bukamata.id – Menyambut masa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan kesiapan pasokan energi guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pemaparan kesiapan Satgas RAFI yang digelar di Kota Bandung, Selasa (10/3/2026). Langkah ini dilakukan menyusul prediksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait lonjakan jumlah pemudik nasional yang diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, dengan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah krusial pergerakan kendaraan.
Pertamina memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline sebesar 9,6 persen serta LPG sebesar 2,86 persen selama periode mudik. Sementara itu, konsumsi gasoil diprediksi turun hingga 27,3 persen seiring pembatasan operasional kendaraan angkutan barang.
Untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar, Pertamina Patra Niaga Regional JBB menyiapkan pasokan dari sejumlah terminal utama seperti Fuel Terminal Plumpang, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Balongan, serta Fuel Terminal Tasikmalaya.
Selain itu, berbagai infrastruktur juga disiagakan di seluruh wilayah JBB, di antaranya:
- 1.620 SPBU dan 439 Pertashop
- 2.331 Agen LPG serta 206 SPBE
- 427 SPBU Siaga 24 Jam di jalur utama mudik dan wisata
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode perjalanan mudik hingga libur Lebaran.
Guna mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah titik padat seperti Tol Jakarta–Cikampek dan jalur menuju Pelabuhan Merak, Pertamina menghadirkan sejumlah layanan tambahan melalui program Pertamina Siaga.
Layanan tersebut meliputi 52 unit motorist yang siap mengantar BBM langsung ke kendaraan konsumen yang terjebak macet, 18 unit Kiosk Pertamina Siaga di wilayah yang belum terjangkau SPBU permanen, serta 62 mobil tangki stand-by di SPBU untuk mempercepat pengisian stok saat terjadi lonjakan permintaan.
Selain itu, Pertamina juga menghadirkan 12 titik Serambi MyPertamina di rest area yang menyediakan fasilitas musala, layanan kesehatan, area bermain anak, hingga bantuan teknis kendaraan bagi pemudik.
Selain jalur utama mudik, Pertamina juga memberi perhatian khusus pada daerah tujuan wisata seperti Puncak, Lembang, Anyer, dan Pangandaran yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Tim tanggap darurat juga telah dipetakan untuk mengantisipasi potensi kendala cuaca maupun bencana alam di sejumlah wilayah rawan seperti Sukabumi dan Garut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung, dalam kondisi aman meski sempat muncul kekhawatiran akibat konflik di Timur Tengah.
“Terkait adanya konflik di Timur Tengah, jika ditanya bagaimana stok di Jawa Barat atau di area Bandung, kami pastikan stok BBM dan LPG dalam keadaan aman, tercukupi, dan tersedia,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau **panic buying, serta lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. “Masyarakat jangan sampai melakukan panic buying karena semua sudah dipersiapkan, termasuk layanan-layanan dari Pertamina,” katanya.
Menurutnya, pasokan energi ke Indonesia juga tetap berjalan normal karena distribusi melalui jalur pelayaran masih berlangsung. “Ratusan kapal masih berlayar ke Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan BBM yang tersendat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi jalur distribusi global, termasuk di kawasan Selat Hormuz, kini juga mulai kembali lancar. “Fokus Pertamina adalah bagaimana tetap menjaga ketahanan energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










