Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lebaran Paling Pilu! Ibu Berpulang Jelang Hari Raya, Kata-Kata Terakhir di Liang Lahat Menyayat Hati

Minggu, 22 Maret 2026 13:13 WIB

Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit

Minggu, 22 Maret 2026 11:14 WIB

Panas! Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid, Mbappe Jadi Penentu?

Minggu, 22 Maret 2026 10:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lebaran Paling Pilu! Ibu Berpulang Jelang Hari Raya, Kata-Kata Terakhir di Liang Lahat Menyayat Hati
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Panas! Prediksi Real Madrid vs Atletico Madrid, Mbappe Jadi Penentu?
  • Dipanggil Timnas, Eliano Reijnders Ungkap Persaingan Sengit di Skuad Garuda
  • Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen
  • Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal
  • Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 22 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sesar Aktif di Pulau Jawa Terus Dipetakan, BRIN Ungkap Potensi Gempa Besar

By Aga GustianaSabtu, 26 April 2025 10:00 WIB3 Mins Read
ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gempa bumi M 4,1 yang mengguncang Bogor beberapa waktu lalu membuka mata akan aktivitas Sesar Citarik. Namun, tahukah Anda bahwa Pulau Jawa menyimpan lebih banyak ancaman tersembunyi di bawah permukaannya? Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah gencar melakukan pemetaan sesar aktif di sepanjang Pulau Jawa, dari ujung barat hingga timur, demi mengungkap potensi risiko bencana gempa yang mengintai.

Pulau Jawa, dengan kepadatan penduduknya yang tinggi, menjadi fokus utama penelitian geologi. BRIN melalui ekspedisi komprehensifnya tidak hanya memetakan jalur-jalur sesar di daratan, tetapi juga palung, gunung, dan bukit di bawah laut. Langkah ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dan memetakan wilayah-wilayah mana saja yang paling rentan terhadap guncangan gempa.

“Beberapa wilayah di sepanjang Pulau Jawa telah menjadi fokus penelitian kami,” ungkap Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sonny Aribowo, dalam sebuah webinar. Hingga saat ini, BRIN telah mengidentifikasi dan mempublikasikan keberadaan delapan sesar utama di Jawa, meliputi Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Java Back-arc Thrust/Baribis-Kendeng, Sesar Opak, Sesar Mataram, Sesar Garsela, Sesar Karangsambung, dan Sesar Pasuruan.

Penelitian lebih lanjut juga menyasar jalur sesar aktif lainnya seperti Sesar Rembang-Madura-Kangean Sakala dan Somorkoning, yang terbukti aktif berdasarkan pergeseran morfologi dan analisis paleoseismologi. Bahkan, sesar-sesar yang memicu gempa merusak di Cianjur dan Sumedang juga tak luput dari penelitian mendalam. Yang lebih mengkhawatirkan, Sesar Java Back-arc Thrust yang berpotensi mengancam kota-kota besar seperti Semarang dan Surabaya masih terus diteliti intensif.

Baca Juga:  BMKG Beberkan Pemicu Gempa di Sumedang

“Gempa ternyata muncul di daerah yang sebelumnya kurang diperhatikan seperti Cianjur, Sumedang, dan bahkan di Laut Jawa dekat Bawean,” jelas Sonny. BRIN sendiri sedang melakukan ekspedisi terestrial untuk mengonfirmasi jalur-jalur sesar yang masih belum terpetakan dengan baik. “Ke depannya, kami berharap dapat menghasilkan peta sesar aktif Pulau Jawa yang sangat detail,” imbuhnya.

Kerja sama erat dengan instansi terkait seperti Kementerian PUPR melalui Pusat Studi Gempa Nasional dan BMKG juga menjadi kunci untuk mengidentifikasi dan mengonfirmasi keberadaan sesar-sesar aktif di Pulau Jawa. “Kami juga berharap dapat memahami recurrence interval atau siklus waktu terjadinya gempa pada masing-masing sesar aktif,” kata Sonny.

Baca Juga:  Jabar Diguncang Gempa 1.321 Kali dan 10 Juta Petir Sepanjang 2024

Bukan Hanya Sesar Lembang, Sumedang Dikepung Sesar Aktif Raksasa

Meskipun Sesar Lembang seringkali menjadi sorotan utama di Jawa Barat, penelitian BRIN justru mengungkap fakta mencengangkan. Kabupaten Sumedang ternyata dikelilingi oleh sejumlah sesar aktif besar, termasuk Sesar Baribis Segmen Tampomas, Sesar Baribis Segmen Ciremai, Sesar Lembang, Sesar Cileunyi Tanjungsari, dan Sesar Garsela.

Kota-kota penting lainnya seperti Cirebon, Bandung, Jakarta, Karawang, dan Indramayu juga berpotensi terdampak oleh energi yang tersimpan dalam sesar-sesar ini, yang dapat muncul dalam bentuk swarm earthquake (rangkaian gempa kecil) maupun foreshocks (gempa pendahuluan).

Gempa bumi yang mengguncang Sumedang pada Januari 2024 menjadi bukti nyata akan aktivitas sesar-sesar tersebut. Potensi kekuatan gempa di wilayah Sumedang bahkan diperkirakan dapat mencapai magnitudo 6,6 hingga 7. “Oleh karena itu, sangat krusial untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun strategi mitigasi yang efektif demi mengurangi dampak buruk bencana gempa di masa depan,” tegas Sonny.

Baca Juga:  Bandung Terancam Gempa Besar, Ini Daerah Paling Rawan Akibat Sesar Lembang

Mitigasi Bencana Jadi Kunci Utama

Mengingat tingginya risiko bencana gempa di Pulau Jawa, BRIN menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. “Rekayasa bangunan tahan gempa menjadi solusi efektif, terutama untuk bangunan yang belum didirikan. Selain itu, hindari membangun di sekitar jalur sesar aktif,” imbau Sonny.

Dengan hasil penelitian yang terus berkembang ini, diharapkan upaya mitigasi yang lebih terarah dapat segera diimplementasikan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman gempa di Pulau Jawa. “Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya global untuk mengurangi risiko bencana alam,” pungkas Sonny.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRIN gempa Pulau Jawa sesar aktif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lebaran Paling Pilu! Ibu Berpulang Jelang Hari Raya, Kata-Kata Terakhir di Liang Lahat Menyayat Hati

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar

Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.