bukamata.id – Jika suatu hari Anda menyusun rencana liburan ke Indramayu, Jawa Barat, jangan hanya menikmati pantai dan pesona alamnya. Kota yang berada di jalur pesisir utara Jawa ini juga menyimpan kejutan dari dunia kuliner tradisional yang tidak mudah ditemui di daerah lain. Mulai dari racikan bubur bercita rasa unik hingga olahan ikan manyung berkuah rempah yang menggugah selera, Indramayu menawarkan pengalaman makan yang benar-benar berbeda.
Bukan sekadar tempat singgah, empat lokasi berikut menjadi bukti bahwa Indramayu punya identitas kuliner tersendiri yang membuat banyak pelancong ingin kembali lagi.
1. Bubur Rumbah Cecek – “Burcek” Khas Indramayu
Bagi yang pertama kali mencobanya, menu ini bisa terasa mengejutkan. Bayangkan bubur bertekstur cair dengan bulir nasi, dipadukan sayuran rebus seperti tauge, potongan kulit sapi kenyal, lalu disiram bumbu kacang dan kecap manis. Kombinasi rasa gurih-manis-asin itu membuat orang bertanya-tanya, “Kok bubur bisa cocok dengan bumbu kacang?”
Namun justru di situlah keistimewaannya. Banyak orang mengakui perpaduan ini sulit ditemukan di kota lain.
Harga seporsi Burcek membuat kantong aman: sekitar Rp8.000, ditambah gorengan Rp1.500 bila ingin ngemil. Warungnya telah melayani pelanggan hampir satu dekade dan menjadi langganan warga setempat.
2. Warung Petis Bongkok – Surga Pecinta Kuah Pindang
Penduduk lokal menyebutnya Wartis, sebuah tempat makan sederhana yang bisa dibilang “permata tersembunyi”. Hidangan andalannya bernama Tisco, yaitu lontong yang dipadukan ikan tongkol, tauge segar, lalu diguyur kuah pindang berempah. Rasanya unik: ada sensasi pedas, sedikit asam, dan manis yang pas dengan aroma ikan yang kuat.
Kuah pindangnya terasa kaya karena rempah yang digunakan tidak pelit. Tak heran para pengunjung sering kembali hanya untuk menikmati paduan rasa ini. Harga Rp12.000 per porsi membuatnya semakin menarik. Warung ini sudah berjalan lebih dari enam tahun dan buka dari 09.30–15.00 WIB.
3. Tempat Makan Panorama – Pindang Gombyang Kepala Manyung
Kalau Anda mencari hidangan laut yang “wah” tapi tetap terasa rumahannya, Panorama adalah salah satu pilihan favorit. Menu yang paling banyak diburu adalah Pindang Gombyang Ikan Manyung, yaitu kepala ikan manyung ukuran besar yang dimasak dalam kuah kuning pekat beraroma kunyit, bawang, dan cabai. Rasa gurih pedas dengan aroma khas ikan manyung membuat piring terasa cepat kosong.
Selain hidangan andalannya, tersedia pula berbagai sajian laut seperti cumi, udang, serta Urab Alur—campuran sayuran dan rumput laut dengan tekstur lembut. Tempatnya luas dengan saung-saung lesehan di atas kolam, sanggup menampung lebih dari 200 tamu.
Untuk kisaran harga, makan bertiga tidak sampai boros; sekitar Rp112.000 sudah termasuk Pindang Gombyang dan Urab Alur.
4. Miss Lodot – Sensasi Mie Licin Legendaris
Dekat Pengadilan Negeri Indramayu, ada jajanan yang namanya mungkin terdengar lucu: Miss Lodot atau Mie Lodot. Tekstur mienya lembut dan licin, disajikan dengan bawang goreng, bubuk cabai, sedikit cuka, serta saus. Banyak yang menyebut sensasinya mirip mie yamin, tetapi dengan cita rasa khas kaki lima yang tak tergantikan.
Menariknya, jajanan ini sudah eksis sejak era 90-an dan masih menjadi favorit hingga sekarang. Harganya pun ramah kantong, hanya Rp6.000 per porsi.
Penutup
Indramayu bukan hanya soal pesisir dan pantai utara. Kuliner tradisionalnya menyimpan cerita dan rasa yang berbeda dari tempat lain. Bila Anda ingin mencicipi makanan yang tidak sekadar enak, tetapi juga punya karakter kuat, empat tempat di atas layak masuk daftar wajib kunjung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











