bukamata.id – Menyongsong musim kompetisi 2025/26, sorotan besar tertuju pada satu pertanyaan besar: Mampukah tim kebanggaan Jawa Barat mencatatkan sejarah sebagai juara tiga kali beruntun di Liga Super Indonesia?
Target hattrick juara bukan sekadar ambisi, tapi juga tantangan besar yang menuntut konsistensi, kedalaman skuad, dan mental baja sepanjang musim.
Legenda Persib: Hattrick Itu Mungkin, Asal Tim Kompak dan Mental Terjaga
Sebagai mantan striker andalan yang pernah mencetak gol-gol penting, Tantan Dzalikha, melihat bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola, termasuk menjuarai liga tiga kali berturut-turut.
“Tidak ada yang tidak mungkin. Yang terpenting kerja keras dan jaga kekompakan tim,” ujar Tantan kepada bukamata.id, Sabtu (2/8/2025).
Namun, ketika ditanya soal perbandingan dengan skuad musim sebelumnya, ia mengakui belum bisa menilai secara penuh karena belum menyaksikan performa aktual tim saat ini.
“Kalau membandingkan belum bisa ya, karena saya sendiri belum lihat skuad yang sekarang, walaupun kemarin sudah ada Piala Presiden,” ungkapnya.
Satu hal yang ditekankan Tantan adalah pentingnya mental juara, terutama karena mempertahankan gelar selalu lebih sulit ketimbang merebutnya.
“Semoga semangat pemain sekarang lebih bagus dari musim kemarin. Karena mempertahankan itu lebih sulit dari meraih,” ujarnya.
Ia pun memberikan pesan khusus kepada para pemain muda yang diharapkan bisa menjadi tulang punggung masa depan.
“Yang penting jaga mental, percaya diri, jangan cepat puas, dan kerja keras saat latihan dan bermain,” tandasnya.
Eko Maung: Secara Teknis Sangat Masuk Akal, Asal Fokus dan Adaptif
Berbeda dengan Tantan, Eko Maung melihat misi hattrick dari sudut pandang taktik dan dinamika liga. Menurutnya, secara komposisi dan kedalaman, tim ini cukup mumpuni untuk kembali mendominasi liga domestik.
“Kualitas tim untuk peluang hattrick itu besar. Untuk persaingan lokal, cukup lah. Tinggal bagaimana Bojan pinter mainin tempo untuk ajang Asia,” ujarnya.
Ia menilai peran pelatih Bojan Hodak sangat vital. Sosok asal Kroasia ini dianggap punya pendekatan teknis dan emosional yang seimbang.
“Bojan itu bukan hanya jago taktik, tapi juga bisa jaga emosi tim. Kita lihat dia bisa marah, tapi juga apresiasi. Itu penting di musim penuh tekanan,” ungkap Eko.
Namun, tantangan terbesar justru bisa datang dari banyak sisi. Rival seperti Malut United, Persija, dan Dewa United dinilai punya materi cukup untuk jadi penghalang serius.
“Setiap klub yang punya materi bagus bisa jadi ancaman. Tidak bisa anggap remeh siapa pun,” ujarnya.
Soal taktik, Eko menyebut musim ini tim cenderung lebih agresif dan segar secara pendekatan. Hal ini selaras dengan gaya pragmatis khas Bojan yang tak hanya efektif, tapi juga adaptif terhadap lawan.
Skuad Siap Tempur, Target Hattrick Bukan Sekadar Wacana
Sebagai bukti kesiapan menghadapi musim 2025/26, tim ini resmi meluncurkan skuad dalam acara Pesta Biru di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (2/8/2025).
Bojan Hodak kembali dipercaya sebagai nakhoda utama, didampingi oleh Igor Tolic, Miro Petric, Yaya Sunarya, Mario Jozic, dan I Made Mirawan.
Musim ini, total terdapat 31 pemain lokal dan asing, termasuk wajah baru seperti Saddil Ramdani, Alfeandra Dewangga, hingga penyerang asal Brasil, Ramon Tanque.
