bukamata.id – Setelah beberapa hari memilih bungkam dan menjadi sasaran pemberitaan menyusul laporan dugaan perselingkuhan dan perzinaan yang dilayangkan istrinya, Wardatina Mawa, pengusaha travel Insanul Fahmi akhirnya muncul ke publik. Ia tidak sekadar memberikan klarifikasi—kehadirannya justru membuka babak baru dari polemik yang sudah lebih dulu menggemparkan publik. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Richard Lee di kanal YouTube, Insanul memberikan pengakuan yang membuat arah opini publik berputar tajam.
Dalam video tersebut, Insanul secara mengejutkan dan tanpa berbelit-belit mengakui bahwa ia telah menikah secara siri dengan figur publik Inara Rusli. Pengakuan itu bukan sekadar pembenaran atas isu yang berkembang, melainkan pengungkapan fakta baru yang menambah kerumitan situasi. Menurut Insanul, pernikahan siri itu berlangsung pada Agustus 2025, sebuah momen yang—menurut pengakuannya—tidak pernah diberitahukan kepada sang istri, Wardatina Mawa.
“Kita udah menikah,” ucap Insanul dalam video yang diunggah pada Rabu (26/11/2025). Pernyataan pendek itu mengguncang ruang percakapan publik yang sejak awal telah dipenuhi spekulasi.
Richard Lee kemudian memperkuat pernyataan tersebut dengan membacakan surat keterangan nikah siri yang dibawa Insanul. “Inara Idola Rusli pada hari sekian bulan delapan, bertempat tinggal di Jakarta, kedua pihak telah melangsungkan akad nikah berdasarkan tuntunan syariat agama Islam dengan mas kawin sekian, ada saksi, bukti, tanda tangan,” ujar Richard, membacakan dokumen yang kini memicu pertanyaan hukum baru.
Talak Lisan sebagai Dalih: Kabur atau Keyakinan?
Dalam wawancara tersebut, Insanul mencoba menjelaskan alasan mengapa ia merasa pernikahan siri itu bukan pelanggaran terhadap pernikahan sahnya dengan Wardatina Mawa. Ia menyebut bahwa dirinya telah menalak Mawa sebelum menikahi Inara—talak yang ia sebut sebagai “talak lisan”.
“Waktu itu aku bilanganya sudah talak dan cerai, talak dua. Memang sebelum itu, aku ngucapin talak kias (ke Mawa) dan aku tanya ke orang yang paham juga bahwa itu udah talak,” bebernya. Dengan nada meyakinkan, ia mencoba menggambarkan bahwa secara religius, ia menganggap telah putus dari Mawa saat meminang Inara.
Namun penjelasan itu dengan cepat menimbulkan tanda tanya: jika benar sudah talak, mengapa hubungan rumah tangga tampak berjalan seperti biasa hingga Oktober? Dan mengapa Wardatina sendiri mengaku bahwa tidak pernah ada talak yang diucapkan?
Ketika Richard Lee kembali mendesaknya—mengapa ia tidak meminta izin poligami secara resmi saja—jawaban Insanul menambah lapisan kontroversi baru. Ia menyebut bahwa dirinya berasumsi Mawa akan memberikan izin poligami, merujuk pada percakapan mereka pada 2023.
“Aku berasumsi karena di 2023 itu dia bolehin, jadi aku ngerasa nanti aku bisa bilang sama dia,” terangnya. Jawaban itu membuat Richard Lee tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Kasus Bergulir: Laporan Dugaan Perzinaan dan Simpul yang Mengencang
Keterbukaan Insanul terjadi hanya beberapa hari setelah Wardatina Mawa melaporkan ia dan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (22/11/2025). Laporan itu menyebut dugaan perselingkuhan dan perzinaan—dua pasal yang di Indonesia memiliki konsekuensi serius, terutama jika menyangkut pernikahan sah yang masih berjalan.
Dalam laporan tersebut, salah satu bukti utama adalah rekaman CCTV berdurasi dua jam yang diklaim Wardatina memperlihatkan tindakan yang ia sebut sebagai “tindakan asusila” antara suaminya dan Inara. Rekaman itu menjadi sorotan publik setelah ia membahasnya dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo.
“Videonya full 2 jam. Mereka melakukannya dengan sangat santai, hihi-hahi (tertawa). Itu benar-benar pengkhianatan yang memalukan,” ujarnya. Kalimat tersebut menjadi salah satu momen paling viral dalam 24 jam, memicu perdebatan panas di media sosial.
Wardatina juga mengungkapkan beban emosional yang ia rasakan. “Rasanya najis banget. Tidak ada istri yang sanggup melihat suaminya berhubungan seperti itu dengan perempuan lain sambil tertawa-tawa,” tuturnya. Ungkapan itu menggarisbawahi betapa mendalam luka yang ia rasakan.
Jejak Awal Hubungan yang Dipertanyakan
Menurut Wardatina, kedekatan suaminya dengan Inara bermula dari kerja sama bisnis pada Juli 2025. Semua tampak profesional pada awalnya, hingga perubahan sikap Insanul yang dinilai “terlalu manis, bahkan tidak wajar”—sebuah tanda yang membuat Wardatina mulai curiga.
Pada Oktober 2025, Insanul meminta waktu untuk melakukan deep talk dengan sang istri. Wardatina mengira itu upaya untuk memperbaiki kondisi rumah tangga, tetapi obrolan itu justru menjadi pengajuan izin poligami. Alasannya: Inara disebut telah siap menjadi istri kedua secara syariat.
Wardatina menolak mentah-mentah. Tidak hanya karena keyakinan, tetapi karena ia merasa rumah tangga mereka sebenarnya baik-baik saja. Namun yang paling menghancurkannya adalah ketika ia mengetahui bahwa dugaan tindakan asusila dalam rekaman CCTV justru terjadi sebulan sebelum permintaan izin poligami diajukan.
“Jadi semua itu cuma skenario,” katanya lirih.
Perspektif Inara: Informasi yang Didapat Hanya dari Insanul
Wardatina juga mengungkapkan bahwa ia sempat berkomunikasi langsung dengan Inara melalui DM Instagram. Hasilnya membuka fakta lain.
“Dia (Inara) bilang, ‘Maaf ya, Insan bilang ke aku kalau kalian sudah talak dua dan pisah rumah’,” ujar Wardatina. Padahal kenyataannya, mereka masih tinggal satu rumah dan tidak ada talak yang pernah terucap.
Wardatina percaya bahwa Inara adalah pihak yang mendapatkan cerita versi tunggal—versi yang disusun Insanul. Namun hal itu tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana yang kini berada di tangan penyidik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











