bukamata.id – Bandung kembali menjadi saksi perjalanan emosional para penggemar Peterpan. Konser bertajuk “The Journey Continues by Aloka” yang digelar di Eldorado, Minggu (19/10/2025), menghadirkan suasana penuh nostalgia dan haru bagi ribuan penonton yang datang.
Bagi banyak orang, malam itu bukan sekadar konser, melainkan sebuah perjalanan waktu. Kota Bandung dipilih bukan tanpa alasan—di kota inilah Peterpan menutup perjalanan terakhirnya pada 19 Oktober 2008, sebelum resmi berganti nama. Kini, 17 tahun berselang, momen bersejarah itu seolah terulang kembali di tanggal dan tempat yang sama.
Antusiasme penggemar begitu besar, terlebih setelah konser ini sempat tertunda dari jadwal semula di akhir Agustus.
Panggung Spektakuler dan Deretan Musisi Tamu
Eldorado disulap menjadi arena pertunjukan berkelas dengan tata panggung megah, pencahayaan dinamis, serta sistem suara yang menggelegar. Sebelum menuju puncak acara, penonton lebih dulu disuguhi kolaborasi spesial dari Ello, Alex Teh, Tiara Andhini, dan Fiersa Besari, yang masing-masing membawakan lagu-lagu legendaris Peterpan.
Sejak Ello naik ke panggung sekitar pukul 16.00 WIB, suasana langsung pecah. Lagu Taman Langit yang menjadi pembuka membuat ribuan penonton serempak bernyanyi. Disusul penampilan duet Ello dan Alex Teh membawakan Ada Apa Denganmu, atmosfer nostalgia pun semakin terasa kuat.
Malam semakin meriah saat Tiara Andhini melantunkan Yang Terdalam, Bintang di Surga, dan Tak Bisakah. Sementara Fiersa Besari membawakan lagu Ku Katakan Dengan Indah—sebuah pilihan yang, menurutnya, sangat pribadi.
“Dulu saya ditolak cintanya, setiap hari sambil naik Supra mendengarkan lagu ini,” ujarnya disambut tawa penonton.
Lagu tersebut merupakan bagian dari album Bintang di Surga (2004) yang ditulis oleh Ariel, sang vokalis Peterpan kala itu.
Kehangatan di Balik Persiapan dan Kejutan dari Tantri
Tak hanya nostalgia, konser ini juga menjadi ajang reuni bagi para personel lama. Lukman, gitaris Peterpan, turut naik ke panggung membawakan Yang Terdalam, sementara Andhika di posisi keyboard mengungkapkan bahwa konsep konser ini sudah lama disiapkan.
“Sudah matang dari dulu, cuma ada detail-detail minor yang kita sempurnakan. Dari lighting, multimedia, semua jadi lebih mendalam,” tutur Andhika kepada awak media.
Ia menyebut bahwa proses menuju konser ini bukanlah pencarian bentuk baru, melainkan penyempurnaan dari esensi yang membuat Peterpan begitu dicintai.
Sementara Indra menambahkan, “Sesuai ekspektasi, sih. Setelah perjuangan hampir lima bulan ini.”
Salah satu kejutan malam itu datang dari kehadiran Tantri, vokalis Kotak, yang tampil membawakan lagu Di Belakangku.
Menurut Lukman, kolaborasi tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak awal meski awalnya hanya sebatas ide.
“Tadinya kita mau ajak dia beberapa lagu, tapi jadwalnya padat. Akhirnya satu lagu aja, dan ternyata pas banget. Lagunya memang butuh energi perempuan. Kalau cowok semua, kurang greget,” jelasnya.
Lintas Generasi dan Semangat Emosional
Proses pemilihan musisi tamu dilakukan dengan seleksi ketat. Lukman menjelaskan, karakter vokal dan representasi lintas generasi menjadi pertimbangan utama.
“Kita enggak mau cari yang mirip, tapi justru yang bisa memberi warna baru. Supaya ada lintas generasi yang terwakili,” katanya.
CEO & Founder Aloka, Budi Aloka, menyebut semangat konser ini bukan hanya soal reuni, tapi juga tentang menghadirkan kembali ikatan emosional antara band dan pendengarnya.
“Peterpan ingin kembali hadir di ruang publik, dengan menghadirkan vokalis dan musisi yang punya keterikatan emosional dengan lagu-lagu mereka. Jadi bukan sekadar tampil, tapi membawa memori,” ujarnya.
Meski tak semua personel bisa hadir, dukungan tetap mengalir. Ariel, misalnya, disebut sempat berencana datang, namun terhalang jadwal kerja di luar kota.
“Dari awal dia sudah bilang kalau lagi kosong pasti datang. Kemarin juga sempat datang, itu aja udah cukup buat kami,” ungkap salah satu personel.
Menuju Kota Berikutnya
Budi menegaskan, konser di Bandung hanyalah awal dari rangkaian tur berikutnya.
“Kita ingin menyapa kota-kota berikutnya. Entah nanti di Jakarta atau mungkin keluar negeri juga. Pokoknya sampai jumpa di kota berikutnya,” katanya menutup malam penuh kenangan itu
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











