bukamata.id – Momen haru terjadi dalam laga uji coba antara Tottenham Hotspur melawan Newcastle United di Seoul World Cup Stadium, Minggu (3/8/2025), saat sang kapten Spurs, Son Heung-min, memainkan laga terakhirnya bersama klub London Utara tersebut. Duel berakhir imbang 1-1, namun sorotan utama justru tertuju pada perpisahan emosional Son dengan publik dan tim yang telah ia bela selama satu dekade.
Son diturunkan sebagai starter dan bermain hingga menit ke-65 sebelum digantikan oleh Mohammed Kudus. Saat meninggalkan lapangan, tepuk tangan meriah dari para penonton Seoul dan pelukan rekan setim mengiringi langkah terakhirnya dalam seragam Tottenham. Air mata pun terlihat menghiasi wajahnya, menandai akhir dari 10 tahun pengabdian kepada The Lilywhites.
Legenda Spurs Menuju Petualangan Baru di Amerika Serikat
Menurut jurnalis sepak bola ternama Fabrizio Romano, Son Heung-min telah mencapai kesepakatan verbal dengan klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles FC (LAFC). Transfer ini dikabarkan bernilai lebih dari 15 juta euro, dan sang pemain tengah menyelesaikan dokumen akhir sebelum resmi diumumkan.
“Heung-min Son ke LAFC, here we go!” tulis Romano melalui akun X resminya, Senin (4/8/2025) pagi.
Kapten Tottenham itu tidak ikut kembali ke Inggris setelah laga di Seoul, sebagai bagian dari proses kepindahannya ke Amerika Serikat. LAFC menjadi destinasi barunya, membuka lembaran karier selanjutnya di MLS.
10 Tahun, 454 Laga, 173 Gol: Son Pergi Sebagai Legenda
Son Heung-min bergabung dengan Tottenham pada tahun 2015 dari Bayer Leverkusen. Dalam kurun waktu tersebut, ia mencatatkan 454 penampilan resmi dan mencetak 173 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak kelima sepanjang sejarah klub.
Beberapa pencapaian prestisius Son selama di Tottenham antara lain:
- Sepatu Emas Premier League 2021/2022
- FIFA Puskás Award 2019
- Juara Liga Europa 2024/25, memutus puasa trofi 17 tahun Spurs
Perjalanan karier Son bukan hanya dihiasi prestasi di atas lapangan, tetapi juga peran sebagai pemimpin. Sejak 2023, ia menjabat sebagai kapten tim utama Tottenham dan menjadi panutan di dalam maupun luar lapangan.
Ucapan Perpisahan Son: “Saya Pergi Sebagai Pria Dewasa”
Dalam konferensi pers jelang laga kontra Newcastle, Son menyampaikan alasan kepergiannya dari klub yang telah menjadi rumahnya selama 10 tahun.
“Saya butuh lingkungan baru untuk mendorong diri lebih jauh. Sepuluh tahun adalah waktu yang lama. Saya datang ke London Utara sebagai anak muda berusia 23 tahun. Kini saya pergi sebagai pria dewasa, dan sangat bangga,” ujar Son dengan nada penuh emosi.
Setelah laga usai, ia mendapat penghormatan dari rekan satu tim dengan diangkat ke udara, dan pelukan hangat dari para pemain lawan.
Dengan kepergian Son Heung-min, Tottenham kehilangan salah satu ikon terbesarnya dalam sejarah modern. Publik sepak bola kini menanti kiprahnya di MLS, serta bagaimana ia akan menorehkan jejak baru bersama LAFC.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








