bukamata.id – Dunia pencinta ikan koi tanah air mendadak diguncang aksi spektakuler dari seorang pengusaha asal Tasikmalaya, Erwin Kurniawan.
Tak tanggung-tanggung, Erwin rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah demi meminang dua ikan koi jawara milik presenter kondang Irfan Hakim dan sang maestro koi, Hartono Soekwanto.
Namun tak disangka, tawaran fantastis total Rp1,3 miliar tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh kedua pemiliknya.
Tawaran Fantastis: Rp1 Miliar untuk Sanke Juara, Rp300 Juta untuk Ginrin Irfan Hakim
Erwin mengungkapkan bahwa ia sudah mengincar dua jenis koi berkualitas super tersebut. Untuk Sanke milik Hartono Soekwanto, Erwin menyodorkan angka keramat sebesar Rp1 Miliar. Sementara untuk koi jenis Ginrin milik Irfan Hakim, ia menawar di angka Rp300 Juta.
“Ikan Sanke Pak Hartono itu sebetulnya publik sudah tahu, sudah 11 kali champion di Indonesia. Kalau saya beli di Jepang pun, harganya pasti di atas 20 juta Yen (sekitar Rp2 miliar lebih). Makanya saya tawar Rp1 miliar,” ucap Erwin saat ditemui di kediaman Hartono Soekwanto di Bandung, Selasa (26/5/2026).
Sementara untuk koi milik Irfan Hakim, Erwin yang sudah berpengalaman menjuri di berbagai negara langsung bisa melihat potensi masa depan cerah dari ikan tersebut.
“Meskipun baru datang dari Jepang, Ginrin-nya bagus sekali, bening. Angka Rp300 juta itu sebenarnya di bawah harga kalau kita beli langsung di Jepang,” imbuhnya.
Alasan Menohok Irfan Hakim & Bos Hartono Ogah Lepas Ikan Kesayangan
Mendengar tawaran bernilai rumah mewah tersebut, Irfan Hakim mengaku sempat goyang dari sisi bisnis. Namun, ikatan emosional dan perjuangan mendapatkan ikan tersebut membuat Irfan memilih bertahan.
“Jujur, kalau dari sisi bisnis mah pasti masuk, karena aku belinya gak segitu. Tapi kan saya jarang jual hewan. Sayang, kalau udah di tempat saya, gak akan dikeluarin lagi. Perjalanan dan kenangan pas nyari ke Jepang itu yang susah digantikan,” ungkap Irfan Hakim
Setali tiga uang, Hartono Soekwanto atau yang akrab disapa Bos Koi juga menolak melepas aset berharganya tersebut. Baginya, ikan sanke legendaris itu masih punya tugas besar untuk mendulang prestasi di berbagai kontes.
Plot Twist: Ditolak tapi Malah Dapat ‘Proyek’ Gratisan Senilai Miliaran!
Meski pulang dengan tangan hampa tanpa membawa ikan impian, Erwin Kurniawan justru tidak berkecil hati. Pasalnya, sebuah kesepakatan besar yang jauh lebih menguntungkan justru lahir dari penolakan tersebut.
Bos Hartono memberikan tantangan sekaligus hadiah luar biasa bagi Erwin. Setelah ikan-ikan tersebut selesai mengikuti lomba dan meraih piala, Erwin diizinkan membawa ikan-ikan juara tersebut ke fasilitas breeding-nya, Kio Koi di Ciawi.
“Kita buat lomba dulu, selesai dapat piala, silakan di-breeding. Indukannya jangan diambil, tapi anaknya silakan bawa. Kita kasih FREE (Gratis)!” tantang Bos Hartono yang langsung disambut senyum sumringah Erwin.
“Perasaan saya cukup terima kasih banyak. Meskipun tawaran fantastis saya ditolak, tapi saya bahagia luar biasa karena diberi kesempatan untuk breeding bersama di Kio Koi Ciawi. Harusnya keluar duit miliaran, ini malah dapet anaknya gratis,” kata Erwin kegirangan.
Misi Mulia: Dongkrak Kualitas Ikan Koi Lokal Indonesia
Langkah berani yang diambil oleh Hartono, Irfan Hakim, dan Erwin Kurniawan ini bukan tanpa alasan. Dari hasil perkawinan dua indukan super berdarah Jepang (bloodline Sakai) ini, diprediksi akan lahir anakan berkualitas tinggi seperti Kohaku, Ginrin Kohaku, dan Sanke super.
Nantinya, anakan-anakan koi berkualitas tinggi ini akan dibagikan untuk membantu para breeder lokal di Indonesia agar mutu koi dalam negeri bisa bersaing ketat dan tidak kalah saing dengan pasar Jepang.
“Kalau indukannya jelas, bloodline-nya jelas, di Jepang pun anaknya sudah banyak di-booking dan dilelang dengan harga tinggi. Harapan saya, ke depan industri koi lokal Indonesia punya masa depan yang sangat bagus dari sisi bisnis,” tandas Erwin.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









