bukamata.id – Persatuan Islam (Persis) menggelar Persis Ramadan Expo 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan antara pelaku UMKM dengan masyarakat, khususnya keluarga besar Persis dan umat Muslim di Jawa Barat menjelang Idulfitri.
Pimpinan Pusat Persis, Jeje Zaenudin menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program yang dirancang dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-4 PP Persis.
Melalui expo ini, Persis ingin menghimpun sekaligus memberikan ruang bagi para penggiat ekonomi, terutama pelaku usaha skala kecil dan menengah.
“Kegiatan Persis Expo ini adalah salah satu program yang telah dirancang dalam Mukernas ke-4 PP Persis. Kita ingin menghimpun dan memberikan sarana kepada para penggiat ekonomi kita, khususnya pelaku usaha yang sebagian besar masih dalam kategori UMKM,” ujar Jeje.
Ia menyebut, berdasarkan pendataan internal, terdapat banyak komunitas usaha di lingkungan Persis, khususnya di wilayah Jawa Barat. Oleh karena itu, kegiatan ini dijadikan sebagai langkah awal untuk mempertemukan produk-produk UMKM tersebut dengan masyarakat.
“Sebagai uji coba langkah pertama, kami menyelenggarakan untuk skala Jawa Barat terlebih dahulu. Mudah-mudahan ini bisa menjadi ajang pertemuan antara masyarakat yang membutuhkan produk lokal dengan para pengusaha yang memiliki produk-produk yang mungkin belum tersosialisasikan secara luas,” katanya.
Kegiatan Persis Ramadan Expo digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, dengan memanfaatkan momentum pertengahan Ramadan. Menurut Jeje, waktu tersebut dipilih karena biasanya masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran, mulai dari bahan kue hingga pakaian.
Sementara itu, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mendorong agar Persis Ramadan Expo dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
“Saya minta dengan sangat agar kegiatan Persis Ramadan Expo ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Bahkan kalau memungkinkan, skalanya bisa diperbesar dan memberi kesempatan bagi organisasi Islam lain serta pelaku UMKM yang lebih luas untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Koperasi juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Persis terkait pengembangan produk UMKM yang dihasilkan oleh keluarga besar Persis.
Menurut Ferry, berbagai produk yang dipamerkan dalam expo tersebut, mulai dari makanan, kuliner, hingga produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan kecap, memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.
“Tadi saya lihat sendiri produk-produk yang dihasilkan keluarga besar Persis. Saya merasa sangat berbahagia karena ternyata harapan saya terjawab. Produk-produk tersebut sudah bisa diproduksi dan memiliki kualitas yang baik,” katanya.
Ke depan, produk-produk UMKM Persis diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah dikembangkan pemerintah. Melalui skema ini, produk lokal tidak hanya dijual di lingkungan terbatas, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih luas.
“Koperasi desa dan kelurahan Merah Putih ini bukan hanya tempat menjual barang kepada masyarakat, tetapi juga menjadi outlet bagi produk-produk UMKM lokal agar bisa berkembang dan naik kelas,” kata Ferry.
Ia menambahkan, selama ini banyak pelaku UMKM masih bergerak secara individual di sektor informal sehingga sulit berkembang. Dengan pendekatan koperasi, skala produksi dan distribusi diharapkan dapat meningkat.
“Selama ini pelaku UMKM bergerak sendiri-sendiri. Sekarang kita dorong mereka naik kelas melalui koperasi. Nantinya koperasi yang akan membantu meningkatkan skala produksi dan memperluas pasar,” ujarnya.
Melalui kegiatan Persis Ramadan Expo 2026 ini, diharapkan produk-produk UMKM lokal, khususnya dari komunitas Persis di Jawa Barat, dapat semakin dikenal masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas menjelang momentum Lebaran.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











