bukamata.id – Sebuah insiden duka terjadi di jalur pendakian Gunung Slamet, Jawa Tengah. Seorang pendaki asal Sukabumi dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami kondisi darurat di Pos 5 jalur Bambangan, Kabupaten Purbalingga.
Informasi awal diterima pada Sabtu, 26 Juli 2025, sekitar pukul 16.30 WIB. Seorang porter melaporkan kepada petugas Pos Gunung Slamet bahwa seorang pendaki mengalami sakit dan membutuhkan evakuasi segera.
“Kurang lebih pukul 16.30 WIB Pos Gunung Slamet menerima info dari porter bahwa satu orang pendaki mengalami sakit membutuhkan evakuasi di Pos 5 jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan,” jelas Kepala Basarnas Cilacap, M Abdullah, dalam keterangan resminya yang dikutip Senin (28/7/2025).
Namun, sekitar satu jam setelah laporan pertama diterima, kabar duka datang. Pendaki tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh salah satu pendaki lain yang ternyata berprofesi sebagai dokter.
“Pada pukul 17.45 WIB survivor dinyatakan MD (meninggal dunia) oleh pendaki yang berprofesi sebagai dokter. Selanjutnya tim rescue Gunung Slamet berangkat ke lokasi dan meneruskan info ke Unit Siaga SAR Banyumas pukul 18.30 WIB,” lanjut Abdullah.
Identitas korban kemudian diketahui adalah Yuswandi (46), warga Kampung Kebon Pala RT 01 RW 07, Desa/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Tim SAR gabungan dengan perlengkapan lengkap segera melakukan proses evakuasi jenazah dari ketinggian, menurunkannya menuju pos bawah. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat medan yang cukup sulit dan cuaca yang berubah-ubah.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan pendakian, serta pentingnya persiapan medis saat berada di alam terbuka, terutama di gunung-gunung dengan jalur yang menantang seperti Gunung Slamet.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











