bukamata.id – Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan bus di ruas Tol Trans Jawa wilayah Kabupaten Batang menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 sore itu tak hanya menyisakan kerusakan kendaraan, tetapi juga memunculkan polemik terkait identitas bus yang disebut milik PO Haryanto.
Kronologi Mencekam di KM 361 Tol Batang
Sekitar pukul 15.45 WIB, arus lalu lintas di KM 361+600 jalur A, Desa Gondang, Kecamatan Subah, tampak padat. Sejumlah kendaraan melaju beriringan di tengah meningkatnya mobilitas jelang mudik Lebaran.
Namun situasi mendadak berubah ketika sebuah bus melaju dari arah barat ke timur dan diduga kehilangan kendali. Bus yang dikemudikan Tega Wijyanarko (42), warga Semarang, itu menghantam kendaraan di depannya.
Benturan pertama terjadi pada mobil Wuling Alvez yang dikemudikan Hari Mulyono (50), warga Jakarta Timur. Tabrakan tersebut memicu kepanikan di jalan tol.
Bus kemudian oleng ke kanan dan menghantam sejumlah kendaraan lain, memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan total tujuh kendaraan, terdiri dari satu bus dan enam mobil pribadi.
Daftar Kendaraan dan Korban Terdampak
Sejumlah kendaraan yang terlibat dalam insiden ini antara lain:
- Wuling Alvez (Hari Mulyono, Jakarta Timur)
- Toyota Innova (Witanto, Sukabumi)
- Toyota Innova (Rasim Yudiasmita, Depok)
- Suzuki XL7 (Abdul Hadi Mawardi, Bojonegoro)
- Mobil listrik Chery (Putu Devi Narasari, Denpasar)
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak kepolisian menyatakan hanya satu orang mengalami luka ringan dan sempat menjalani observasi medis.
Kasatlantas Polres Batang, AKP Eka Hendra, menegaskan bahwa kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengemudi dalam menjaga jarak aman dan kecepatan kendaraan.
“(Tidak ngantuk) lebih ke cara berkendara yang tidak menjaga jarak aman dan kecepatan tinggi,” ungkap Eka.
Kesaksian Sopir: Bantah Ugal-ugalan
Dalam video yang viral, sopir bus membantah tudingan mengemudi secara ugal-ugalan. Ia mengaku sempat melakukan pengereman mendadak setelah kondisi di depannya berubah.
“Bukan ugal-ugalan bu, cuman tadi dibuang terus saya tadi agak nunduk ngeremnya, yang jelas bukan ugal-ugalan, tadi saya sudah liat,” ungkap pengakuan sang supir, dikutip dari akun Instagram @harianmuria, Rabu (18/3/206).
Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan warganet, terutama karena rekaman dashcam menunjukkan benturan yang cukup keras hingga melibatkan banyak kendaraan.
“Ya bener buang stir, tapi awalnya ya karena ugal-ugalan,” tulis akun @dvc***
“Pengakuan sopir rem ngak nyampek……artinya sopir ini memang tidak bisa mengontrol dan mengukur kecepatan faktor utama Emosi di jalan yg ngak ke kontrol harus kecepatan harus terukur kondisi padat seperti itu,” tulis akun @bpk***
“Bukan ugal ugalan trus apa namanya?…” tulis akun @oma***
Mediasi dan Tuntutan Ganti Rugi
Pasca kejadian, proses penanganan masih berlangsung. Dari enam kendaraan korban, tiga pemilik memilih berdamai dan melanjutkan perjalanan mudik.
Namun tiga lainnya masih menuntut ganti rugi atas kerusakan kendaraan. Polisi kini memfasilitasi mediasi antara pihak korban dan pengemudi bus.
“Masih ada tiga kendaraan yang saat ini masih ada tuntutan. Jadi kita masih mencoba mengkomunikasikan agar kedua belah pihak bisa menemukan titik temu,” kata Eka.
Jika tidak tercapai kesepakatan, kasus ini berpotensi berlanjut ke proses hukum.
Polemik: Benarkah Bus Milik PO Haryanto?
Menariknya, di tengah viralnya insiden ini, muncul keraguan publik terkait identitas bus yang terlibat. Banyak warganet mempertanyakan apakah bus tersebut benar milik PO Haryanto, seperti ikutip dari kolom komentar akun TikTok @antaranews, Rabu (18/3/2026).
