Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Masih Kena Sanksi FIFA, Pemain Baru Belum Bisa Didaftarkan

Jumat, 17 Juli 2026 21:26 WIB
Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Jumat, 17 Juli 2026 21:18 WIB

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Jumat, 17 Juli 2026 20:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Masih Kena Sanksi FIFA, Pemain Baru Belum Bisa Didaftarkan
  • Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026
  • Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling
  • Persib Kunci Tiga Pemain Asing, Ini Alasan Ramon Tanque Cs Dipertahankan
  • Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!
  • Usai Dipinjamkan ke Persis Solo, Febri Hariyadi Siap Kembali Bersama Persib
  • Buntut Kontroversi Spanduk Malvinas, Pemain Argentina Terancam Larangan Bermain di Final
  • Bansos BPNT Tahap 3 Segera Cair, Cek Apakah Anda Penerima Rp600.000 Juli 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 17 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Siaga Kemarau Ekstrem 2026: Lebih Kering dan Panjang dari Biasanya!

By Aga GustianaRabu, 15 April 2026 08:48 WIB2 Mins Read
Ilustrasi musim kemarau. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Jawa Barat diminta bersiap menghadapi kondisi cuaca yang tidak biasa tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan jauh lebih gersang dibandingkan rata-rata kondisi dalam tiga dekade terakhir.

Dalam rilis resminya secara daring pada Selasa (14/4/2026), Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, mengungkapkan bahwa fenomena kemarau kali ini merupakan anomali jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis 30 tahun ke belakang.

93 Persen Wilayah Jabar Terancam “Haus” Hujan

Data BMKG menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Barat, tepatnya sekitar 93 persen, akan mengalami tingkat curah hujan di bawah batas normal. Artinya, pasokan air dari langit akan sangat minim, membuat tanah dan sumber air jauh lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa daerah yang masuk dalam zona merah kemarau kering ini meliputi:

  • Jawa Barat Bagian Barat & Utara: Bekasi, Cianjur, Sukabumi.
  • Jawa Barat Bagian Tengah & Timur: Kota Bandung, Kuningan, Cirebon, hingga Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:  Polda Jabar Lakukan Persiapan Penanganan Bencana Menjelang Musim Penghujan

Menariknya, Kota Bogor diprediksi menjadi pengecualian karena hujan diperkirakan tetap turun sepanjang tahun, sehingga batas antara musim hujan dan kemarau di kota hujan tersebut tidak akan terlihat jelas.

Durasi Kemarau Lebih Panjang

Tak hanya lebih kering, 81 persen wilayah Jabar juga harus menghadapi musim panas yang lebih awet. Daerah seperti Indramayu, Karawang, Sukabumi, dan Tasikmalaya diprediksi mengalami durasi kemarau yang lebih lama dari jadwal biasanya.

Baca Juga:  Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Bandung Siapkan Distribusi Air Bersih

Puncak kekeringan diprediksi akan menghantam secara masif pada Agustus 2026, yang mencakup 90 persen wilayah Jawa Barat.

Strategi Menghadapi Krisis Air dan Penyakit

BMKG memberikan sejumlah rekomendasi krusial bagi pemerintah dan masyarakat untuk meminimalisir dampak kekeringan ekstrem ini. Vivi Indhira menekankan pentingnya manajemen air dan kewaspadaan terhadap kesehatan.

“Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Kita juga perlu hemat air,” kata Vivi.

Selain masalah air, faktor kesehatan menjadi perhatian serius. Penurunan kualitas sanitasi dan ancaman polusi udara akibat potensi kebakaran lahan bisa memicu masalah pernapasan.

Baca Juga:  Bobotoh Waspada, Cuaca Bandung Diprediksi Hujan Saat Pesta Biru Persib

“Antisipasi peningkatan infeksi saluran pernafasan akut akibat asap. Awasi juga kualitas sanitasi saat pasokan air berkurang,” ucap Vivi mengingatkan.

Panduan bagi Sektor Pertanian & Energi

Bagi para petani, BMKG menyarankan untuk segera merombak kalender tanam. Sangat disarankan untuk menghindari masa tanam saat puncak kemarau dan beralih ke varietas tanaman yang tahan kering atau komoditas palawija.

Di sektor energi, operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) juga harus dipantau ketat demi memastikan cadangan air di waduk tetap mencukupi kebutuhan listrik nasional di tengah penyusutan debit air yang signifikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Antisipasi Bencana bmkg jawa barat cuaca bandung Info Cuaca Jabar Kekeringan Ekstrem Kemarau 2026 krisis air bersih
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!

Bansos

Bansos BPNT Tahap 3 Segera Cair, Cek Apakah Anda Penerima Rp600.000 Juli 2026

Uji Sah Status Tersangka, Eks Pengurus Gereja Ajukan Praperadilan ke PN Bandung

Kredit SME Meroket 33%, Bank Muamalat dan BPKH Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Plot Twist Insiden Lamborghini di Malaysia: Klarifikasi Karyn Putri yang Bikin Netizen Berbalik Arah
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.