bukamata.id – Sarifah Suraidah, istri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, tengah menjadi sorotan publik. Disebut-sebut dengan julukan ‘Noni Belanda’, Sarifah kerap menarik perhatian warganet berkat penampilan glamor, gaya nyentrik, dan aktivitasnya yang padat di jalur politik dan sosial.
Selain itu, kabar terbaru soal mobil dinas suaminya senilai Rp 8,5 miliar yang menuai kontroversi ikut menambah sorotan terhadap sosok Bunda Harum ini.
Lahir dan Pendidikan: Dari Balikpapan ke Dunia Nasional
Sarifah Suraidah lahir di Balikpapan, 1 Januari 1981. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kalimantan Timur:
- SDN 1 Penajam, Kabupaten Paser (1988–1994)
- SLTPN 1 Penajam, Kabupaten Paser (1994–1997)
- SMK Sekolah Perawat Kesehatan Departemen Kesehatan Balikpapan (1997–2000)
Meski latar belakangnya sebagai lulusan SMK kesehatan, perjalanan karier Sarifah melesat hingga ke level nasional, membuktikan bahwa pendidikan formal bukan satu-satunya penentu kesuksesan.
Karier Politik dan Organisasi: Dari Direktur ke DPR RI
Sebelum terjun ke politik, Sarifah pernah menjabat sebagai Direktur PT Barokah Agro Perkasa pada 2014, bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.
Ia kemudian menapak karier politik dengan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) menggantikan suaminya Rudy Mas’ud yang maju Pilgub Kaltim 2024.
Di parlemen, Sarifah bertugas di Komisi VI, membidangi perdagangan, pengawasan persaingan usaha, dan BUMN.
Tidak hanya di ranah politik, Sarifah juga aktif di organisasi sosial dan olahraga:
- Ketua TP PKK Provinsi Kaltim
- Bunda PAUD Provinsi
- Ketua Dekranasda
- Ketua Tim Pembina Posyandu
- Ketua KORMI Kalimantan Timur 2025–2029 (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia)
Ia juga membangun jaringan relawan kuat bernama Bestie Syarifah Suraidah (BSS) yang tersebar luas di Kalimantan Timur, memperkuat pengaruh sosial dan politiknya di daerah.
Kekayaan Fantastis ‘Noni Belanda’
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Maret 2025, total kekayaan Sarifah mencapai Rp166,5 miliar, terdiri dari:
- Tanah dan bangunan: Rp26,5 miliar
- Kas dan setara kas: Rp28 miliar
- Harta bergerak lainnya: Rp224 miliar
- Kendaraan dan mesin: Rp250 juta (termasuk Suzuki X-Over 2007, Honda Freed 2008, Honda CR-V 2010)
Meskipun jumlahnya fantastis, catatan publik juga menyoroti utang Sarifah senilai Rp112,6 miliar, yang menjadi bagian dari laporan LHKPN.
Gaya Nyentrik & Julukan ‘Noni Belanda’
Sarifah kerap tampil glamor dan nyentrik, sehingga warganet menyematkan julukan ‘Noni Belanda’. Dalam sebuah video viral, ia tampak berjalan ke bazar PKK dengan:
- Busana biru bermotif bunga pink
- Kalung mutiara dan anting putih
- Topi wide-brimmed hat mencolok
Penampilan yang memadukan elegan dan mencolok ini membuatnya jadi sorotan media sosial, menambah citra Bunda Harum sebagai sosok publik yang memadukan gaya, politik, dan aktivitas sosial.
Kontroversi Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar: Sorotan Terbaru
Tidak hanya soal penampilan, Sarifah ikut terdampak sorotan publik karena suaminya, Gubernur Rudy Mas’ud, sebelumnya mengajukan pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar.
Unit kendaraan Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e ini sempat menimbulkan kritik luas di media dan media sosial.
Namun, pengajuan mobil dinas tersebut dibatalkan pada 2 Maret 2026 setelah Rudy mendengar aspirasi masyarakat dan berkonsultasi dengan Kemendagri, KPK, dan BPK. Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, memastikan mobil tersebut belum pernah digunakan dan masih di kantor diler Jakarta, sehingga keputusan pengembalian tidak mengganggu operasional pemerintahan.
Rudy menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan fokus tetap pada pelayanan publik, sembari menjaga harmoni dan kepercayaan masyarakat.
Penutup
Meski ramai diperbincangkan karena gaya nyentrik dan sorotan publik seputar mobil dinas Rp 8,5 miliar suaminya, Sarifah Suraidah tetap tampil sebagai figur yang memadukan kemewahan, karier politik, dan kegiatan sosial.
Cerita Sarifah bukan sekadar glamor, tetapi juga perjalanan karier dan pengaruh sosial yang terus menyita perhatian publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











