bukamata.id – Umat Islam resmi memasuki bulan Sya’ban 1446 Hijriah pada Selasa, 20 Januari 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).
Bulan Sya’ban memiliki posisi penting dalam kalender Islam karena menjadi penghubung antara Rajab dan Ramadhan.
Dalam tradisi Islam, Sya’ban dikenal sebagai bulan persiapan rohani. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah, membersihkan hati, serta memperkuat niat sebelum memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan.
Keutamaan Bulan Sya’ban dalam Islam
Rasulullah SAW menyebut Sya’ban sebagai bulan yang sering dilalaikan oleh banyak orang karena berada di antara dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadhan.
Padahal, Nabi Muhammad SAW justru memperbanyak ibadah di bulan ini, khususnya puasa sunnah dan doa.
Dalam sebuah hadis, Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW lebih banyak berpuasa sunnah di bulan Sya’ban dibandingkan bulan-bulan lainnya selain Ramadhan. Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan bulan Sya’ban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kapan 1 Sya’ban 2026?
Berdasarkan penanggalan Hijriah, 1 Sya’ban 1446 H dimulai sejak Selasa malam, 20 Januari 2026, setelah matahari terbenam.
Dengan masuknya bulan ini, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa agar dipertemukan dengan Ramadhan dalam kondisi sehat lahir dan batin.
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca sejak bulan Rajab hingga Sya’ban adalah:
“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.”
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.
Doa ini mencerminkan harapan agar diberikan umur panjang, kekuatan iman, serta kesiapan spiritual dalam menyambut Ramadhan.
Amalan Utama yang Dianjurkan di Bulan Sya’ban
Sebagai bulan transisi menuju Ramadhan, terdapat sejumlah amalan utama bulan Sya’ban yang dianjurkan dalam Islam, antara lain:
1. Puasa Sunnah Sya’ban
Puasa sunnah di bulan Sya’ban menjadi latihan fisik dan mental sebelum menjalani puasa wajib di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW mencontohkan amalan ini secara konsisten.
2. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Bulan Sya’ban menjadi momentum memperbanyak istighfar, memohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu, serta melaksanakan salat taubat. Terutama pada malam Nisfu Sya’ban, yang diyakini sebagai malam penuh ampunan.
3. Memperbanyak Doa
Sya’ban dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Muslim secara keseluruhan sebagai bekal spiritual menjelang Ramadhan.
4. Membiasakan Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an sejak bulan Sya’ban membantu membangun konsistensi ibadah agar lebih siap mengisi hari-hari Ramadhan dengan tadarus dan tadabbur.
5. Bersedekah dan Mempererat Silaturahmi
Amalan sosial seperti bersedekah, membantu sesama, serta memperbaiki hubungan antarindividu sangat dianjurkan. Nilai kepedulian sosial ini menjadi fondasi penting dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











