bukamata.id – Nama Denny Sumargo kembali menjadi perbincangan publik. Bukan karena film atau proyek barunya, melainkan karena sikap tegas yang ia ambil di tengah pusaran isu sensitif yang melibatkan Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans. Di era ketika popularitas sering kali mengalahkan pertimbangan moral, keputusan Denny justru menuai apresiasi luas.
Semua bermula dari ramainya permintaan Roby Tremonti agar diundang ke podcast Denny Sumargo. Permintaan itu mencuat setelah nama Roby ikut terseret dalam perbincangan panas di media sosial, menyusul terbitnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Buku tersebut berisi kisah pahit perjalanan hidup Aurelie di masa lalu, termasuk pengalaman traumatis yang ia alami sejak usia muda.
Meski dalam buku itu Aurelie tidak pernah menyebut nama Roby secara eksplisit, publik dengan cepat mengaitkan sosok “Bobby” yang ditulis Aurelie dengan aktor berusia 45 tahun tersebut. Dugaan demi dugaan pun bermunculan. Roby merasa tersudut. Ia mengaku namanya tercemar dan kariernya ikut terdampak oleh asumsi yang berkembang di ruang publik.
Merasa tidak adil dijadikan sasaran hujatan, Roby pun menyampaikan keinginannya untuk berbicara secara terbuka. Ia berharap bisa diundang ke podcast Denny Sumargo, yang dikenal sebagai ruang dialog panjang dan sering menjadi tempat klarifikasi berbagai isu kontroversial.
“Kalau om Denny Sumargo melihat podcast ini, tolong saya. Saya enggak ada niat untuk menjatuhkan Aurelie. Memang jelas-jelas kita ngomong Roby, Aurelie, dan Broken Strings,” imbuh Roby Tremonti dalam tayangan Youtube starpro, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menyerang siapa pun, melainkan memulihkan reputasi yang menurutnya telah rusak selama bertahun-tahun.
“Cuma pengin apa? 16 tahun itu nama baik saya pulih. Saya harus bekerja,” sambungnya.
Permintaan tersebut dengan cepat menyebar dan memantik perdebatan. Sebagian netizen menilai Roby berhak menyampaikan versinya, sementara yang lain menganggap langkah itu justru berpotensi melukai pihak yang selama ini memilih diam.
Di tengah riuhnya opini publik, Denny Sumargo sendiri awalnya tidak mengetahui duduk perkara yang sedang viral. Hal itu terungkap dari komentarnya di salah satu unggahan yang membahas konflik tersebut.
“Oo ini awalnya,” tulis Denny singkat.
Namun, sebagai figur publik yang dikenal berhati-hati dalam mengambil sikap, Denny tidak serta-merta merespons permintaan Roby. Ia memilih menggali informasi terlebih dahulu. Langkah pertama yang ia ambil adalah menghubungi langsung Aurelie Moeremans.
Fakta tersebut diungkap sendiri oleh Aurelie. Menurutnya, Denny menelepon untuk meminta penjelasan langsung mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kronologi cerita yang selama ini hanya dibaca publik melalui potongan narasi di media sosial.
Setelah mendengarkan cerita dari sudut pandang Aurelie, Denny pun mengambil keputusan yang tegas. Ia memilih untuk tidak memberikan panggung podcast kepada Roby.
Keputusan itu disampaikan secara tidak langsung, namun jelas. Aurelie mengungkapkan rasa terima kasihnya secara terbuka atas sikap Denny.
“Bang Densu keren. Kemarin menelepon aku untuk minta kronologis dan memutuskan untuk tidak mengundang child groomer!” kata Aurelie.
Sikap Denny tak berhenti sampai di situ. Melalui akun Threads miliknya, ia juga mengunggah pernyataan yang menyiratkan kemarahan sekaligus refleksi moral mendalam terhadap perilaku yang digambarkan dalam kisah Aurelie.
“Kalau gw punya anak seperti Bobby kelakuannya, ntah apa yg akan gw lakukan.. Ampuni aku ya Tuhan,” tulis Denny.
Tak lama kemudian, unggahan lain kembali muncul.
“Bobby lawan insana,,, tinju.. lu megang siapa?” tulisnya.
Meski singkat, kalimat-kalimat itu dianggap cukup untuk menunjukkan posisi Denny. Ia tidak berdiri di tengah. Ia memilih berpihak.
Respons publik pun datang deras. Banyak netizen menyampaikan dukungan dan apresiasi atas keputusan Denny yang dinilai berani dan berempati.
“Keren. Hidup gak cuma soal cuan. Mantap Bang Densu,”
“Kepikiran buat undang aja udah aneh bgt,”
“Aaah. Terima kasih koh. Bener please jangan kasih dia cuap cuap lagii,”
Di tengah panasnya polemik, muncul pula sisi lain dari kisah ini yang justru menyentuh emosi banyak orang. Publik dibuat terharu oleh unggahan ibunda Tyler Bigenho, suami Aurelie. Ida Bigenho menuliskan pesan panjang dan penuh kasih untuk menantunya.
Dalam kolase foto dan video yang ia unggah, Ida mengungkapkan rasa syukurnya karena Aurelie hadir dalam keluarganya. Ia menyebut Aurelie sebagai anugerah yang membawa kehangatan dan cinta.
“Dia datang sebagai sebuah berkat untuk hidup kami. Dia memenuhi putra kami dengan cintanya. Dia membawa keceriaan di setiap pertemuan kami. Dia memberikan putri kami seorang ipar yang baik,” tulis Ida.
Tak hanya itu, Ida juga membagikan kabar bahagia tentang masa depan keluarga kecil Aurelie. Kebahagiaan itu, menurutnya, akan segera bertambah dengan kehadiran anggota keluarga baru.
“Lalu datanglah berkat yang baru. Pernikahan yang sempurna. Ada banyak keberkatan di langkah pertama. Dan sekarang ada keberkahan baru yang bakal segera hadir,” kata Ida.
Ia menegaskan bahwa masa lalu kelam tidak mengurangi sedikit pun rasa sayangnya kepada Aurelie. Baginya, perempuan itu adalah bagian penting dari keluarga yang ia cintai sepenuh hati.
“Kami cinta kamu Aurelie. Aurelie, sebuah berkat yang indah untuk kami,” tulis ibu mertua Aurelie.
Unggahan tersebut sontak dibanjiri komentar haru dari netizen. Banyak yang menilai dukungan keluarga menjadi penyembuh paling tulus atas luka masa lalu. Di tengah kontroversi dan perdebatan, kisah ini akhirnya memperlihatkan satu hal penting: keberanian untuk berpihak pada empati, dan kekuatan cinta keluarga yang mampu memeluk trauma dengan penuh kehangatan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











