bukamata.id – Mimpi bermain sepak bola di panggung dunia perlahan mulai menemukan jalannya bagi Ibra Harry Southgate. Siswa SIS Bandung sekaligus binaan Akademi Persib Bandung itu berhasil melewati seleksi Barca Academy Camps Jakarta 2026 dan mendapat kesempatan melanjutkan pembinaan sepak bola di Barcelona, Spanyol.
Nama Ibra mencuri perhatian setelah tampil dalam program yang digelar Medio Sports Agency di Sentul, Bogor. Ia harus bersaing dengan ratusan pesepak bola muda dari berbagai daerah sebelum akhirnya dinyatakan sebagai salah satu peserta yang terpilih.
Bagi Ibra, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ada satu tahapan penting yang menanti, yakni merasakan langsung program pembinaan sepak bola dengan metode dan filosofi yang diperkenalkan melalui program Barca Academy Clinics.
Kabar keberhasilan Ibra pun menjadi perhatian karena ia membawa latar belakang pembinaan dari Bandung. Perjalanannya dari Akademi Persib hingga mendapat kesempatan menuju Barcelona menjadi gambaran bahwa jalur pembinaan sepak bola usia dini di daerah dapat membuka pintu menuju pengalaman internasional.
Dari Bandung, Ibra Menembus Seleksi Ratusan Pemain
Jalan menuju Barcelona tidak diperoleh secara instan. Ibra terlebih dahulu mengikuti Barca Academy Camps Jakarta 2026 yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada Juni-Juli 2026.
Dalam program tersebut, para peserta mendapatkan materi latihan yang mengacu pada filosofi dan metode sepak bola Barcelona. Kemampuan mereka juga diamati selama sesi latihan untuk menentukan pemain yang dinilai memenuhi kriteria program lanjutan.
Dengan terpilihnya Ibra, perjalanan yang selama ini dibangun melalui latihan di Bandung kini memasuki pengalaman baru. Ia mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pemain muda dikembangkan melalui program sepak bola di Spanyol.
Bukan Sekadar Berlatih, Ada Filosofi yang Dipelajari
Kesempatan mengikuti program Barca Academy Clinics juga tidak hanya berbicara mengenai kemampuan mengolah bola.
Program tersebut dirancang untuk memperkenalkan aspek teknik dan taktik sekaligus nilai-nilai permainan yang menjadi bagian dari filosofi sepak bola Barcelona.
Artinya, pengalaman Ibra nantinya bukan sekadar mengikuti latihan, tetapi juga memahami pendekatan permainan dalam lingkungan yang berbeda dengan pembinaan yang selama ini ia jalani di Indonesia.
Bagi pemain usia dini, pengalaman seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperluas wawasan. Ia bisa melihat bagaimana latihan, pengambilan keputusan di lapangan, kerja sama tim, hingga disiplin dalam sepak bola diterapkan dalam lingkungan pembinaan yang lebih kompetitif.
Dari Akademi Persib Bandung Menuju Panggung Internasional
Kabar Ibra juga menjadi cerita tersendiri bagi Bandung. Sebagai pemain binaan Akademi Persib, kesempatan tersebut menunjukkan bagaimana pembinaan pemain usia muda menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pesepak bola.
Label sebagai “budak Bandung” bukan sekadar identitas daerah. Di baliknya terdapat proses latihan, kompetisi, pendidikan, serta dukungan keluarga yang membawa Ibra sampai ke titik ini.
Namun, lolos seleksi bukan berarti perjalanan telah selesai. Justru kesempatan di Barcelona menjadi tahap berikutnya untuk mengembangkan kemampuan.
Ibra masih berada di usia yang sangat muda. Karena itu, pengalaman di Spanyol lebih tepat dilihat sebagai ruang belajar dan menambah pengalaman daripada sebuah jaminan menuju karier profesional.
Dari lapangan latihan di Bandung, kini Ibra mendapat kesempatan melihat langsung atmosfer pembinaan sepak bola di Barcelona.
Warganet Ikut Soroti Perjalanan Ibra
Kabar Ibra lolos seleksi juga mendapat respons positif dari warganet. Sejumlah komentar muncul di kolom komentar Instagram @barcaxtra_id.
Salah seorang warganet mengaku pernah melihat langsung permainan Ibra dan menilai kemampuannya sudah terlihat sejak usia dini.
“Emang jago nih anaknya, sempat lihat dia main itu jago banget,” tulis akun @cra**.
Komentar lain bahkan menitipkan pesan kepada Ibra agar suatu saat bisa bertemu dengan pemain Barcelona, Lamine Yamal.
“Keren, titip salam buat Yamal broo, moga sukses,” tulis akun @alg**.
Dukungan juga datang dari warganet yang berharap perjalanan Ibra nantinya tetap memiliki hubungan dengan Persib.
“Sok de cing bisa belajar na ke udah jadi pemain bagus gabung Persib tunggul Bandung kudu main di Persib,” tulis akun awa**.
Beragam komentar tersebut menunjukkan antusiasme publik terhadap munculnya talenta muda dari Bandung yang mendapat kesempatan mengikuti program sepak bola di luar negeri.
Ibra Bukan Satu-satunya Talenta Muda Indonesia
Cerita Ibra juga hadir di tengah munculnya talenta muda Indonesia lain yang mendapatkan kesempatan mengikuti program Barcelona.
Salah satunya adalah Arfa Senopati Ibrahim atau Ibra, pesepak bola muda asal Bekasi kelahiran 2015. Ia juga berhasil lolos seleksi Barca Academy Clinics setelah mengikuti Barca Academy Camps Jakarta 2026.
Arfa dijadwalkan terbang ke Barcelona pada 3 Oktober 2026 untuk mengikuti latihan intensif selama 10 hari. Kesempatan tersebut diperoleh setelah ia tampil dalam program seleksi yang digelar Medio Sports Agency di Sentul, Bogor.
Dari ratusan peserta, Arfa menjadi salah satu pemain yang terpilih untuk melanjutkan program di Barcelona.
Kesamaan perjalanan dua talenta muda tersebut terletak pada satu hal: kesempatan internasional diperoleh setelah melewati proses seleksi dan evaluasi di Indonesia.
Mimpi Besar yang Dimulai dari Lapangan Kecil
Bagi Ibra Harry Southgate, perjalanan menuju Barcelona pada akhirnya bukan tentang seberapa cepat ia menjadi pemain profesional.
Yang lebih penting adalah bagaimana kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk belajar.
Sepak bola usia dini memang tidak hanya membutuhkan bakat. Konsistensi latihan, pendidikan, dukungan keluarga, lingkungan pembinaan, dan pengalaman bertanding menjadi bagian dari proses panjang seorang pemain.
Kini, nama Ibra mulai membawa cerita dari Bandung ke panggung yang lebih luas. Ia datang bukan hanya membawa mimpi pribadi, tetapi juga membawa identitas sebagai pemain muda binaan Akademi Persib.
Dari Bandung menuju Barcelona, perjalanan Ibra baru dimulai. Tantangan berikutnya adalah bagaimana ia menyerap pengalaman sebanyak mungkin, kemudian membawa pulang ilmu tersebut untuk menjadi bekal dalam perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola.
Sebab, sebelum berbicara tentang Camp Nou atau menjadi pemain profesional, setiap mimpi besar selalu dimulai dari satu hal sederhana: berani mencoba, berlatih, dan terus berkembang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








