bukamata.id – Sebuah video yang menampilkan sekelompok pelajar diduga terlibat perkelahian di lahan kosong belakang RSUD Cibabat, Kota Cimahi, menjadi viral di media sosial dan mengundang keprihatinan publik.
Dalam video yang beredar, sekelompok pelajar mengenakan pakaian pramuka terlihat memasuki lahan kosong di Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata (Cihanjuang) RT 1 RW 3, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (11/2/2026) siang.
Dua orang pelajar terekam saling memukul sementara teman-temannya hanya menyaksikan. Perekam video berupaya menghentikan aksi tersebut dengan meneriaki mereka, namun tidak diindahkan, dan kelompok pelajar akhirnya membubarkan diri.
Polres Cimahi Turun Tangan
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan terkait insiden ini.
“Betul, kami sudah menerima informasi dan langkah awal menelusuri asal sekolah para pelajar yang terlibat,” ujar Gofur, Kamis (12/2/2026).
Polisi bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cimahi untuk menindaklanjuti kejadian ini. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa pelajar yang terlibat merupakan siswa dari salah satu SMP swasta di Kota Cimahi.
Sebanyak 22 siswa tercatat hadir di lokasi kejadian, dengan dua orang di antaranya terlibat kontak fisik.
Gofur menambahkan, jajaran Polsek Cimahi bersama Bhabinkamtibmas dan pihak sekolah telah melakukan pembinaan terhadap para siswa, termasuk mengundang orangtua atau wali siswa.
“Dilaksanakan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang. Seluruh siswa diminta membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Cimahi Angkat Bicara
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti insiden ini bersama sekolah terkait.
“Kami akan meminta penjelasan dari kepala sekolah dan mengevaluasi pembinaan terhadap siswa. Yang jelas, siswa harus terus diingatkan untuk menghindari perbuatan negatif dan tindakan kekerasan yang bisa berakibat pelanggaran hukum,” ucap Nana.
Kasus ini menjadi pengingat bagi sekolah, orangtua, dan masyarakat tentang pentingnya pengawasan dan pembinaan karakter siswa agar kejadian kekerasan antar pelajar tidak kembali terjadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










