Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur 1 Meter di Sumedang, Polisi Tangkap 2 Orang

Senin, 12 Oktober 2026 12:02 WIB

Liverpool Dibantai 3-0 di Anfield! Manchester City Kudeta Arsenal dari Puncak Liga Inggris

Senin, 12 Oktober 2026 11:32 WIB
Ilustrasi korban meninggal.

Misteri Hilangnya Driver Taksi Online di Sumedang Terungkap, Yogi Ditemukan Terkubur di Kebun Teh

Senin, 12 Oktober 2026 11:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur 1 Meter di Sumedang, Polisi Tangkap 2 Orang
  • Liverpool Dibantai 3-0 di Anfield! Manchester City Kudeta Arsenal dari Puncak Liga Inggris
  • Misteri Hilangnya Driver Taksi Online di Sumedang Terungkap, Yogi Ditemukan Terkubur di Kebun Teh
  • Kakang Dihujat Usai Persib Imbang, Marc Klok Pasang Badan: Kami Bertaruh Nyawa
  • Terkuak! Ini Sosok Terduga Dalang Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
  • Mirip Maarten Paes? Kiper Cilik yang Viral Latihan di Kasur Ini Raih Penghargaan Bergengsi
  • Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, 1 Gram Dibanderol Rp2.631.000
  • Igor Tolic Terpukau! Persib Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Mentalitas Pemain Dipuji
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Meski Ahli Falak, Gus Baha Pilih Ikut Pemerintah dalam Penentuan Awal Ramadhan

By Putra JuangJumat, 21 Februari 2025 18:53 WIB3 Mins Read
Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: dok. Pesantren Tebuireng)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) memilih mengikuti pengumuman hasil sidang isbat dari pemerintah terkait awal puasa Ramadhan.

Keputusan Gus Baha tersebut dikarenakan ia ingin menjadi warga negara yang baik. Meskipun begitu, Gus Baha tetap mengapresiasi pihak yang berbeda dalam penentuan awal Ramadhan.

“Kalau saya ditanya sama tetangga, besok puasa atau tidak, saya jawab menunggu pengumuman dari televisi. Saya ikut keputusan negara, karena sebagai warga negara Indonesia,” ucap Gus Baha dikutip laman NU Online, Jumat (21/2/2025).

Gus Baha mengatakan, sebagai orang yang mempelajari ilmu falak, ia mengetahui cara kerja ulama dan ahli falak dalam penentuan awal Ramadhan.

Sehingga ia menganggap bahwa perbedaan yang terjadi dalam penentuan awal Ramadhan adalah rahmat dan tradisi keilmuan yang tidak perlu disikapi sampai terpecah belah.

Baca Juga:  Transformasi Layanan Publik, Pemerintah Rilis Tiga Produk INA Digital Akhir September

“Saya sampai sekarang ikut pemerintah, tapi tetap membiarkan khas-khasnya ulama dalam berbeda pendapat. Namun, sebagai ulama, saya memperbolehkan perbedaan pendapat,” ungkapnya.

Menurut Gus Baha, sikap yang ia pilih merupakan ciri khas ulama. Seorang ulama harus tetap berpegangan pada prinsip bahwa jika terjadi perbedaan pendapat tentang hilal, maka biarkan berbeda.

Seorang ulama yang mengetahui ilmu falak bisa memilih ikut hisab yang dilakukan pemerintah atau melakukan hisab sendiri. Sehingga ikut pemerintah atas nama stabilitas nasional. Cuma atas nama ilmunya ulama, yang nama hilal itu pasti khilaf.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan, Ini 4 Tempat Munggahan Terbaik di Bandung

“Misalnya seperti tarekat Naqsyabandiyah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama kan sering berbeda. Itu mengikuti standar gaya ulama. Biarkan saja,” jelasnya.

Gus Baha mengatakan, secara keilmuan dan tradisi ulama, khilaf dalam bab hilal sangat mungkin. Karena ada yang menganggap satu derajat itu sudah ganti tanggal, ada yang berpendapat bahwa harus menunggu rukyatul hilal bil fi’li baru ganti tanggal.

Maka tanggal satu akan ada dua versi. Khususnya, kalau Sya’bannya 29 hari, maka akan muncul perbedaan pendapat, bagi yang menganggap asalkan hilal melewati ufuk, maka sudah dianggap tanggal 1 Ramadhan.

Pendapat lain, baru menganggap ganti tanggal jika hilal sudah 3 derajat atau 2,5 derajat dan baru dianggap masuk Ramadhan. Kalau belum ada 2 derajat, maka Ramadhan ditunda hari berikutnya.

Baca Juga:  MUI Kota Bandung Ajak Muslim Beribadah Puasa dengan Sabar, Tawakal dan Gembira

“Asal tidak dalam kasus konteks menyempurnakan Sya’ban 30 hari. Kecuali sudah menyempurnakan Sya’ban 30 hari. Pasti kira sepakat bahwa berikutnya adalah Ramadhan,” terangnya.

Namun, kata Gus Baha, sebuah negara harus memilih di antara perbedaan, agar ada pegangan. Sehingga bisa menjadi panduan dalam kegiatan dan dasar pengambilan keputusan negara.

“Hanya saja negara tidak boleh, harus milih salah satu. Negara tetap harus memilih satu keputusan. Jadi ini, konstitusi ulama harus lebih tinggi dari lembaga negara dalam bab agama. Bukan berarti ulama tidak ikut negara, tapi tidak ikut juga ada dalilnya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gus Baha pemerintah Ramadhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, 1 Gram Dibanderol Rp2.631.000

Buru Pecel Lele Enak di Bandung? Ini 4 Tempat yang Wajib Masuk Daftar Kuliner

Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus

Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.