Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

GBLA Membara! Ini Sanksi Berat AFC untuk Persib Usai Drama Lawan Ratchaburi FC

Jumat, 20 Maret 2026 01:00 WIB

Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya

Kamis, 19 Maret 2026 22:10 WIB

Farhan Pastikan Lebaran Muhammadiyah Berjalan Lancar, 56 Titik Salat Id Digelar di Kota Bandung

Kamis, 19 Maret 2026 22:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • GBLA Membara! Ini Sanksi Berat AFC untuk Persib Usai Drama Lawan Ratchaburi FC
  • Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya
  • Farhan Pastikan Lebaran Muhammadiyah Berjalan Lancar, 56 Titik Salat Id Digelar di Kota Bandung
  • Wujud Bhinneka Tunggal Ika di Bandung: Rayakan Lebaran Tanpa Ganggu Kekhusyukan Nyepi
  • Jangan Ambil Risiko! Ini 21 Situs Nonton Film Legal 2026 Pengganti LK21 dan IndoXXI
  • Kiper Persib Bersinar, Tapi Tak Dipanggil Timnas! Ini Alasan di Baliknya
  • Arus Mudik Nagreg H-2 Lebaran 2026 Membludak, Polisi Gunakan Rekayasa Lalu Lintas One Way
  • Hilal Belum Memenuhi Syarat MABIMS, Idulfitri 1447 H Berpotensi Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sosok Mbok Yem: Bukan Hanya Pemilik Warung, tapi Cahaya di Puncak Dingin Lawu

By Putra JuangKamis, 24 April 2025 11:00 WIB2 Mins Read
Mbok Yem. (Foto: X)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mbok Yem, yang bernama lengkap Wakiyem, adalah seorang wanita yang dikenal sebagai pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu.

Warungnya berada di ketinggian sekitar 3.150 meter di atas permukaan laut dan telah menjadi tempat singgah yang sangat membantu bagi para pendaki.

Sayangnya, Mbok Yem dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (23/4/2025), di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada usia 82 tahun. Beliau menderita pneumonia.

Mbok Yem dikenal ramah dan selalu menyediakan makanan sederhana dengan harga terjangkau bagi para pendaki yang kelelahan dan kedinginan. Warung nasi pecelnya sangat dirindukan oleh banyak pendaki Gunung Lawu.

Baca Juga:  Aksi Anarkis Razia Warung Saat Ramadan Picu Kecaman, Bupati Garut Angkat Bicara

Sosok Mbok Yem

Lahir dan tumbuh di lereng Gunung Lawu, Mbok Yem telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mendaki gunung yang ikonik ini sejak tahun 1980-an.

Dengan semangat pantang menyerah, beliau mendirikan dan mengelola warung yang menjadi penyelamat bagi ribuan pendaki yang kelelahan dan kedinginan.

Warungnya bukan sekadar tempat bertransaksi makanan dan minuman, tetapi juga menjadi simbol keramahan dan harapan di tengah kerasnya alam.

Menu andalan warung Mbok Yem yang sederhana, seperti nasi pecel hangat, tempe goreng, dan minuman panas, terasa begitu istimewa di ketinggian.

Baca Juga:  Ngeri Banget! Pendaki Wanita Nyaris Jatuh di Puncak Rinjani, Netizen Heboh

Harganya yang terjangkau menunjukkan ketulusan Mbok Yem dalam membantu para pendaki, bukan semata mencari keuntungan. Beliau memahami betul betapa beratnya perjuangan mencapai puncak, dan warungnya hadir sebagai oase penyemangat.

Lebih dari sekadar penjual, Mbok Yem adalah sosok ibu bagi para pendaki. Sapaan lembutnya, senyum tulusnya, dan perhatiannya kepada setiap orang yang singgah menciptakan suasana hangat dan kekeluargaan.

Banyak pendaki yang merasa terhibur dan termotivasi oleh kehadirannya. Beliau seringkali memberikan semangat dan nasihat kepada para pendaki yang tampak kelelahan atau ragu untuk melanjutkan perjalanan.

Ketangguhan Mbok Yem dalam mengelola warung di kondisi ekstrem patut diacungi jempol. Beliau harus menghadapi cuaca dingin, angin kencang, dan tantangan logistik untuk memastikan warungnya tetap buka dan kebutuhan para pendaki terpenuhi.

Baca Juga:  Pendaki Selamat Ungkap Kronologi Insiden Puncak Cartensz, Dua Orang Meninggal

Kisahnya menjadi inspirasi tentang kegigihan, kemandirian, dan dedikasi tanpa batas.

Kepergian Mbok Yem meninggalkan ruang hampa di hati banyak orang. Namun, warisan kebaikan dan semangatnya akan terus dikenang oleh para pendaki Gunung Lawu.

Sosoknya akan selalu menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka, mengingatkan akan kehangatan dan harapan yang pernah beliau tawarkan di puncak gunung.

Mbok Yem bukan hanya pemilik warung, tetapi juga ikon kemanusiaan di tengah keindahan dan tantangan alam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gunung Lawu Mbok Yem pendaki warung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya

Jangan Ambil Risiko! Ini 21 Situs Nonton Film Legal 2026 Pengganti LK21 dan IndoXXI

Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Benarkah Ada Link Telegram Part 2?

Kreatif! Ubah Foto Jadi Video Ucapan Lebaran, Gratis dan Tanpa Edit

Viral video ukhti mukena pink.

Ramai Diburu! Ukhti Mukena Pink Viral, Link Telegram Banyak Dicari

Jangan Sampai Terlewat! Inilah Batas Akhir dan Waktu Paling Afdal Bayar Zakat Fitrah

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.