Berikut beberapa nama penting dalam daftar skuad musim ini:
Penjaga Gawang: 1-Adam Przybek, 14-Teja Paku Alam, 81-Fitrah Maulana Ridwan, 60-Muhammad Rhaka Bilhuda
Belakang: 4-Julio Cesar, 5-Kakang Rudianto, 12-Henhen Herdiana, 16-Achmad Jufriyanto, 19-Alfreanda Dewangga Santosa, 27-Zalnando, 29-Al Hamra Hehanussa, 48-Patricio Matricardi, 55-Frans Purtos, 56-Muhammad Rezaldi Hehanussa, 66-Kevin Muhammad Pasha
Tengah: 6-Robi Darwis, 7-Beckham Putra Nugraha, 8-Luciano Guaycochea, 10-Wiliam Marcilio, 11-Dedi Kusnandar, 13-Febri Hariyadi, 18-Adam Alis Setyano, 23-Marc Anthony Klok, 25-Nazriel Alfaro Syahdan, 97-Rosembergne “Berguinho” da Silva
Depan: 9-Muhammad Dimas Drajad, 36-Athaya Zahran, 67-Saddil Ramdani, 73-Zulkifli Lukmansyah, 94-Uilliam Barros Pereira, 98-Ramon “Tanque” De Andrade Souza.
Dengan kedalaman skuad, pelatih berpengalaman, dan ambisi tinggi, musim 2025/26 bisa menjadi musim sejarah, atau justru pelajaran penting bahwa mempertahankan puncak jauh lebih sulit dari meraihnya.
Jalan Terjal Menuju Hattrick
Ambisi Persib Bandung mencetak hattrick juara Liga Super Indonesia akan diuji oleh sejumlah rival yang semakin matang dan agresif mempersiapkan tim. Para pesaing utama ini mendatangkan pemain-pemain bintang yang siap menjadi mimpi buruk Maung Bandung di musim 2025/2026:
Dewa United – Ancaman Serius dari Banten
Runner-up musim lalu ini bergerak cepat mempertahankan kerangka utama tim. Pelatih Jan Olde Riekerink tetap menjadi arsitek di balik permainan atraktif Dewa United.
Di bawah mistar, Sonny Stevens (Belanda) masih menjadi pilihan utama. Pertahanan mereka diperkuat dengan kehadiran eks Persib seperti: Nick Kuipers dan Edo Febriansyah.
Lini tengah tetap stabil dengan Alexis Messidoro, Jajá, Ricky Kambuaya, dan Theo Numberi. Sektor serangan semakin menakutkan setelah kedatanngan, Stefano Lilipaly (dari Borneo FC, Rafael Struick (striker Timnas Indonesia).
Dewa United jelas bukan tim yang bisa diremehkan dalam persaingan gelar.
Persija Jakarta – Rival Abadi
Sebagai rival abadi Persib, Persija tak mau sekadar jadi penggembira. Dengan pelatih baru asal Brasil, mereka menyiapkan revolusi skuad.
Pemain asing dan lokal andalan:
- Van Basty Sousa (striker Brasil)
- Gustavo Franca (playmaker Brasil)
- Fabio Calonego, Alan Cardoso, Thales Lira, Allano Brendon
- Jordi Amat (bek Timnas Indonesia)
- Eksel Runtukahu (penyerang tajam)
Dengan skuad yang menggabungkan pemain senior dan muda, Persija siap menantang dominasi Persib di jalur juara.
Malut United – Kekuatan Baru dari Timur
Tim debutan musim lalu ini berkembang pesat. Di musim 2025/2026, Malut United melakukan rekrutmen spektakuler:
Borong Eks Persib:
- David da Silva
- Ciro Alves
- Tyronne del Pino
- Gustavo Franca
Diperkuat juga oleh:
- Alan Bernardon dan Vico Duarte (eks PSS Sleman)
- Yakob Sayuri, Yance Sayuri
- Septian David Maulana
Malut United tak hanya kuat di atas kertas, tapi juga punya motivasi ekstra untuk menjegal eks tim para pemain andalannya: Persib Bandung.
Hattrick Juara Masuk Akal, Tapi Tidak Mudah
Secara komposisi, strategi, dan dukungan manajemen, misi hattrick bukan mimpi kosong. Tapi seperti diakui para tokoh sepak bola, konsistensi dan mentalitas akan jadi penentu utama.
Musim ini bukan hanya soal pertandingan demi pertandingan, tapi juga ujian mental dan kedewasaan tim untuk tetap lapar akan kemenangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











