Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Minggu, 4 Oktober 2026 11:40 WIB

Geger! Densus 88 Geledah Rumah di Antapani Bandung, Buku hingga Flashdisk Disita

Minggu, 4 Oktober 2026 11:05 WIB

Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…

Minggu, 4 Oktober 2026 10:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi
  • Geger! Densus 88 Geledah Rumah di Antapani Bandung, Buku hingga Flashdisk Disita
  • Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…
  • Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara, Saatnya Patahkan Mitos Raja Runner-Up!
  • Indonesia vs Thailand Berebut Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Final di SUGBK
  • Harga Emas Antam Hari Ini 4 Oktober 2026 Naik atau Turun? Cek Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
  • Wajib Coba! 5 Kuliner Legendaris Indramayu Ini Siap Manjakan Lidah dan Bikin Ketagihan
  • Jarang Diketahui Orang, 7 Tempat Wisata Indramayu Ini Siap Bikin Liburan Akhir Pekanmu Makin Berkesan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ramalan Ebo Noah Batal, Kini Pria Ghana Ngaku Nabi Ketahuan Beli Mobil Diduga dari Uang Donasi

By Aga GustianaJumat, 26 Desember 2025 16:12 WIB4 Mins Read
Ebo Noah, pria asal Ghana yang mengaku nabi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hari Natal 2025 di Ghana menyisakan cerita yang jauh dari kisah damai dan kelahiran pengharapan. Di berbagai sudut kota Akra hingga Elmina, ada orang-orang yang pulang dengan kepala tertunduk, menahan kecewa dan malu. Bukan karena perayaan gagal, tetapi karena kiamat yang dijanjikan seorang pria bernama Ebo Noah tidak pernah datang.

Lelaki berbalut karung goni itu sebelumnya mengaku sebagai nabi yang menerima wahyu langsung dari Tuhan. Ia membawa pesan besar: banjir dunia akan datang pada 25 Desember 2025, hujan deras tanpa henti akan mengguyur selama tiga hingga empat tahun, menenggelamkan kota dan peradaban.

Namun prediksi itu kandas—bukan karena hujan yang datang terlalu sedikit, melainkan karena satu video Mercedes-Benz yang terlalu mencolok.

Keyakinan yang Dikumpulkan, Bahtera yang Diumbar, Dana yang Mengalir

Bulan-bulan sebelum Natal, nama Ebo Noah semakin sering terdengar. Video khotbahnya menyebar cepat di TikTok, Facebook, dan grup WhatsApp komunitas Afrika Barat. Ia berbicara tentang pertobatan, keselamatan, dan bahtera—sebuah kapal kayu yang ia klaim sebagai “bahtera Nuh modern” untuk menyelamatkan orang-orang yang percaya.

Bahtera itu, katanya, dibangun lewat perintah Tuhan. Ia meminta umat untuk mendukung pembangunannya. Dukungan itu bukan hanya dalam bentuk tenaga dan doa, tetapi juga uang—donasi yang disebut sebagai “benih iman” demi masa depan yang diselamatkan Tuhan.

Beberapa pengikut mengaku menjual perhiasan dan menunda kebutuhan harian demi memberi kontribusi. Yang lain melakukan transfer kecil-kecilan, merasa sekaligus takut: bagaimana jika memang benar dunia berakhir?

Bagi sebagian orang, Ebo Noah memberikan sesuatu yang lebih langka dari logika—ia menawarkan harapan dan arah di masa yang membingungkan.

Hari yang Dijanjikan: Banjir Tak Datang, Hanya Sunyi

Tanggal 25 Desember tiba. Umat berkumpul, menatap langit, menunggu awan gelap menggulung dan hujan pertama menetes. Ada yang membawa bekal, ada yang membawa anaknya agar tidak tertinggal saat bahtera berangkat.

Namun hari berlalu seperti hari Natal biasa. Gereja-gereja menyanyikan pujian, pasar tetap ramai, ombak di pelabuhan naik-turun seperti biasa. Tidak ada hujan yang mengguyur tanpa henti. Tidak ada air bah menenggelamkan daratan.

Yang datang justru diam, lalu gumaman, lalu tawa sinis.

