bukamata.id – Belakangan ini, tagar “Kabur Aja Dulu” menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Ungkapan ini mencerminkan respons terhadap situasi tertentu yang dianggap sulit atau berisiko, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam konteks yang lebih luas.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dhimas Waffa Al Muhammad menilai bahwa tren Kabur Aja Dulu adalah bentuk ekspresi ketidakpercayaan generasi muda kepada pemerintah atas jaminan kesejahteraan.
“#KaburAjaDulu bentuk keresahan yang sangat mendalam generasi muda kepada penyelenggara negara yang tidak bisa menjamin kesejahteraan. Tagar itu sebagai bentuk perlawanan atas kebijakan yang merugikan masyarakat,” ucap Dhimas dikutip laman NU Online, Senin (24/2/2025).
Menurutnya, setiap keputusan dan kebijakan para penyelenggara negara hanya untuk keuntungan segelintir orang bahkan untuk melanggengkan kekuasaan bagi kelompoknya. Dengan situasi demikian, kekayaan Indonesia tidak semua rakyat menikmatinya.
“Mau mewujudkan kesejahteraan dari mana? Selama ini keputusan dan kebijakan pemerintah hanya untuk mengabadikan kekuasaan. Janji-janji kampanye aja belum terealisasi malah memikirkan Pemilu 2029, mikir koalisi permanen, mikiri persiapan (pencalonan) Presiden 2029. Sangat jauh dari keberpihakan ke rakyat,” terangnya.
Sebagai bagian dari generasi muda, kata Dhimas, Kabur Aja Dulu seharusnya menjadi masukan sekaligus menyadarkan pemerintah yang semestinya bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Apabila, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sudah tidak ada lagi maka perlawanan melalui media sosial atau aksi demo akan terus berlanjut.
“Berbagai perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat terus mengalir, baik melalui media sosial sama demo. Hari ini teman-teman mahasiswa sudah bersikap dengan turun ke jalan menyampaikan aspirasinya membela rakyat. Jadi, pemerintah mau menyejahterakan rakyat yang mana? Jangan-jangan rakyat kelompoknya sendiri,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











