bukamata.id – Fenomena baru bernama aura farming tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di platform TikTok. Istilah ini mencuri perhatian setelah munculnya video viral anak-anak penari dalam tradisi Pacu Jalur, sebuah warisan budaya dari Riau. Lantas, apa sebenarnya makna di balik aura farming yang sedang digandrungi ini?
Secara harfiah, aura farming berarti “menanam atau memanen aura”. Namun, dalam konteks tren kekinian, istilah ini mengacu pada seseorang yang mampu memancarkan daya tarik kuat secara alami—tanpa upaya yang terkesan dibuat-buat. Gaya santai, spontan, dan autentik justru menjadi kunci daya tariknya.
Contoh paling menonjol dari tren ini muncul dari tradisi Pacu Jalur, lomba mendayung perahu panjang yang sudah eksis sejak abad ke-17 di Provinsi Riau. Di bagian depan perahu, anak-anak yang dikenal sebagai Tukang Tari atau Anak Coki tampil menari penuh semangat. Gerakan mereka yang ekspresif namun jujur itulah yang disebut sebagai bentuk aura farming paling murni—menunjukkan kepercayaan diri tanpa rekayasa.
Salah satu video yang menunjukkan aksi para penari cilik ini menjadi viral setelah diiringi lagu “Young Black & Rich” dari Melly Mike. Dengan judul “Aura Farming 100/10”, video tersebut bahkan menarik perhatian akun resmi klub sepak bola ternama seperti AC Milan dan Paris Saint-Germain (PSG). Popularitas video itu secara tidak langsung mengenalkan budaya Pacu Jalur ke mata dunia.
Tak hanya masyarakat biasa, selebritas tanah air pun ikut meramaikan tren ini. Artis Luna Maya, misalnya, baru-baru ini membagikan momen liburannya di Pangandaran, Jawa Barat. Dalam video yang diunggah ke Instagram pada Jumat, 4 Juli 2025, Luna terlihat duduk di ujung banana boat sambil berjoget santai—menggambarkan esensi aura farming. Di akhir video, ia pun meloncat ke laut, meniru aksi khas Anak Coki usai menari.
Lewat keterangan di unggahannya, Luna menulis, “Local pride checked. Aura farming double checked. Ketika tradisi dari Indonesia mulai dikenal oleh mata dunia.” Respons positif pun membanjiri kolom komentar, memuji Luna karena telah membawa nuansa budaya lokal ke ranah digital secara menyenangkan.
Fenomena ini membuktikan bahwa budaya tradisional Indonesia mampu bersinar di era digital, asalkan dikemas dengan pendekatan yang kreatif dan relevan. Dari Pacu Jalur hingga konten viral, aura farming bukan sekadar tren, melainkan cerminan keaslian yang punya daya tarik universal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











