bukamata.id – Kesempatan Persija Jakarta untuk melampaui Persib Bandung di klasemen Super League 2025/2026 harus pupus. Hasil negatif yang didapat saat menghadapi Semen Padang membuat langkah Macan Kemayoran tertahan, sekaligus memicu beragam respons dari Jakmania dan Bobotoh.
Sebelum pertandingan digelar, situasi sebenarnya cukup menguntungkan bagi Persija. Tim asal Ibu Kota itu mengantongi 29 poin dari 13 laga. Tambahan tiga poin akan membawa mereka ke angka 32, melewati Persib Bandung yang sementara duduk di posisi kedua dengan 31 poin dari 14 pertandingan.
Namun, skenario ideal tersebut tak pernah menjadi kenyataan.
Gol Bunuh Diri Jadi Penentu Kekalahan Persija
Bertanding di Stadion Haji Agus Salim, Senin (22/12/2025), Persija justru pulang dengan tangan hampa. Tim tuan rumah, Semen Padang, sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0.
Petaka bagi Persija terjadi pada menit ke-83 ketika Jordi Amat, yang dikenal sebagai bek berpengalaman Timnas Indonesia, melakukan gol bunuh diri. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda di laga yang berlangsung sengit tersebut.
Situasi semakin rumit bagi tim asuhan Mauricio Souza karena harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain.
Dua Kartu Merah Perburuk Situasi
Persija kehilangan Figo Dennis lebih dulu setelah diganjar kartu merah pada menit ke-37. Kondisi semakin sulit ketika Fabio Calonego menyusul keluar lapangan usai menerima kartu merah di masa injury time menit 90+6′.
Bermain dengan jumlah pemain yang timpang membuat Persija kesulitan mengembangkan permainan, meski sempat mencoba mengejar ketertinggalan di sisa laga.
Hasil Mengejutkan di Tengah Tren Positif
Kekalahan ini terbilang mengejutkan jika melihat performa Persija sebelumnya. Macan Kemayoran tengah berada dalam tren apik dengan lima kemenangan beruntun sebelum bertandang ke Padang.
Sebaliknya, Semen Padang justru datang dengan catatan kurang meyakinkan, hanya mencatat satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir. Namun, sepak bola kembali membuktikan bahwa statistik tak selalu mencerminkan hasil di lapangan.
Jakmania Soroti Kepemimpinan Wasit
Usai pertandingan, kekecewaan Jakmania tumpah di media sosial. Kolom komentar akun Instagram resmi Persija dipenuhi kritik, terutama yang menyoroti kepemimpinan wasit.
Sebagian suporter menilai ada sejumlah keputusan kontroversial, mulai dari gol yang dianulir hingga kartu yang dianggap terlalu mudah dikeluarkan. Narasi “melawan wasit” pun ramai digaungkan oleh pendukung Persija sebagai bentuk luapan emosi atas hasil yang dianggap tidak adil.
Bobotoh Ikut Bereaksi, Sindiran hingga Dukungan
Tak hanya Jakmania, suporter Persib Bandung alias Bobotoh juga ikut meramaikan suasana. Sebagai rival klasik, sejumlah Bobotoh melontarkan sindiran karena Persija gagal memanfaatkan peluang untuk menyalip Persib di klasemen.
Meski begitu, tak sedikit pula Bobotoh yang memberikan komentar bernada netral, bahkan menyemangati Persija agar segera bangkit dan kembali bersaing di papan atas.
Persaingan Klasemen Kian Panas
Hasil ini membuat persaingan di papan atas Super League 2025/2026 semakin menarik. Persija harus menunda ambisinya menekan Persib, sementara Maung Bandung tetap aman di posisi atas.
Dengan kompetisi yang masih panjang, satu hasil buruk belum menjadi penentu akhir. Namun, tekanan jelas meningkat, baik bagi pemain maupun pelatih, seiring ekspektasi tinggi dari para pendukung setia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