Beberapa komentar menyebut ciri khas bus PO Haryanto, seperti stiker wayang, tidak terlihat jelas pada kendaraan dalam video. Ada pula dugaan bus tersebut hanya menggunakan atribut tempelan.
“tapi ini keknya bukan punya HR kudus soalnya klo diliat seksama po haryanto kudus semua busnya ada stiker wayangnya,” tulis akun @bid***
“itu bus pt samudra trans map kalo haryanto ada wayangnya pas liat di belakang pas tulisan po haryanto kayak tempelan,” tulis akun @byy***
“itu bukan bisnya Hariyanto itu bis luar ikut ngikut nama po Hariyanto,” tulis akun @pri***
Polemik ini memunculkan pertanyaan besar soal tanggung jawab jika benar kendaraan tersebut bukan armada resmi.
Bos PO Haryanto Klarifikasi: Bus di Kecelakaan Tol Batang Bukan Armada Resmi Perusahaan
Jagat media sosial ramai membahas insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Batang, Minggu (15/3/2026) lalu, yang awalnya disebut-sebut melibatkan armada PO Haryanto. Namun, pemilik perusahaan segera memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut.
Dikutip dari akun TikTok @fitrihariyanto, Rabu (18/3/2026), Bos PO Haryanto menegaskan bahwa bus yang terlibat kecelakaan itu bukanlah milik resmi perusahaannya.
“Mohon maaf, itu bukan armada milik kita, jadi salah yah, itu adalah bis luar yang pake nama merek Hariyanto. Untuk Hariyanto kita itu yang ada logonya gambar wayang, itu milik Hariyanto luar yang sekilas milik Hariyanto kita. Jadi mohon maaf untuk informasi ini saya luruskan, bahwa tidak ada Hariyanto kita yang laka,” jelas Bos Hariyanto.
Pernyataan ini muncul setelah video kecelakaan viral di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan warganet. Klarifikasi tersebut sekaligus meluruskan isu yang beredar mengenai keterlibatan PO Haryanto dalam insiden tersebut.
Dengan penegasan ini, publik diharapkan tidak salah menilai reputasi perusahaan dan tetap dapat membedakan antara armada resmi PO Haryanto dengan kendaraan pihak ketiga yang menggunakan merek serupa.
Profil PO Haryanto: Dari Nol hingga Raksasa Transportasi
PO Haryanto merupakan perusahaan otobus asal Kudus, Jawa Tengah, yang didirikan pada 2002 oleh Haji Haryanto, seorang purnawirawan TNI AD.
Berawal dari enam unit bus, perusahaan ini berkembang pesat dengan melayani rute antarkota di Pulau Jawa hingga Madura. Inovasi layanan eksekutif menjadi kunci keberhasilan mereka menembus pasar transportasi.
Tak hanya mengoperasikan bus, perusahaan ini juga mengembangkan bisnis pendukung seperti SPBU dan rumah makan di jalur Pantura.
Sosok Rian Mahendra yang Pernah Viral
Nama Rian Mahendra, putra pendiri PO Haryanto, sempat menjadi sorotan publik. Ia dikenal sebagai sosok di balik inovasi dan perkembangan pesat perusahaan.
Namun, konflik internal keluarga membuatnya dikeluarkan dari manajemen pada 2022. Kisah pemecatan ini sempat viral karena diiringi polemik terbuka antara ayah dan anak di ruang publik.
Rian kemudian mendirikan perusahaan otobus baru dan menjalani karier berbeda setelah keluar dari bisnis keluarga.
Refleksi: Antara Keselamatan dan Reputasi
Kecelakaan di Tol Batang ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama di jalur cepat seperti tol. Faktor kecepatan dan jarak aman kembali menjadi sorotan utama.
Di sisi lain, polemik identitas bus menunjukkan betapa pentingnya reputasi dalam industri transportasi. Nama besar seperti PO Haryanto bisa terdampak hanya karena satu insiden—terlebih jika informasi yang beredar belum sepenuhnya terverifikasi.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Publik pun menunggu kejelasan, bukan hanya soal penyebab kecelakaan, tetapi juga siapa yang benar-benar harus bertanggung jawab.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









