bukamata.id – Dua hari jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, sejumlah pedagang bendera merah putih di Soreang mengaku penjualan tahun ini merosot drastis.
Fenomena menurunnya minat masyarakat membeli bendera nasional disebut para pedagang salah satunya dipengaruhi tren bendera bergambar karakter anime One Piece yang tengah populer.
Andi (43), pedagang musiman yang berjualan bersama istrinya sejak 29 Juli 2025, bercerita bahwa di awal ia membuka lapak, pembeli masih cukup ramai. Namun, mendekati puncak peringatan kemerdekaan, justru makin sepi.
“Awal buka masih rame, tapi sekarang malah enggak ada yang beli, padahal tinggal H-2,” ungkap Andi, Jumat (15/8/2025).
Menurutnya, bendera One Piece kini justru lebih dicari oleh berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua. Meski begitu, ia memilih tidak menjualnya karena khawatir menimbulkan masalah.
“Mending jual bendera Palestina sekalian. Kalau bendera One Piece saya takut masalah,” ujarnya.
Bendera yang dijual Andi dipasok dari Garut, dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung ukuran dan jenis. Sayangnya, omzetnya anjlok.
“Kadang cuma laku satu-dua sehari, bahkan pernah enggak laku sama sekali,” keluhnya.
Senada dengan Andi, Iwan (39), pedagang lain di kawasan yang sama, juga merasakan penurunan penjualan. Ia menilai, selain faktor tren bendera anime, kebiasaan masyarakat berbelanja online atau mengandalkan pembagian bendera gratis dari kantor dan sekolah turut memengaruhi.
“Sekarang orang lebih pilih beli online atau nunggu dapat gratis. Dulu, H-3 saja sudah ramai pembeli,” kata Iwan.
Meski keuntungan yang didapat tipis, para pedagang tetap bertahan. Mereka menganggap berjualan bendera saat Agustusan bukan sekadar bisnis, tetapi bagian dari tradisi yang sudah mereka jalani bertahun-tahun.
“Kalau enggak jualan tiap Agustusan, rasanya ada yang kurang,” ujar Andi menutup pembicaraan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











