bukamata.id – Persib Bandung kembali menegaskan statusnya sebagai tim yang paling sering mendapatkan penalti hingga pekan ke-24 Super League 2025/2026.
Namun, meski dijuluki “Raja Penalti”, efektivitas eksekusi titik putih Maung Bandung justru menjadi sorotan karena rapor kegagalannya yang cukup tinggi.
Persib Paling Sering Dapat Penalti
Berdasarkan data terbaru dari Transfermarkt per Rabu (11/3/2026), Persib Bandung telah menerima 10 tendangan penalti, unggul jauh dibanding pesaing terdekat, Madura United, yang mengoleksi tujuh penalti.
Rapor Merah “Raja Penalti”
Meski sering diuntungkan keputusan wasit di titik putih, Persib hanya berhasil mencetak 6 gol dari 10 penalti, dengan rasio keberhasilan 60%. Catatan ini kalah tajam dibanding tim lain di Super League 2025/2026.
Teranyar, Maung Bandung sukses mengonversi dua penalti saat menaklukkan Persik Kediri 3-0 di Stadion GBLA, Senin (9/3/2026), melalui gol Thom Haye dan Andrew Jung. Namun, kegagalan tetap menghantui skuad, terutama dari pilar utama seperti Marc Klok, Uilliam Barros, hingga Luciano Guaycochea di laga sebelumnya.
“Dua dari empat kegagalan penalti Persib terjadi saat ditahan imbang PSIM Yogyakarta 1-1, di mana Marc Klok dan Uilliam Barros gagal menjalankan tugasnya,” tulis laporan statistik.
Persija dan Bhayangkara FC Tampil Sempurna
Berbanding terbalik, rival bebuyutan Persija Jakarta menunjukkan ketajaman sebagai algojo titik putih. Meski hanya mendapatkan lima penalti, Macan Kemayoran mencatatkan 100% gol tanpa gagal.
Ketajaman serupa juga ditunjukkan oleh Bhayangkara FC, Arema FC, PSIM Yogyakarta, dan Persebaya Surabaya, yang menyapu bersih semua kesempatan penalti mereka.
Statistik 5 Besar Penalti Super League 2025/2026
Persib Bandung: 10 penalti, 6 gol, rasio sukses 60%
Madura United: 7 penalti, 4 gol, rasio sukses 57,1%
Persita Tangerang: 6 penalti, 5 gol, rasio sukses 83,3%
Bhayangkara FC: 6 penalti, 6 gol, rasio sukses 100%
Persija Jakarta: 5 penalti, 5 gol, rasio sukses 100%
Persaingan di papan atas klasemen semakin ketat seiring pentingnya efektivitas bola mati. Pertanyaannya kini, apakah Persib mampu memperbaiki akurasi penalti di sisa musim, atau justru konsistensi Persija Jakarta yang akan menjadi pembeda dalam perebutan gelar juara Super League 2025/2026?
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










