Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi

Kamis, 30 April 2026 06:00 WIB

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Kamis, 30 April 2026 05:00 WIB

Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan

Kamis, 30 April 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tinjau Longsor Bandung Barat, Dedi Mulyadi Ungkap Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu

By Aga GustianaSabtu, 24 Januari 2026 16:33 WIB2 Mins Read
Longsor di Cisarua Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi langsung kawasan terdampak longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk melihat kondisi lapangan dari dekat. Kehadirannya dibagikan melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Dedi tampak berada di area bencana sambil memantau proses evakuasi korban yang masih dilakukan oleh tim gabungan. Ia menyampaikan bahwa lokasi yang dikunjunginya berada di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dedi Mulyadi menyoroti kondisi lingkungan di sekitar titik longsor. Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya merupakan wilayah pegunungan yang semestinya ditumbuhi pepohonan sebagai penahan tanah dan pengatur aliran air. Namun, kondisi itu kini telah berubah.

Ia menjelaskan bahwa area tersebut telah mengalami alih fungsi lahan dan digunakan sebagai kebun bunga serta pertanian sayuran. Perubahan tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap terjadinya longsor.

Baca Juga:  Warganet Tantang Dedi Mulyadi Sikapi Gundulnya Karst Klapanunggal Bogor: Berani Ga Kang?

“Lokasinya berubah, tadinya area pegunungan, semuanya diubah jadi perkebunan sayur. Ini juga jadi salah satu penyebab longsor,” ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sementara itu, upaya pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. Longsor terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar dini hari, saat sebagian besar warga tengah beristirahat.

Seiring berjalannya proses evakuasi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mengalami peningkatan. Di sisi lain, data korban hilang terus diperbarui berdasarkan hasil pencarian di lapangan.

Baca Juga:  Terpilih 855 Peserta, SWJ Ambassador 2023 Siap Promosikan Desa Wisata di Jawa Barat

Sebelumnya, bencana tanah longsor melanda Desa Pasirlangu dan menyebabkan puluhan rumah warga tertimbun material tanah. Peristiwa ini berdampak luas, dengan sejumlah korban jiwa dan puluhan warga lainnya sempat dinyatakan hilang.

Material longsoran menerjang dua kawasan permukiman, yakni Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda yang berada di RW 11 dan RW 10. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut hampir sepanjang pekan terakhir membuat kondisi tanah menjadi tidak stabil dan memicu longsor.

Tim SAR gabungan langsung diterjunkan sejak pagi hari untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Hingga Sabtu sore, proses tersebut masih berlangsung dan dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari cuaca yang belum sepenuhnya membaik hingga medan yang sulit dijangkau alat berat.

Baca Juga:  Pamor Priangan 2024, Bapenda Jabar Hadirkan Berbagai Promo dan Diskon Menarik

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail turut meninjau lokasi bencana dan menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak cukup signifikan. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka tertimbun longsoran tanah.

“Ada 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa terdampak bencana ini, sebanyak 23 orang berhasil selamat, 8 orang telah ditemukan meninggal dunia,” ujar Jeje kepada wartawan.

Selain korban meninggal, sejumlah warga masih dalam pencarian. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus mengupayakan pencarian dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di lapangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alih fungsi lahan Bencana Alam Dedi Mulyadi jawa barat Longsor Bandung Barat longsor Cisarua Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.