Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB

Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini

Sabtu, 19 September 2026 04:00 WIB

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Sabtu, 19 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar
  • Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Siaga Kemarau Ekstrem 2026: Lebih Kering dan Panjang dari Biasanya!

By Aga GustianaRabu, 15 April 2026 08:48 WIB2 Mins Read
Ilustrasi musim kemarau. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Jawa Barat diminta bersiap menghadapi kondisi cuaca yang tidak biasa tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan jauh lebih gersang dibandingkan rata-rata kondisi dalam tiga dekade terakhir.

Dalam rilis resminya secara daring pada Selasa (14/4/2026), Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, mengungkapkan bahwa fenomena kemarau kali ini merupakan anomali jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis 30 tahun ke belakang.

93 Persen Wilayah Jabar Terancam “Haus” Hujan

Data BMKG menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Barat, tepatnya sekitar 93 persen, akan mengalami tingkat curah hujan di bawah batas normal. Artinya, pasokan air dari langit akan sangat minim, membuat tanah dan sumber air jauh lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa daerah yang masuk dalam zona merah kemarau kering ini meliputi:

  • Jawa Barat Bagian Barat & Utara: Bekasi, Cianjur, Sukabumi.
  • Jawa Barat Bagian Tengah & Timur: Kota Bandung, Kuningan, Cirebon, hingga Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Bandung 23 Januari 2026: Waspada Hujan Berulang

Menariknya, Kota Bogor diprediksi menjadi pengecualian karena hujan diperkirakan tetap turun sepanjang tahun, sehingga batas antara musim hujan dan kemarau di kota hujan tersebut tidak akan terlihat jelas.

Durasi Kemarau Lebih Panjang

Tak hanya lebih kering, 81 persen wilayah Jabar juga harus menghadapi musim panas yang lebih awet. Daerah seperti Indramayu, Karawang, Sukabumi, dan Tasikmalaya diprediksi mengalami durasi kemarau yang lebih lama dari jadwal biasanya.

Baca Juga:  Sungai Cikapundung Naik Hampir 2 Meter, Gedebage, Pagarsih dan Cikapundung Terancam Banjir

Puncak kekeringan diprediksi akan menghantam secara masif pada Agustus 2026, yang mencakup 90 persen wilayah Jawa Barat.

Strategi Menghadapi Krisis Air dan Penyakit

BMKG memberikan sejumlah rekomendasi krusial bagi pemerintah dan masyarakat untuk meminimalisir dampak kekeringan ekstrem ini. Vivi Indhira menekankan pentingnya manajemen air dan kewaspadaan terhadap kesehatan.

“Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Kita juga perlu hemat air,” kata Vivi.

Selain masalah air, faktor kesehatan menjadi perhatian serius. Penurunan kualitas sanitasi dan ancaman polusi udara akibat potensi kebakaran lahan bisa memicu masalah pernapasan.

Baca Juga:  Bobotoh Waspada, Cuaca Bandung Diprediksi Hujan Saat Pesta Biru Persib

“Antisipasi peningkatan infeksi saluran pernafasan akut akibat asap. Awasi juga kualitas sanitasi saat pasokan air berkurang,” ucap Vivi mengingatkan.

Panduan bagi Sektor Pertanian & Energi

Bagi para petani, BMKG menyarankan untuk segera merombak kalender tanam. Sangat disarankan untuk menghindari masa tanam saat puncak kemarau dan beralih ke varietas tanaman yang tahan kering atau komoditas palawija.

Di sektor energi, operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) juga harus dipantau ketat demi memastikan cadangan air di waduk tetap mencukupi kebutuhan listrik nasional di tengah penyusutan debit air yang signifikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cuaca bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.