bukamata.id – Prosesi kirab Bendera Pusaka Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi Tahun 2024 terasa spesial dan berbeda dari tahun sebelumnya.
Ya, kirab budaya dalam rangka memperingati HUT ke-79 RI itu digelar pada hari ini, Sabtu (10/8/2024). Padahal biasanya, prosesi ini selalu diselenggarakan tepat saat upacara 17 Agustus.
Selain itu, Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi itu tak lagi dibawa menggunakan Kereta Kencana Ki Jaga Rasa. Kereta ini berisikan enam ekor kuda.
Namun kali ini, dikirab menggunakan kendaraan taktis (rantis) Maung dari Monas menuju Bandara Halim Perdanakusuma sebelum nantinya tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan pantauan, para rombongan dari kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi ini sudah meninggal kawasan Monas dan saat ini sudah berada di Jalan Merdeka Barat sebelum nantinya akan tiba di Patung Kuda.
Terlihat, rombongan kirab ini di sisi paling depan diawali dengan para pemain marching band dari anggota TNI dan juga di belakangnya diiringi pasuka berkuda lalu rombongan para pengawal mulai dari Kasetpres, Kepolisian hingga pembawa baki.
Tampak pula, antusiasme masyarakat sekitar dalam menyambut para rombongan kirab. Diperkirakan ada lebih dari 3000 masyarakat yang hadir di Jalan Merdeka Barat ini.
Mereka bersuka cita untuk sama sama menyaksikan prosesi kirab. Mereka juga mengenakan pakaian bertema merah putih, serta atribut lainnya dengan warna yang senada.
Berdasarkan informasi, saat rombongan kirab ini tiba di Patung Kuda akan terjadi perubahan formasi. Dimana nantinya para anggota yang mengisi sebagai marching band dan pasukan kuda nantinya akan merubah formasi dua saf.
Dan nantinya akan langsung dilanjutkan dengan pawai rangkaian dari pengawalan mobil menuju Bandara Halim Kusuma menuju Jalan Cawang sebelumnya nantinya akan diterbangkan ke IKN.
Prosesi kirab tahun ini pun menjadi catatat sejarah baru. Sebab, jika tahun-tahun sebelumnya kirab pawai ini hanya berlangsung dari Monas hingga ke Istana Negara.
Namun kali ini, akan menumpuh jarak sejauh 14,6 Km. Sebab, nantinya bendera pusaka akan diantarkan menuju IKN.
Prosesi kirab ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan bangsa, tetapi juga menggambarkan tekad untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










