bukamata.id – Memasuki bulan Muharram, umat Islam kembali diberi kesempatan untuk memperbanyak ibadah sunnah, salah satunya melalui puasa Asyura. Ibadah ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dan dikenal memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam Islam.
Apa Itu Puasa Asyura dan Apa Keutamaannya?
Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa bulan Muharram adalah waktu terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam.” (HR Muslim)
Keutamaan puasa ini tidak hanya terletak pada pahalanya, tetapi juga karena merupakan bagian dari syiar Islam yang telah diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Hukum dan Anjuran Pelaksanaan
Meskipun bernilai tinggi, puasa Asyura tidak bersifat wajib. Berdasarkan beberapa hadis, termasuk riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah menyatakan:
“Sesungguhnya hari ini adalah hari Asyura. Kalian tidak diwajibkan berpuasa pada hari ini. Terserah kalian apakah mau berpuasa atau tidak.” (HR Bukhari dan Muslim)
Namun, bagi siapa pun yang mengamalkannya, pahala besar menanti. Bahkan dalam riwayat lain, Rasulullah SAW berencana berpuasa tidak hanya pada 10 Muharram, tetapi juga pada tanggal 9-nya untuk membedakan diri dari kebiasaan puasa kaum Yahudi.
Kapan Puasa Asyura 2025 Dilaksanakan?
Berdasarkan data Kalender Hijriah Indonesia 2025 dari Kementerian Agama RI, 10 Muharram 1447 H bertepatan dengan hari Minggu, 6 Juli 2025. Artinya, umat Islam dapat mulai berniat untuk berpuasa sejak malam sebelumnya, yakni Sabtu malam, 5 Juli 2025.
Namun, jika seseorang lupa atau terlambat berniat di malam hari, masih diperbolehkan membaca niat di pagi atau siang hari, asalkan belum makan atau minum sejak subuh. Hal ini sesuai dengan ketentuan niat puasa sunnah dalam Islam.
Bacaan Niat Puasa Asyura
Bagi yang ingin melaksanakan puasa Asyura, berikut adalah lafaz niat yang dianjurkan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin min yaumi ‘Aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Saya berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”
Puasa Asyura menjadi kesempatan emas untuk mengawali tahun baru Islam dengan amal saleh. Walau tidak wajib, keutamaannya membuat puasa ini sangat layak untuk diamalkan. Jangan lupa niat, dan semoga Allah menerima ibadah kita semua.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










