Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Serbu Link DANA Kaget Hari Ini 26 Juni 2026: Amankan Kuota Saldo Gratis Sebelum Kehabisan, Ini Caranya!

Jumat, 26 Juni 2026 06:00 WIB

Perpisahan Robi Darwis dengan Persib, Tinggalkan Jejak dan Kenangan Manis

Jumat, 26 Juni 2026 05:00 WIB

Dicari Netizen! Link Video Viral TikTok Ibu Handuk Putih Picu Rasa Penasaran Publik

Jumat, 26 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Serbu Link DANA Kaget Hari Ini 26 Juni 2026: Amankan Kuota Saldo Gratis Sebelum Kehabisan, Ini Caranya!
  • Perpisahan Robi Darwis dengan Persib, Tinggalkan Jejak dan Kenangan Manis
  • Dicari Netizen! Link Video Viral TikTok Ibu Handuk Putih Picu Rasa Penasaran Publik
  • Dari Akademi hingga Juara Liga, Perjalanan Robi Darwis Bersama Persib Resmi Berakhir
  • Kejutan Akhir Pekan 26 Juni 2026! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Ini untuk Dapatkan Skin Senjata dan Bundel Gratis
  • Edisi Terbatas 26 Juni 2026! Borong Ratusan Primogem Gratis Lewat 6 Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Ini
  • Duel Hidup-Mati Grup F Piala Dunia 2026: Prediksi Skor dan Statistik Agresif Jepang vs Swedia
  • Borong Primogem Gratis! Segera Tukar 6 Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Juni 2026 Ini Sebelum Hangus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 26 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pertambangan Jabar Catat Rapor Merah, Turun 4,8 Persen Imbas Penutupan Tambang Ilegal

By Putra JuangJumat, 6 Februari 2026 13:48 WIB2 Mins Read
Aktivitas pertambangan galian C di kawasan Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. (Foto: Agi Ilman)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langkah berani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menertibkan pertambangan ilegal sepanjang tahun 2025 membuahkan hasil ganda yakni tata kelola lingkungan yang lebih baik, namun di sisi lain menyebabkan sektor pertambangan menjadi satu-satunya titik lemah dalam rapor ekonomi Jabar.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, sektor pertambangan mencatatkan rapor merah dengan kontraksi sebesar 4,8 persen (y-on-y) pada triwulan IV 2025. Angka ini menjadikannya satu-satunya lapangan usaha yang tumbuh negatif di tengah moncernya sektor lain.

Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, kontraksi tersebut berkaitan langsung dengan penutupan sejumlah tambang ilegal yang berdampak pada berhentinya aktivitas produksi dan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Ketika tambang ditutup, otomatis tidak ada lagi aktivitas produksi maupun pekerjaan yang berjalan. Produksi turun, penyerapan tenaga kerja juga ikut menurun,” ucap Ari di Kantor BPS Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Meski menekan kinerja pertambangan, Ari menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari upaya penertiban dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga tata kelola pertambangan dan lingkungan di Jabar. Kontraksi sektor pertambangan terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi Jabar yang tetap terjaga.

Secara keseluruhan, ekonomi Jabar pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,85 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,39 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar triwulan IV 2025 atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp474,29 triliun.

Kendati demikian, kontribusi pertambangan terhadap PDRB relatif kecil dan semakin tertekan akibat berhentinya sejumlah kegiatan tambang ilegal.

Pihaknya mencatat, dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Jabar dengan kontribusi 40,05 persen, diikuti perdagangan dan konstruksi.

Sebaliknya, lanjut Ari, pertambangan justru menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan pertumbuhan negatif.
Dampak penertiban tambang juga terasa pada penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

Ari menyebut, ketika tambang tidak lagi beroperasi, maka aktivitas ekonomi yang melibatkan pekerja ikut terhenti.

Meski demikian, BPS menilai tekanan di sektor pertambangan tidak mengganggu stabilitas ekonomi Jabar secara keseluruhan.

“Ini menunjukkan struktur ekonomi Jawa Barat cukup kuat. Meski ada kontraksi di satu sektor, sektor lain mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Jawa Barat ekonomi Jabar 2025 kontraksi sektor pertambangan penutupan tambang ilegal pertambangan ilegal Jawa Barat rapor merah pertambangan Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lebih Sangar dari Intel! Emak-emak Ini Sendirian Obrak-Abrik Sarang Sabu 24 Jam, Polisi Baru Gerak Pas Viral?

Peringati Hari Asyura, Cucun Ahmad Syamsurijal Santuni 1.448 Anak Yatim dan Resmikan Rumah Layak Huni

Ilustrasi gempa

Gempa Dahsyat Magnitudo 7,5 Guncang Venezuela, Puluhan Tewas dan Ratusan Terluka

Dedi Mulyadi Alihkan Sayembara Rp250 Juta untuk Korban YTR, Diserahkan saat Hari Bhayangkara

Masa Lalu Taufik Hidayat Terungkap, Ayah Sebut Anak Temperamental Sejak Kecil

Kisruh SPMB 2026, Ombudsman Semprot Disdik Jabar: Sosialisasi Minim Banget!

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.