Badai Kritik Pecah Saat Mercedes Datang

Sehari sebelum ramalan gagal total, sebuah video beredar: Ebo Noah turun dari Mercedes-Benz B-Class W247 berwarna perak, mobil baru tanpa pelat nomor, masih mengkilap seperti baru keluar dari showroom.

Yang membuat publik tercengang bukan hanya mobilnya, tetapi kontras antara kesahajaan penampilannya dan kemewahan kendaraan. Ia tetap mengenakan karung goni lusuh—namun kini karung itu tampak seperti kostum, bukan simbol asketisme.

Kecurigaan mulai meledak. Komentar tajam bermunculan:

“Kalau dunia mau banjir, kenapa pakai mobil, bukan kapal?”
“Dana bahtera berubah jadi Mercedes?”
“Tuhan suruh bangun bahtera atau beli Benz?”

Beberapa warga Elmina menuduh bahwa kapal yang disebut-sebut sebagai bahtera sebenarnya adalah perahu nelayan milik komunitas, bukan hasil pembangunan Ebo Noah. Bahtera itu tak pernah berlayar dan tak pernah selesai—sementara mobil mewah jelas-jelas bergerak.

Dana Donasi Diinvestigasi: Pertanyaan Muncul, Jawaban Menghilang

Setelah video Mercedes viral, beberapa mantan donatur mulai bersuara. Mereka mengaku memberi uang untuk pembangunan bahtera, bukan untuk membeli kendaraan pribadi.

Tak ada catatan resmi mengenai berapa banyak dana yang diterima Ebo Noah. Tidak ada laporan keuangan, tidak ada struktur organisasi, tidak ada transparansi. Yang ada hanyalah kepercayaan—dan kini kepercayaan itu pudar secepat ramalannya runtuh.

Ketika diminta klarifikasi, Ebo Noah hanya menyampaikan bahwa apa pun yang ia lakukan adalah bagian dari rencana Tuhan. Namun ketika ditanya apakah Mercedes dibeli dengan donasi, ia tidak memberikan jawaban jelas.

Di media sosial muncul klaim bahwa mobil tersebut dibeli dengan dana pribadi, namun tanpa bukti, pernyataan itu hanya menambah kabut, bukan menjernihkan.

Iman, Manipulasi, atau Campuran Keduanya?

Fenomena ini mengungkap sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar penipuan atau kegagalan ramalan. Ia memperlihatkan bagaimana iman dapat menjadi mata uang, terutama di tengah ketidakpastian global.

Ketika hidup penuh tekanan—harga naik, pekerjaan hilang, konflik tak kunjung reda—janji keselamatan menjadi sesuatu yang mudah dijual dan mudah dibeli.

Ebo Noah mungkin percaya pada nubuatnya, atau mungkin ia hanya pandai memainkannya. Namun para pengikutnya jelas percaya padanya—dan kini harus menelan kekecewaan berganda: kiamat tak datang, dan uang mereka menguap tanpa arah.

Bahtera Tak Berlayar, Mobil Terparkir

Kini bahtera yang dijanjikan masih berdiri di tepi pelabuhan sebagai rangka kayu yang setengah jadi, sementara Mercedes-Benz yang sama dikabarkan terlihat melaju di jalanan Akra beberapa minggu setelah Natal.

Simbol keselamatan dan simbol kemewahan berdiri berseberangan, namun akhirnya mobil-lah yang melaju—bukan bahtera.

Ramalan Ebo Noah mungkin batal, tapi bagi sebagian orang, luka dan pelajarannya masih terasa: percaya itu mudah, kecewa lebih mudah lagi.

Dan di tengah semua itu, pertanyaan yang menggantung lebih keras dari suara hujan yang tak pernah turun: jika dunia memang akan berakhir, mengapa yang diselamatkan justru mobil?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…

Harga Emas Antam Hari Ini 4 Oktober 2026 Naik atau Turun? Cek Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Wajib Coba! 5 Kuliner Legendaris Indramayu Ini Siap Manjakan Lidah dan Bikin Ketagihan

Jarang Diketahui Orang, 7 Tempat Wisata Indramayu Ini Siap Bikin Liburan Akhir Pekanmu Makin Berkesan

Bansos

Awas Link Palsu! Begini Cara Resmi Cek Bantuan Subsidi Upah Rp900 Ribu Tanpa Perlu Daftar Mandiri

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.