Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Cetak Gol, Adam Alis Minta Maaf, Ada Apa?

Selasa, 17 Maret 2026 09:00 WIB

Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!

Selasa, 17 Maret 2026 06:00 WIB

Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?

Selasa, 17 Maret 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Cetak Gol, Adam Alis Minta Maaf, Ada Apa?
  • Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!
  • Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
  • Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Jadi Buruan di X dan TikTok, Ternyata Ini Fakta di Balik Kotak Putih yang Viral!
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur
  • Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Tiga Tokoh Pengibar Bendera Merah Putih Pertama Kali, Siapa Saja Mereka?

By Putra JuangSenin, 5 Agustus 2024 13:13 WIB3 Mins Read
Pengibar Bendera Merah Putih Pertama Kali. (Foto: Dok Perpusnas via Wikipedia)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. Di momen tersebut, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan upacara pengibaran bendera merah putih dilaksanakan.

Bicara soal upacara, terdapat fakta sejarah tentang tokoh pengibar bendera merah putih pertama kali. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Abdul Latief Hendraningrat

Latief Hendraningrat saat itu merupakan seorang cudanco (komandan kompi) pada Jakarta-syoo Dai Ichi Daidan pimpinan Kasman Singodimejo. Kisahnya bermula pada 17 Agustus 1945 pagi, ia mengatakan kepada sidokan (tentara Jepang yang mengawasi Daidan) bakal latihan di kota bersama rekan-rekannya.

Namun sebenarnya di Ibu Kota saat hari proklamasi, Latief berada di halaman rumah Jalan Pegangsaan Timur 56 untuk melakukan penjagaan. “Pikiran saya waktu itu memang tegang. Mata terus tertuju ke jalan besar melihat kemungkinan gangguan,” ujar Latief, sebagaimana dikutip dari buku ‘Seputar Proklamasi Kemerdekaan’ yang disunting oleh Hendri F Isnaeni.

Upacara proklamasi kemerdekaan pun dilakukan, dan Ir Soekarno menjadi pemimpinnya yang membacakan teks kemerdekaan. Saat itu Latief Hendraningrat berada di sebelah kanan Bung Karno. Proklamasi diucapkan, kemudian Indonesia merdeka.

Baca Juga:  Mengenal Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus di Berbagai Daerah Indonesia

Momen bersejarah di hidup Latief pun terjadi di sini. Kala upacara bendera dimulai, ia heran karena baki berisi bendera pusaka merah putih disodorkan kepadanya. Sekalipun bingung dan menyadari akibatnya jika menerima, Latief akhirnya memutuskan berani mengambilnya.

Melalui bantuan seorang pemuda bernama Suhud Sastrokusumo, seorang tokoh dari Barisan Pelopor, Latief mengibarkan bendera di sebuah tiang bambu sederhana depan kediaman Jalan Pegangsaan Timur 56. Lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ juga berkumandang dan sang saka merah putih berkibar di udara Indonesia merdeka.

Melalui peristiwa ini, Latief Hendraningrat bisa dibilang sebagai pelopor paskibraka Tanah Air. Saat masih tergabung di pasukan Jepang, Latief menjadi salah satu orang yang dipercaya di Pusat Latihan Pemuda atau Seinen Kun Reshu pada masa penjajahan Jepang yang berubah nama menjadi Pembela Tanah Air (PETA). Namun, ia akhirnya keluar dan memilih bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga:  Sejarah, Mobil Rantis Maung Bawa Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi Menuju IKN

Setelah bergabung dengan TNI pada masa penyerahan kedaulatan, Latief Hendraningrat pada 1952 ditunjuk sebagai Atar Republik Indonesia untuk Filipina. Tetapi, akhirnya ia dipindahtugaskan ke Washington DC sampai 1956.

Kembali ke Indonesia, Latief Hendraningrat dipercaya sebagai pemimpin Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat yang sekarang dikenal sebagai Seskoad. Di dunia pendidikan tinggi, beliau juga pernah menjadi rektor IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta), tepatnya pada 1965.

Kemudian di 1967, Latief Hendraningrat pensiun dari TNI dengan pangkat terakhir brigjen. Usai pensiun, beliau tetap berkarya untuk Yayasan Pergurauan Rakyat dan Organisasi Indonesia Muda.

2. Suhud Sastro Kusumo

Selain Latief, Suhud, sahabat dekat dari Latief juga turut serta mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kali. Pria kelahiran tahun 1920 ini menjadi anggota Barisan Pelopor yang didirikan Jepang.

Sebelum memulai tugas mulianya pada 17 Agustus 1945 sebagai pengibar bendera, ia juga mengambil peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Pada 14 Agustus 1945, Suhud dan beberapa anggota Barisan Pelopor ditugaskan untuk menjaga keluarga Soekarno. Sayangnya, pada 16 Agustus, ia kecolongan atas aksi diculiknya Soekarno oleh golongan pemuda (Sukarni dan Chaerul Saleh) yang menjadi awal mula terjadinya peristiwa Rengasdengklok.

Baca Juga:  HUT ke-78 RI, Bupati Purwakarta Bagikan Bendera Merah Putih Gratis untuk Warga

3. SK. Trimurti

Surastri Karma Trimurti adalah perempuan asal Surakarta yang lahir pada 11 Mei 1912. Melansir artikel Sejarah dan Budaya bertajuk ‘S.K. Trimurti: Pejuang Perempuan Indonesia’, ia dikenal sebagai seorang wartawan yang tulisan-tulisannya kerap membuat panas pemerintah Belanda. Meskipun sering mendapat sorotan tajam dari kolonial, semangatnya tidak pernah padam. Ia semakin berani dan terus menuliskan apa yang menjadi pemikirannya.

Ketika Proklamasi kemerdekaan, S.K Trimurti sebenarnya diminta untuk mengibarkan bendera pusaka. Namun, ia menolak dan mengatakan bahwa pengibaran sebaiknya diambil alih oleh prajurit. Tanpa instruksi, Latief Hendraningrat yang mengenakan seragam PETA maju dan mengibarkan bendera bersama S. Suhud.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

17 Agustus bendera merah putih Kemerdekaan Indonesia Pengibar Bendera
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!

Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?

Video Viral Ukhti Mukena Pink

Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor

Video Viral Ukhti Mukena Pink

Link Video Ukhti Mukena Pink Jadi Buruan di X dan TikTok, Ternyata Ini Fakta di Balik Kotak Putih yang Viral!

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur

Viral video ukhti mukena pink.

Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.