Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Masih Aktif! Kode Redeem FF Sabtu 8 Agustus 2026: Klaim Emote Unik dan Diamond Gratis Sebelum Hangus

Sabtu, 8 Agustus 2026 01:00 WIB

Imbang 1-1 Lawan Singapura, Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 22:19 WIB

Tampil Melempem di Piala Presiden 2026, Ramon Tanque Tak Layak Dipertahankan Persib?

Jumat, 7 Agustus 2026 21:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Masih Aktif! Kode Redeem FF Sabtu 8 Agustus 2026: Klaim Emote Unik dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • Imbang 1-1 Lawan Singapura, Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
  • Tampil Melempem di Piala Presiden 2026, Ramon Tanque Tak Layak Dipertahankan Persib?
  • 30 Saksi Sudah Diperiksa, Pelaku Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Masih Misterius
  • Profil Indra Priawan: Pewaris Tahta Blue Bird yang Viral Usai Jadi Imam dan Lantunkan Ayat Al-Qur’an dengan Merdu
  • Pernah Bikin Haru Penonton TV, Jejak Kelam Saepul Pelaku Mutilasi Depok Terbongkar
  • ASN KBB Viral Bahas Fee Proyek di Live Medsos, Ditegur Atasan hingga Terancam Mutasi
  • Begal Bikin Resah Warga Jabar, KDM dan Kapolda Jabar Siapkan Pengawalan Malam Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 8 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tinjau Longsor Bandung Barat, Dedi Mulyadi Ungkap Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu

By Aga GustianaSabtu, 24 Januari 2026 16:33 WIB2 Mins Read
Longsor di Cisarua Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi langsung kawasan terdampak longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk melihat kondisi lapangan dari dekat. Kehadirannya dibagikan melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Dedi tampak berada di area bencana sambil memantau proses evakuasi korban yang masih dilakukan oleh tim gabungan. Ia menyampaikan bahwa lokasi yang dikunjunginya berada di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dedi Mulyadi menyoroti kondisi lingkungan di sekitar titik longsor. Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya merupakan wilayah pegunungan yang semestinya ditumbuhi pepohonan sebagai penahan tanah dan pengatur aliran air. Namun, kondisi itu kini telah berubah.

Ia menjelaskan bahwa area tersebut telah mengalami alih fungsi lahan dan digunakan sebagai kebun bunga serta pertanian sayuran. Perubahan tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap terjadinya longsor.

“Lokasinya berubah, tadinya area pegunungan, semuanya diubah jadi perkebunan sayur. Ini juga jadi salah satu penyebab longsor,” ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sementara itu, upaya pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. Longsor terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar dini hari, saat sebagian besar warga tengah beristirahat.

Seiring berjalannya proses evakuasi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mengalami peningkatan. Di sisi lain, data korban hilang terus diperbarui berdasarkan hasil pencarian di lapangan.

Sebelumnya, bencana tanah longsor melanda Desa Pasirlangu dan menyebabkan puluhan rumah warga tertimbun material tanah. Peristiwa ini berdampak luas, dengan sejumlah korban jiwa dan puluhan warga lainnya sempat dinyatakan hilang.

Material longsoran menerjang dua kawasan permukiman, yakni Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda yang berada di RW 11 dan RW 10. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut hampir sepanjang pekan terakhir membuat kondisi tanah menjadi tidak stabil dan memicu longsor.

Tim SAR gabungan langsung diterjunkan sejak pagi hari untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Hingga Sabtu sore, proses tersebut masih berlangsung dan dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari cuaca yang belum sepenuhnya membaik hingga medan yang sulit dijangkau alat berat.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail turut meninjau lokasi bencana dan menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak cukup signifikan. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka tertimbun longsoran tanah.

“Ada 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa terdampak bencana ini, sebanyak 23 orang berhasil selamat, 8 orang telah ditemukan meninggal dunia,” ujar Jeje kepada wartawan.

Selain korban meninggal, sejumlah warga masih dalam pencarian. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus mengupayakan pencarian dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di lapangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alih fungsi lahan Bencana Alam Dedi Mulyadi jawa barat Longsor Bandung Barat longsor Cisarua Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

30 Saksi Sudah Diperiksa, Pelaku Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Masih Misterius

Pernah Bikin Haru Penonton TV, Jejak Kelam Saepul Pelaku Mutilasi Depok Terbongkar

ASN KBB Viral Bahas Fee Proyek di Live Medsos, Ditegur Atasan hingga Terancam Mutasi

Begal Bikin Resah Warga Jabar, KDM dan Kapolda Jabar Siapkan Pengawalan Malam Gratis

Viral Cibir Pasien BPJS Sebelum Meninggal, RSUD Cicalengka Resmi Nonaktifkan Oknum Nakes

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.