bukamata.id – Cinta memang tak mengenal usia. Ungkapan itu tampaknya benar-benar tergambar dari kisah pasangan viral Adi Prasetyo (34) dan Ida Hayati (63).
Meski terpaut usia 29 tahun, keduanya membuktikan bahwa cinta sejati tidak diukur dari umur, status, atau pandangan orang lain.
Kisah pasangan beda generasi ini menjadi perbincangan hangat warganet setelah tampil di kanal YouTube Melaney Ricardo pada Oktober 2025. Dalam tayangan tersebut, Adi dan Ida dengan lugas mengisahkan awal pertemuan mereka hingga akhirnya mantap melangkah ke pelaminan.
Awal Pertemuan dari Dunia Maya
Cinta mereka bermula secara sederhana, dari media sosial Facebook. Saat itu, Adi yang aktif di platform tersebut melihat unggahan milik Ida dan langsung tertarik.
“Dari Facebook saya kenalan, terus dibalas sama dia, akhirnya ketemu,” ungkap Adi Prasetyo dalam podcast Melaney Ricardo, dikutip Selasa (28/10/2025).
Tak sekadar iseng, Adi mengaku langsung merasa nyaman berbicara dengan Ida. Meski awalnya Ida bersikap dingin dan ragu dengan keseriusan Adi, pria asal Jawa Tengah itu tetap gigih mendekati perempuan yang terpaut usia hampir tiga dekade darinya.
Ida sendiri sempat menilai Adi hanya penasaran dan akan pergi setelah beberapa waktu. Namun ternyata, Adi justru makin serius. Ia terus menunjukkan perhatiannya hingga akhirnya mampu menembus dinding keraguan Ida.
Restu Ibu dan Perjuangan Meyakinkan Hati
Salah satu momen yang paling menyentuh dari kisah ini adalah saat Adi memperkenalkan Ida kepada ibunya. Perbedaan usia yang begitu jauh membuat banyak orang menduga restu keluarga sulit diperoleh. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Ibunda Adi, yang hanya lebih tua empat tahun dari Ida, memberikan restu penuh kepada anaknya.
“Kalau benar sama-sama suka, udah jalani saja. Mama enggak pilih-pilih, silakan,” kata Ida menirukan ucapan ibu Adi.
Mendengar restu itu, Melaney Ricardo yang menjadi pembawa acara bahkan memuji kebesaran hati sang ibu.
“Hebat emak kamu,” ujar Melaney.
Namun perjalanan menuju pernikahan tidak semulus itu. Ida sempat menolak lamaran Adi dua kali. Setiap kali menolak, justru muncul kejadian tak terduga yang membuat Ida merasa bersalah.
“Yang pertama dia marah, pulang dengan emosi, hapenya hilang. Kedua, dia tabrakan. Jadi saya merasa bersalah,” kata Ida sambil mengenang peristiwa tersebut.
Dari situ, Ida akhirnya menyadari bahwa mungkin cinta Adi memang tulus. Ia pun membuka hatinya, dan keduanya akhirnya menikah sekitar 1,5 tahun lalu.
Menjalani Rumah Tangga dengan Harmoni
Meski perbedaan usia mereka kerap menjadi bahan perbincangan, kehidupan rumah tangga Adi dan Ida justru berjalan harmonis. Mereka terlihat kompak dalam berbagai kesempatan, baik di media sosial maupun dalam wawancara publik.
Adi menilai, hidup bersama Ida membuatnya lebih tenang dan dewasa.
“Banyak hal yang saya pelajari dari dia. Ida sabar banget, dan itu yang bikin saya bertahan,” ucap Adi.
Sementara Ida mengaku, Adi bukan sekadar suami muda, tapi juga sahabat yang mampu menghidupkan kembali semangatnya.
“Dia perhatian dan enggak pernah malu punya istri lebih tua. Itu yang bikin saya bahagia,” ungkap Ida tersenyum.
Respons Publik: Antara Takjub dan Salut
Kisah cinta keduanya sontak menuai beragam tanggapan dari publik. Banyak warganet yang mengaku kagum dengan hubungan tulus ini, sementara sebagian lain menilai bahwa usia hanyalah angka ketika cinta sudah bicara.
Berikut beberapa komentar dari kolom Instagram @podcastvirall, Selasa (28/10/2025):
“Untuk umur 63 tahun, ibunya tergolong awet muda dan masih cantik,” tulis akun @ries***
“Kalau memang sudah jodoh, bagaimana lagi. Allah yang membolak-balikkan hati manusia,” komentar akun @suf***
“Cinta itu tak memandang fisik dan usia. Bahagia adalah tujuan dari cinta sejati,” tulis akun @drly***
“Sekarang nenek 60-an justru makin naik daun! Umur hanya angka kalau hatinya muda,” tambah akun @emm***
Makna Cinta Sejati: Lebih dari Sekadar Usia
Kisah Adi Prasetyo dan Ida Hayati menjadi pengingat bahwa cinta sejati bukan soal kesempurnaan, melainkan keberanian untuk bertahan dan saling memahami.
Dalam era digital seperti sekarang, kisah mereka menunjukkan bahwa hubungan bisa tumbuh dari ruang maya menjadi nyata, selama ada kejujuran dan komitmen di dalamnya.
“Cinta enggak selalu harus seumuran, yang penting hatinya sama-sama tulus,” ujar Ida menutup sesi wawancara.
Penutup: Cinta Tak Mengenal Batas, Umur, atau Waktu
Kemesraan Adi dan Ida kini menjadi simbol bahwa cinta sejati tak pernah mengenal batas. Mereka hidup sederhana namun bahagia, saling menguatkan dalam suka dan duka.
Di tengah pandangan miring dan cibiran sebagian orang, keduanya tetap melangkah bersama, membuktikan bahwa kebahagiaan sejati datang dari hati yang saling menerima.
Pasangan ini mengajarkan bahwa usia hanyalah angka, dan cinta yang tulus akan selalu menemukan jalannya.
Dalam derasnya arus digital dan perubahan zaman, kisah mereka seolah menjadi oase: bahwa di balik layar, masih ada cinta yang sederhana, hangat, dan murni, seperti Adi dan Ida.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










