bukamata.id – Persaingan perebutan takhta juara Super League 2025-2026 memasuki fase krusial. Pengamat sepak bola kenamaan, Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel, memberikan analisis mendalam terkait peluang Persib Bandung yang kini tengah ditempel ketat oleh Borneo FC Samarinda.
Meski Maung Bandung masih bertengger di puncak klasemen, selisih dua poin dari Pesut Etam membuat posisi mereka jauh dari kata aman. Bung Towel menyoroti bahwa jadwal padat di bulan April 2026 akan menjadi ujian nyali sesungguhnya bagi skuad asuhan Bojan Hodak.
Jadwal Horor di Bulan April
Persib dihadapkan pada tantangan fisik dan mental yang berat. Dalam kurun waktu hanya sepuluh hari, mereka harus melakoni tiga pertandingan penentu. Setelah sempat tertahan imbang oleh Dewa United, Persib kini harus bersiap menjamu Arema FC dan bertandang ke markas Bhayangkara FC.
Mengutip pernyataan dari kanal YouTube tvOnenews pada Kamis (23/4/2026), Bung Towel menjelaskan:
“Kalau melihat perjalanannya ini Persib akan menghadapi pertandingan-pertandingan cukup ketat ke depan karena habis lawan Dewa United, dia harus lawan Arema di kandang.”
El Clasico Jadi Penentu Gelar?
Menariknya, Bung Towel menyebut bahwa kunci gelar juara Persib mungkin justru dipegang oleh rival abadi mereka, Persija Jakarta. Pertemuan kedua tim di pekan ke-33 diprediksi akan menjadi laga hidup mati.
Secara hitung-hitungan, Borneo FC berada di posisi sulit karena kalah head-to-head dari Persib. Satu-satunya cara bagi Borneo untuk mengudeta puncak adalah berharap sang rival terpeleset di laga-laga besar.
“Di pekan ke-33 kalau tidak salah Persib bertemu dengan Persija, jadi ada beberapa pertandingan yang ini akan menentukan apakah Persib bisa mengunci gelar juara,” ujar Bung Towel.
Ia menambahkan bahwa Borneo FC membutuhkan keajaiban ekstra:
“Sementara Borneo FC ini butuh syarat, kalau seandainya dia mau juara, syaratnya Persib harus kalah dua kali dan dia harus terus menang.”
Peluang Tipis Persija Jakarta
Di sisi lain, Bung Towel tidak lantas mencoret nama Persija dari bursa juara, meskipun tim Macan Kemayoran baru saja kehilangan poin penting saat melawan PSIM Yogyakarta. Baginya, secara matematis peluang itu belum tertutup rapat, asalkan Persija mampu menjaga konsistensi yang selama ini menjadi musuh terbesar mereka.
“Persija walaupun selisihnya agak jauh dengan Borneo dan Persib, tapi kalau dia konsisten bisa berpotensi, minimal tidak tertutup (peluangnya),” tutupnya.
Kini, publik sepak bola tanah air menanti apakah Persib mampu menjaga napas hingga akhir musim, atau justru Persija yang akan menjadi penghalang sekaligus penentu siapa yang layak mengangkat trofi musim ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








