Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Sabtu, 4 April 2026 20:02 WIB

Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa

Sabtu, 4 April 2026 18:53 WIB

Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action

Sabtu, 4 April 2026 16:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Syaban Jadi Bulan Terakhir Bayar Utang Puasa Ramadhan

By Putra JuangJumat, 31 Januari 2025 22:15 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Puasa. (Foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bulan Syaban menjadi waktu terakhir untuk ibu rumah tangga mengqadha puasa Ramadhan.

Syaban juga momentum terakhir bagi Muslim untuk menunaikan seluruh tanggung jawab berkaitan dengan utang puasa karena udzur syar’i.

Dikutip dari laman NU Online, secara fiqih, membayar utang puasa Ramadhan di bulan Syaban tidak menjadi masalah.

Membayar atau mengqadha puasa Ramadhan tidak harus dengan sesegera mungkin, tapi bisa diperpanjang sampai sebelum bertemu Ramadhan berikutnya, baik pada saat meninggalkan puasa karena uzur atau tidak.

Keluasan waktu mengqadha apabila masih berada di bulan selain bulan Syaban. Namun, apabila sudah masuk bulan Syaban, waktu mengqadha sudah menjadi sempit, tidak boleh diundur lagi.

Syekh Taqiyuddin Abu Bakar Muhammad al-Hishni al-Husaini, dalam kitab Kifayatul Akhyar menjelaskan tentang kebolehan dalam mengakhiri membayar utang atau mengqadha puasa Ramadhan hingga memasuki bulan Syaban.

Baca Juga:  Cocok untuk Bukber, 3 Hotel di Bandung Ini Sediakan Paket Iftar di Bawah Rp100.000

Hal ini juga berlaku bagi ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan rumah tangga, mendampingi suami, mengurus anak, dan pekerjaan lainnya.

Perempuan yang sudah baligh dan belum mengalami proses menopause, umumnya mengalami haid ketika bulan Ramadhan. Sehingga secara tak langsung, ia memiliki utang puasa yang harus dibayar sebelum masuk Ramadhan di tahun selanjutnya.

Namun, ketika memasuki bulan Syaban, tuntutan membayar utang puasa meningkat jadi wajib untuk segera dilakukan karena sempitnya waktu yang tersisa.

Abu Bakar Al-Hishni menyebutkan, perempuan yang harus segera membayar puasanya setelah Ramadhan yaitu perempuan yang membatalkan puasa tanpa sebab.

Tanpa sebab yang dimaksud yaitu tidak dalam kondisi hamil besar, menyusui, bepergian, sakit, tapi hanya karena ingin mencoba kuliner baru dengan harga diskon. Namun, mengaku dalam keadaan haid.

Qadha puasa seperti ini haram ditunda-tunda. Karena ada unsur meremehkan kemuliaan bulan Ramadhan, mempermainkan perintah wajib puasa, dan tidak menghormati orang yang sedang berpuasa.

Baca Juga:  Menjelang Ramadhan, Ini Rekomendasi Rumah Makan Sunda yang Cocok untuk Munggahan

Adapun puasa yang tidak harus segera diqadha adalah puasa yang dibatalkan tidak disebabkan sembrono (karena uzur), yaitu pembatalan puasa karena sakit atau perjalanan.

Qadha puasa seperti ini boleh ditunda selama belum datang Ramadhan berikutnya. Keterangan ini bisa dilihat di kitab Kifayatul Akhyar juz 1.

Istri Rasulullah Saw, Sayyidah Aisyah radlhiyallahu anha memiliki kebiasaan membayar utang puasa Ramadhan di bulan Syaban semasa hidup bersama Nabi Muhammad.

Aisyah mengqadha puasa pada tenggat yang sangat mepet karena memiliki kesibukan mendampingi Rasulullah sehingga tidak mampu mengqadha puasa di selain bulan Syaban.

Penjelasan tentang kebiasaan Aisyah membayar utang puasanya mepet ke Ramadhan karena Aisyah selalu menyiapkan diri sepenuhnya untuk Rasulullah termasuk di dalamnya adalah mempersiapkan diri jika Rasulullah sewaktu-waktu ingin berduaan dengan Aisyah.

Baca Juga:  Awal Puasa Ramadhan 2024 Versi Pemerintah, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan Aisyah saja, semua istri Rasulullah selalu menjaga kebahagiaan dan keridhaan Rasulullah, sedangkan mereka tidak tahu kapan dibutuhkan dan bisa sewaktu-waktu diperlukan oleh Nabi.

Istri nabi, dengan kecintaannya, mereka khawatir jika mereka berpuasa lalu menjadikan Nabi terhalang keinginannya.

Seandainya, para istrinya meminta izin, Rasul pasti tidak akan mengecewakan istri-istrinya, tapi para istri menjadi khawatir hal tersebut bisa mengurangi kecintaan dan dan pelayanan terhadap kebutuhan Nabi menjadi tidak penuh.

Oleh karenanya, alasan Aisyah RA membayar utang puasanya di Syaban, karena Rasulullah memiliki kebiasaan puasa di bulan Syaban. Ketika Rasulullah puasa, Aisyah punya juga ikut puasa dengan niat membayar utang puasa yang disebabkan haid atau lain sebagainya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

puasa Ramadhan Sya'ban utang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action

Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Wisata Subang

Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!

Ilustrasi isi BBM

Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.