bukamata.id – Kabar mengejutkan datang dari markas Persib Bandung. Skuad berjuluk Maung Bandung ini resmi dijatuhi sanksi berat oleh FIFA berupa larangan melakukan aktivitas transfer, baik di kancah domestik maupun mancanegara. Hukuman ini efektif berlaku per Jumat (29/5/2026), yang berujung pada kegaduhan di kalangan pendukung.
Di tengah spekulasi yang berkembang, mantan bek kiri Persib, Daisuke Sato, akhirnya memecah kebumian. Melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya @daisukesato11 pada Sabtu (30/5/2026), pemain timnas Filipina ini memberikan klarifikasi terkait sengketa kontrak yang menjadi pangkal masalah.
Bukan Laporan Baru, Tapi Masalah Klasik
Banyak pihak menduga sanksi ini muncul akibat laporan mendadak dari sang pemain. Namun, Sato meluruskan bahwa situasi ini adalah konsekuensi dari ketidakpatuhan manajemen klub dalam memenuhi kewajiban finansial pasca-pemutusan kontrak sepihak pada tahun 2023 lalu. Menurut Sato, FIFA telah memberikan tenggat waktu, namun manajemen gagal menuntaskannya.
Sato menegaskan bahwa posisinya dalam perkara ini sangat kuat karena didasarkan pada putusan hukum yang sudah melalui proses panjang di otoritas sepak bola dunia.
“Kasus ini kemudian diperiksa oleh badan sepak bola dan hukum yang berwenang. Persib Bandung memilih untuk menantang masalah ini melalui prosedur yang tersedia. Setelah melalui seluruh tahapan proses, keputusan yang keluar memperkuat posisi saya,” tulis Sato dalam rilis resminya.
Menolak “Menyembunyikan” Masalah
Dalam poin krusial pernyataannya, Sato mengungkapkan fakta di balik layar. Manajemen Persib sempat mencoba melakukan pendekatan agar sanksi tersebut dirahasiakan—tanpa mencatut nama klub maupun pemain—demi alasan menjaga nama baik institusi. Namun, pihak Sato memilih jalan berbeda. Ia menolak upaya tersebut karena mengedepankan prinsip keterbukaan.
“Persib meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyertakan nama pemain dan klub, merujuk pada kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami keberatan dengan permintaan tersebut karena kami percaya bahwa masalah ini harus diperlakukan dengan transparansi,” ungkap Sato.
Tetap Menghargai Bobotoh dan Persib
Meski harus menempuh jalur hukum internasional yang cukup alot, pemain berusia 31 tahun ini memastikan bahwa hubungannya dengan Persib Bandung dan basis suporter setianya, Bobotoh, tetap terjaga. Ia berharap para penggemar tidak salah kaprah mengartikan langkah hukumnya sebagai bentuk permusuhan.
Sato menekankan bahwa tindakannya semata-mata untuk menjaga hak profesional sebagai seorang pesepak bola yang diatur dalam regulasi internasional, bukan untuk merusak citra klub yang pernah ia bela.
“Saya ingin memperjelas bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib, maupun klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan satu tim saya, dan sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub atau pendukungnya. Ini murni tentang melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang tepat dihormati,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menanti respons resmi dari manajemen Persib Bandung mengenai langkah apa yang akan diambil untuk menyelesaikan sanksi FIFA tersebut agar tim dapat kembali aktif di bursa transfer.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









