bukamata.id – Di balik ukurannya yang tidak terlalu besar, Purwakarta menyimpan banyak kejutan. Terletak strategis di antara Bandung dan Jakarta, kota ini bukan hanya terkenal sebagai tanah kelahiran sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tetapi juga sebagai destinasi yang memanjakan para pemburu kuliner. Banyak pelancong sengaja menyempatkan diri mampir sekadar melepas lelah sambil menikmati makanan khas yang tak ditemukan di tempat lain.
Kalau kamu termasuk traveler yang suka berburu cita rasa lokal, lima kuliner ikonik ini layak masuk daftar incaranmu.
1. Sate Maranggi Hj. Yetty
Mengunjungi Purwakarta tanpa mampir ke Sate Maranggi Hj. Yetty rasanya seperti ada yang kurang. Warung makan yang sudah berdiri sejak era 90-an ini selalu dipenuhi pengunjung, terutama saat musim liburan atau mudik.
Berada di Jalan Raya Cibungur, Bungursari, tempatnya luas, teduh, dan dilengkapi fasilitas lengkap seperti mushola hingga area bermain untuk anak. Cita rasa satenya istimewa: dagingnya empuk, aromanya wangi, dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Harganya pun bervariasi dari sekitar Rp 4.000 per tusuk hingga paket keluarga seratus ribuan. Meskipun cabangnya tersebar di banyak kota, sensasi makan di lokasi asalnya memberikan nuansa berbeda—lebih otentik dan penuh suasana khas Sunda.
2. Soto Sadang
Pecinta soto wajib singgah di Soto Sadang, kuliner yang sudah ada sejak 1974. Awalnya dijajakan oleh Ambu Siti Fatimah di tepi Jalan Raya Sadang, kini kedainya berada di bawah jembatan layang Sadang, tepatnya di Kampung Cihideung, Mulyamekar.
Setiap mangkuknya diracik dengan kuah kaya rempah dan pilihan isian beragam—mulai dari daging sapi, ayam, babat, kaki sapi, hingga campuran lengkap. Harganya sekitar Rp 35.000 per porsi.
Buka dari pagi hingga malam, tempat ini cocok dinikmati kapan saja, entah untuk sarapan atau makan malam setelah menjelajah kota.
3. Manisan Pala Wanayasa
Ingin oleh-oleh khas yang manis dan segar? Manisan pala dari kawasan Wanayasa bisa jadi pilihan. Letaknya sekitar 25 km dari pusat Purwakarta, mengarah ke Ciater. Sepanjang area Situ Wanayasa, banyak pedagang menawarkan manisan pala versi kering maupun basah.
Manisan pala kering biasanya direndam garam lalu dijemur setelah dilapisi gula, menghasilkan rasa manis segar yang khas. Untuk versi basah, potongan pala difermentasi dalam larutan gula sehingga menghasilkan tekstur lembut dan air rendaman yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Rasanya unik dan cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
4. Peuyeum Bendul
Tak hanya Bandung yang punya peuyeum. Purwakarta memiliki Peuyeum Bendul, camilan fermentasi dari singkong yang terkenal dengan bentuknya yang panjang, warnanya yang putih cerah, dan rasa asam-manis yang khas.
Camilan ini cocok disantap langsung atau dijadikan teman minum teh. Harganya terjangkau dan biasanya dijual dalam kemasan praktis, sehingga mudah dibawa untuk buah tangan.
5. Es Ciming
Ketika cuaca Purwakarta sedang terik, tak ada yang lebih menyegarkan daripada semangkuk Es Ciming. Minuman yang sudah ada sejak tahun 1970 ini menjadi favorit lintas generasi.
Dalam satu mangkuk, kamu bisa menemukan cincau hitam, kelapa parut, kacang hijau, sirup merah, susu kental manis, dan es serut yang membuatnya semakin nikmat. Lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman No. 117, dekat Pasar Jumat. Harganya ramah kantong, tapi rasanya tak lekang oleh waktu.
Penutup
Purwakarta ternyata bukan sekadar kota persinggahan. Lima hidangan legendaris di atas membuktikan bahwa kota kecil ini punya pesona kuliner yang kuat dan khas. Dari sate yang menggugah selera, soto hangat kaya rempah, sampai camilan dan minuman segar yang melegenda—semuanya siap membuatmu kangen kembali.
Jadi, kalau kamu sedang melintas di jalur Bandung–Jakarta atau sengaja berwisata ke Purwakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner-kuliner terbaiknya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









