic Belum Puas
Di balik kemegahan deretan nama baru tersebut, sang arsitek tim, Igor Tolic, memberikan sinyal bahwa keran transfer belum akan ditutup. Mengingat beban empat kompetisi besar yang menanti di musim depan, Tolic mengaku masih terus memantau dinamika di bursa transfer.
“Jika Anda bertanya kepada saya sekarang (berapa pemain baru lagi), saya tidak tahu. Maksudnya, saya tahu tapi tepatnya ini belum selesai,” sebut Tolic, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas kuota pemain asing hingga 11 orang menjadi pertimbangan taktis yang krusial.
“Beberapa pemain baru masih akan datang. Saya tidak tahu, apakah kami butuh, karena klub bisa memiliki 11 pemain asing. Mungkin, jika kami bermain di Piala Liga, dan melaju sampai ke final di musim panas, mungkin kita perlu membawa satu atau dua lagi, dan kemudian karena kami perlu bersiap untuk ACL Two (ACL 2),” paparnya.
Tolic Skakmat Rumor Mariano Peralta
Nama Mariano Peralta belakangan terus dikaitkan dengan kepindahan ke Bandung. Menanggapi desas-desus liar tersebut, Tolic memilih untuk tidak terjebak dalam gimik media. Ia memegang prinsip bahwa setiap negosiasi harus dibungkus rapat hingga benar-benar menemui kata sepakat.
“Saya minta maaf, tetapi Anda tidak bisa mengetahui segalanya. Anda akan tahu nanti saat—mereka – siapa pun pemainnya – sudah berada di sini,” kata Tolic.
Bagi Tolic, rumor hanyalah cara instan untuk menaikkan nilai jual pemain di mata publik. Ia menegaskan bahwa timnya memiliki prosedur sendiri dalam perekrutan yang mengedepankan efektivitas dibandingkan sensasi.
“Tetapi setiap orang ingin mengetahui sesuatu, itulah mengapa rumor menyebar. Orang-orang media mungkin agak terlambat mengetahuinya, dan saya tahu Anda (media) menyukai semua informasi (diberikan) sebelumnya. Tetapi kami harus merahasiakan, karena banyak klub menginginkan pemain-pemain ini dan Anda tampak ingin menyelesaikan ini secepat mungkin, tidak ada yang tahu. Saat mendatangkan pemain, saat kami menyebutkan namanya, dia sudah ada di sini. Orang lain yang menyebutkan namanya tapi tidak ada di sini berarti tidak. Saat Anda melihatnya di sini, dia berarti benar ada di sini,” jelasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









