bukamata.id – Aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (28/8/2025) tidak hanya menggemparkan Indonesia, tetapi juga menjadi sorotan berbagai media internasional.
Media asing dari Singapura, Malaysia, Jepang, hingga Turki melaporkan gelombang protes yang dipicu kemarahan publik atas tingginya gaji dan tunjangan parlemen di tengah kesulitan ekonomi.
The Straits Times (Singapura) menyebut ribuan massa melempar batu dan petasan sebagai bentuk perlawanan, sementara New Straits Times (Malaysia) menyoroti tuntutan buruh terkait kesejahteraan, penghentian outsourcing, dan PHK massal. Laporan serupa juga datang dari NHK (Jepang), Press TV (Iran), hingga Anadolu Agency (Turki) yang menekankan gelombang protes rakyat terhadap beban hidup yang makin berat.
Ojol Tewas Dilindas Rantis
Di tengah sorotan dunia, tragedi memilukan terjadi. Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat kericuhan pecah di sekitar Gedung DPR.
Video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan rantis tetap melaju meski korban sudah terkapar di jalan. Massa berusaha mengejar kendaraan itu, sementara polisi menembakkan gas air mata ke arah pemukiman warga.
Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, membenarkan identitas korban dan menyebut Affan merupakan salah satu anggota komunitas ojol yang ikut menyuarakan aspirasi rakyat.
Prabowo Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas insiden yang merenggut nyawa Affan Kurniawan. Dari kediamannya di Hambalang, Bogor, Jumat (29/8/2025), Prabowo menegaskan pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap keluarga korban.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita serta belasungkawa sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sedih atas peristiwa ini,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan proses hukum akan ditegakkan. “Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas. Petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Jika ditemukan ada pelanggaran, akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Anies Baswedan Ikut Suarakan Duka
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga menyampaikan belasungkawa. Lewat akun Instagram pribadinya, Anies menilai kematian Affan adalah tragedi yang menodai perjalanan demokrasi bangsa.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak,” tulis Anies.
Ia menegaskan bahwa hak rakyat untuk menyuarakan pendapat harus dijamin dan dilindungi negara.
Gelombang Demo Belum Reda
Meski pemerintah sudah menyampaikan belasungkawa dan janji penyelidikan, gelombang protes diperkirakan belum akan berhenti. Ribuan buruh dan mahasiswa terus menggaungkan tuntutan mereka, mulai dari penolakan tunjangan DPR, reformasi kebijakan ketenagakerjaan, hingga perbaikan ekonomi rakyat.
Demo DPR ini menjadi salah satu peristiwa politik paling besar dalam satu dekade terakhir, dan kini dunia menyorot bagaimana Indonesia merespons tragedi yang menelan korban jiwa.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










