bukamata.id – Bandung dikenal sebagai kota yang kaya akan ikon arsitektur dan sejarah, salah satu yang paling mencolok adalah Jembatan Pasupati.
Jembatan layang yang megah ini membentang di atas Sungai Cikapundung dan menghubungkan wilayah timur dan utara Bandung. Namun, banyak yang belum tahu asal usul nama “Pasupati” tersebut.
Jembatan Pasupati memiliki panjang sekitar 2,8 kilometer, membentang dari Jalan Pasteur hingga Jalan Surapati, melintasi kawasan Padjadjaran, Cipaganti, dan Tamansari.
Diresmikan pada tahun 2005, jembatan ini menjadi salah satu infrastruktur vital yang membantu mengurai kemacetan, terutama akses menuju dan keluar Tol Pasteur.
Selain fungsi utamanya sebagai pengurai lalu lintas, jembatan ini juga dikenal karena desain arsitekturnya yang ikonik. Struktur kabel penyangga besar di tengah jembatan menjadi ciri khas sekaligus simbol modernitas Kota Bandung.
Nama “Pasupati” sendiri merupakan singkatan dari dua lokasi ujung jembatan, yakni Pasteur dan Surapati. Pasteur merupakan gerbang masuk Bandung dari arah Jakarta melalui tol, sementara Surapati adalah nama jalan di bagian timur laut kota yang mengarah ke kawasan Gasibu dan Dago.
Penggabungan kedua nama ini menjadi lambang konektivitas antarwilayah serta identitas geografis jembatan tersebut.
Jembatan Pasupati juga menjadi proyek pertama di Indonesia yang mengaplikasikan teknologi anti-gempa Lead Rubber Bearing (LRB) yang berasal dari Prancis.
Teknologi ini dirancang untuk meredam getaran saat terjadi gempa, menegaskan status Pasupati sebagai salah satu proyek infrastruktur prestisius dan modern di Bandung.
Pada malam hari, jembatan ini memukau dengan lampu warna-warni yang menghiasi struktur jembatan, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan.
Pemandangan dari atas jembatan menawarkan panorama kota Bandung yang dikelilingi pegunungan, menjadikannya spot favorit untuk fotografi urban, video klip, dan konten media sosial.
Perlu diketahui, pada tahun 2022, Jembatan Pasupati resmi berganti nama menjadi Jembatan Prof Mochtar Kusumaatmaja sebagai penghormatan kepada tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
Meski demikian, nama Pasupati tetap melekat di hati masyarakat sebagai ikon kota yang modern dan penuh sejarah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









