bukamata.id – Perseteruan antara Imam Muslimin, atau yang akrab disapa Yai Mim—mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang—dengan Nurul Sahara, pemilik usaha rental mobil, terus menjadi sorotan usai viral di media sosial.
Awalnya, konflik dipicu sengketa tanah wakaf yang dipakai sebagai jalan warga. Namun, masalah itu berkembang hingga berujung pada pengusiran Yai Mim dari rumahnya di Perumahan Joyogran Kavling Depag III Atas, Merjosari, Kota Malang.
Sahara mengklaim persoalan bermula dari lahan parkir mobil rental miliknya yang dianggap Yai Mim menghalangi akses keluar-masuk. Ketegangan memuncak ketika Sahara mengunggah rekaman perselisihan tersebut ke media sosial dengan caption yang menyindir Yai Mim. Dalam salah satu video, terlihat Yai Mim berguling di tanah hingga akhirnya harus mendatangi kantor polisi dengan kepala diperban.
Baca Juga: Plot Twist Kasus Viral Yai Mim vs Sahara: Mantan Dosen UIN Malang Disebut Korban Framing
Di akun TikTok pribadinya, @sahara_vibesssss, Sahara bahkan menuding Yai Mim melakukan tindakan cabul.
“Ada apa kalian disuruh ke sini? Ini mahasiswa UIN semua, jangan pergi kalian. Kenapa? Ini dosen kalian yang cabul itu, dia cabulin saya,” ujar Sahara.
Yai Mim merespons tuduhan itu dengan kalem. “Dengarin ya, kapan saya nyabulin kamu?” ucapnya.
Lewat caption panjang di media sosial, Sahara menegaskan dirinya hanya mencari keadilan. Ia menuding Yai Mim melakukan berbagai pelanggaran yang merugikan dirinya.
“Selama beberapa waktu saya sempat tidak menggubris perbuatan beliau, dikarenakan saya masih memandang beliau sebagai Kyai dan Dosen di UIN Malang. Namun tindakan provokatif beliau baik berupa lisan, tulisan, dan tindakan selalu bersubstansi pemfitnahan, penuduhan dan merendahkan saya. Hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk speak up,” tulis Sahara.
Sahara juga mengunggah video lain yang memperlihatkan Yai Mim tampak pura-pura stroke saat mediasi di kantor polisi. Unggahan-unggahan ini awalnya menuai dukungan warganet. Namun, belakangan dukungan berbalik arah: sebagian publik justru menilai Yai Mim menjadi korban framing.
Baca Juga: Fakta Konflik Yai Mim vs Sahara Memanas, Eks Dosen UIN Malang Diusir Warga Setelah Sengketa Tanah
Konflik ini semakin ramai setelah keduanya diundang ke podcast Denny Sumargo. Yai Mim lebih dulu hadir pada Minggu (28/9/2025). Tak lama kemudian, Sahara mengaku langsung dihubungi pihak Denny untuk memberikan hak jawab.
“Jadi, pihak Bang Denny Sumargo menghubungi langsung untuk memberikan ruang hak jawab kepada saya. Tentu saya sangat bersedia,” kata Sahara.
Sahara pun berangkat ke Jakarta pada Selasa (30/9/2025) dengan membawa sejumlah bukti untuk memperkuat klaimnya.
“Saya sudah podcast dengan Bang Denny Sumargo. Kebetulan ini saya sudah perjalanan kembali ke Kota Malang,” ucap Sahara, Rabu (1/10/2025).
Dengan tampil di podcast, Sahara berharap publik mendengar versinya, bukan hanya narasi yang berkembang dari pihak Yai Mim.
“Saya buka suara di podcast Bang Denny Sumargo supaya objektif. Jadi, publik tahu versi saya juga, bukan hanya beliau,” tegas Sahara.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











