Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Dekati Sejarah Hattrick Juara Liga Indonesia, Begini Rahasianya

Kamis, 19 Maret 2026 13:00 WIB

Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 12:47 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Potongan Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Adegan Disensor Bikin Spekulasi

Kamis, 19 Maret 2026 11:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Dekati Sejarah Hattrick Juara Liga Indonesia, Begini Rahasianya
  • Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran
  • Potongan Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Adegan Disensor Bikin Spekulasi
  • Jangan Terlewat! Ini Link Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
  • Maung Bandung Bisa Juara Lebih Cepat, Catat Laga Kunci Persib di Sisa Musim
  • Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026
  • Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026
  • Daftar Bansos yang Cair Usai Lebaran 2026: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg Meluncur!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sukabumi Catat Inflasi Tertinggi se-Jawa Barat, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

By Aga GustianaKamis, 8 Mei 2025 14:28 WIB2 Mins Read
Ilustrasi inflasi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kota Sukabumi kembali mencuri perhatian dalam catatan ekonomi Jawa Barat. Untuk periode Januari hingga April 2025, Sukabumi mempertahankan posisinya sebagai wilayah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di provinsi tersebut.

Pada April 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Sukabumi mencapai 2,74 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 109,52.

Data dari dokumen Perkembangan IHK April 2025 menunjukkan bahwa inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Kontributor utama datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang inflasi sebesar 1,22 persen.

Kelompok lain seperti pakaian dan alas kaki, perlengkapan rumah tangga, kesehatan, transportasi, rekreasi, pendidikan, restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya juga turut menyumbang inflasi.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Dinilai Jadi Modal Dongkrak Suara Golkar di Jabar

Kepala BPS Kota Sukabumi, Urip Sugeng Santoso, mengungkapkan beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, di antaranya emas perhiasan, kopi bubuk, biaya kuliah, minyak goreng, bawang merah, mobil, kontrakan rumah, rekreasi, nasi dengan lauk, tarif rumah sakit, dan ikan asin.

Meskipun angka inflasi tahunan April 2025 (2,74 persen) sedikit lebih rendah dibandingkan April 2024 (2,88 persen), kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok tetap menjadi perhatian utama karena berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Bersama Tiga Menteri Luncurkan Program Penanganan PPKS Perkotaan

Kepala Sub Bagian Umum BPS Kota Sukabumi, Wisnu Eka, menjelaskan bahwa inflasi dapat disebabkan oleh tingginya permintaan, praktik pedagang yang mengambil keuntungan berlebih, hingga gangguan dalam distribusi barang.

Meskipun ada sedikit deflasi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,01 persen), lonjakan harga pada sektor makanan dan minuman membuat inflasi Kota Sukabumi lebih tinggi dibandingkan kota lain di Jawa Barat, seperti Kota Bogor (1,86 persen) dan Kota Depok (1,87 persen).

Baca Juga:  Perhitungkan Suara di Jabar, Ganjar Optimis Tembus 40 Persen

“Inflasi yang tidak terkendali bisa menggerus daya beli masyarakat dan melemahkan nilai mata uang. Makanya inflasi disebut silent killer bagi perekonomian,” tegas Wisnu Eka.

Untuk mengatasi masalah ini, BPS menekankan perlunya strategi stabilisasi harga pangan dan peningkatan efisiensi distribusi. Pemerintah daerah diharapkan dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk menekan kenaikan harga agar tidak semakin membebani warga Sukabumi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Inflasi jawa barat Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran

Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.