Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menolak Lupa Mimpi: Kisah Dessy, Mahasiswi yang ‘Terjebak’ di Ruang Kelas Demi Sebuah Janji

Rabu, 15 April 2026 10:04 WIB

Gagal Saat Lawan Bali United, Teja Masih Berpeluang Cetak Sejarah

Rabu, 15 April 2026 09:32 WIB
Game Free Fire

Buruan Klaim! Kode Redeem FF 15 April 2026: Ada Skin Senjata & Bundle Premium Gratis Hari Ini

Rabu, 15 April 2026 09:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menolak Lupa Mimpi: Kisah Dessy, Mahasiswi yang ‘Terjebak’ di Ruang Kelas Demi Sebuah Janji
  • Gagal Saat Lawan Bali United, Teja Masih Berpeluang Cetak Sejarah
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 15 April 2026: Ada Skin Senjata & Bundle Premium Gratis Hari Ini
  • Detik-Detik Pohon Tumbang di Bandung, Toyota Noah Rusak Parah
  • Jawa Barat Siaga Kemarau Ekstrem 2026: Lebih Kering dan Panjang dari Biasanya!
  • Rumah Layak untuk Rakyat: Sinergi bank bjb dan Kementerian PKP Luncurkan BSPS 2026 di Jawa Barat
  • Lari Gratis di Surabaya! bank bjb Bagi-Bagi Tiket Suroboyo 10K Lewat Program Nabung Seru
  • Perkuat Likuiditas Nasional, bank bjb Sabet Penghargaan Bergengsi di SPPA BEI Award 2025
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pertambangan Jabar Catat Rapor Merah, Turun 4,8 Persen Imbas Penutupan Tambang Ilegal

By Putra JuangJumat, 6 Februari 2026 13:48 WIB2 Mins Read
Aktivitas pertambangan galian C di kawasan Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. (Foto: Agi Ilman)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langkah berani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menertibkan pertambangan ilegal sepanjang tahun 2025 membuahkan hasil ganda yakni tata kelola lingkungan yang lebih baik, namun di sisi lain menyebabkan sektor pertambangan menjadi satu-satunya titik lemah dalam rapor ekonomi Jabar.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, sektor pertambangan mencatatkan rapor merah dengan kontraksi sebesar 4,8 persen (y-on-y) pada triwulan IV 2025. Angka ini menjadikannya satu-satunya lapangan usaha yang tumbuh negatif di tengah moncernya sektor lain.

Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, kontraksi tersebut berkaitan langsung dengan penutupan sejumlah tambang ilegal yang berdampak pada berhentinya aktivitas produksi dan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Ketika tambang ditutup, otomatis tidak ada lagi aktivitas produksi maupun pekerjaan yang berjalan. Produksi turun, penyerapan tenaga kerja juga ikut menurun,” ucap Ari di Kantor BPS Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Meski menekan kinerja pertambangan, Ari menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari upaya penertiban dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga tata kelola pertambangan dan lingkungan di Jabar. Kontraksi sektor pertambangan terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi Jabar yang tetap terjaga.

Secara keseluruhan, ekonomi Jabar pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,85 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,39 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar triwulan IV 2025 atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp474,29 triliun.

Kendati demikian, kontribusi pertambangan terhadap PDRB relatif kecil dan semakin tertekan akibat berhentinya sejumlah kegiatan tambang ilegal.

Pihaknya mencatat, dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Jabar dengan kontribusi 40,05 persen, diikuti perdagangan dan konstruksi.

Sebaliknya, lanjut Ari, pertambangan justru menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan pertumbuhan negatif.
Dampak penertiban tambang juga terasa pada penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

Ari menyebut, ketika tambang tidak lagi beroperasi, maka aktivitas ekonomi yang melibatkan pekerja ikut terhenti.

Meski demikian, BPS menilai tekanan di sektor pertambangan tidak mengganggu stabilitas ekonomi Jabar secara keseluruhan.

“Ini menunjukkan struktur ekonomi Jawa Barat cukup kuat. Meski ada kontraksi di satu sektor, sektor lain mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Jawa Barat ekonomi Jabar 2025 kontraksi sektor pertambangan penutupan tambang ilegal pertambangan ilegal Jawa Barat rapor merah pertambangan Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menolak Lupa Mimpi: Kisah Dessy, Mahasiswi yang ‘Terjebak’ di Ruang Kelas Demi Sebuah Janji

Detik-Detik Pohon Tumbang di Bandung, Toyota Noah Rusak Parah

Jawa Barat Siaga Kemarau Ekstrem 2026: Lebih Kering dan Panjang dari Biasanya!

Rumah Layak untuk Rakyat: Sinergi bank bjb dan Kementerian PKP Luncurkan BSPS 2026 di Jawa Barat

Perkuat Likuiditas Nasional, bank bjb Sabet Penghargaan Bergengsi di SPPA BEI Award 2025

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Viral BSU Rp600 Ribu April 2026, Kemnaker Tegaskan Ini Faktanya!

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.